
Tanpa terasa sudah pukul sepuluh malam lewat saat keduanya hanya ngobrol di depan teras saja, Dan penjual nasi goreng yang keduanya tunggu tidak kunjung lewat juga.
"Hubby...ini udah malam...sebaiknya kamu pulang..."
Ucap ifa yang sontak membuat Aditya menoleh lalu menatap lekat ke arah ifa yang berada di sampingnya dengan penghalang piring dan gelas yang sudah kosong di sana.
"Kau...barusan ngomong sama aku?" Tanya Aditya untuk memastikanya. Dan ifa hanya mengangguk sebagai tanda jawabanya.
"Kau...kau panggil aku apa tadi?" Tanya Aditya ingin Ifa mengulanginya lagi.
"Hubby...." Ucap Ifa sambil menundukan kepalanya menatap ke lantai, Ia masih malu malu mengucapkanya.
"Apa??nggak dengar..." Ucap Aditya yang ingin ifa mengulangi lagi, Banginya ifa begitu imut saat mengucapkan kata kata tersebut. Dan entah mengapa Aditya pun merasa senang atas panggilan itu untuknya.
"Hubby....bby...." Ucap ifa lagi dan kata katanya yang ia tekankan pada kalimat terakhir. Hingga terlihat senyum mengembang di bibir Aditya, Ia merasa bahagia senang bercampur aduk menjadi satu. Kata panggilan sayang ifa untuknya ternyata sangat lembut ia dengarkan, Meski Aditya tidak tahu artinya...namun Aditya yakin bahwa ifa sudah memilihnya pastilah ifa sudah mempertimbangkanya matang matang dan tidak cuma asal asalan.
"Jadi...mulai sekarang kau panggil aku itu ya sayang..." Ucap Aditya sambil tanganya melambai, Isyarat menyuruh seseorang mendekat padanya. Dan benar saja...ada seorang laki laki mendekat ke arah keduanya dengan membawa bungkusan kotak makanan di dalamnya.
__ADS_1
"Nih...kamu makan...aku yakin kamu belum makan bukan?
tiba tiba aku udah kenyang saat mendengar kau memanggilku barusan...jangan lupa di makan ya...aku pulang dulu...kalau ada apa apa kabari aku...nggak usah sungkan sama calon suami sendiri." Ucap Aditya yang begitu gemas menatap ke arah ifa.
"Ganti nama aku yang ada di ponsel kamu dengan nama julukan itu ya sayang...aku suka sekali mendengarnya."
Ucap Aditya yang dari tadi tidak henti hentinya menyunggingkan senyum tanda ia begitu bahagia.
Dan Aditya begitu makin bahagia lagi saat ifa memperlihatkan layar ponselnya yang menunjukan kata "Hubby", Di atas nomor ponsel Aditya yang tersimpan disana.
"Aku ingin sekali menggigitmu kalau kau semanis kelinci kecil seperti ini." Ucap gemas Aditya, Namun ifa malah berlari masuk ke dalam rumahnya, Dengan wajah malu malu dan perasaan campur aduk.
Ucap ifa sebelum ia menutup pintu rumahnya rapat rapat, Dan ternyata ia lupa membawa bungkusan makanan yang Aditya berikan tadi, Serta piring dan gelas teh yang sudah kosong disana.
Ifa menurup rapat rapat pintunya, Memunggunginya lalu bersandar di sana. Menyandarkan sejenak tubuhnya yang sudah gemetaran, Bukan karena ia kelaparan...melainkan hatinya yang sudah tidak karuan hingga membuat tubuhnya panas dingin dibuatnya.
"Tok tok...." Aditya mengetuk pintu yang ifa sandari itu dengan punggung jari telunjuknya. Sontak membuat ifa menoleh ke arah suara di pintu belakangnya.
__ADS_1
"Sayang...kau lupa membawa masuk makan malamu...Hubby mu ini mau pulang dulu..." Ucap Aditya yang ifa dengar dari dalam rumahnya, Hingga beberapa saat ifa pun membuka pintunya dan keluar menuju teras yang tadi ia dan Aditya tempati. Karena ifa mengira Aditya pasti sudah pergi, Meski ifa belum mendengar mobil Aditya pergi...namun yang ia tahu...meski sudah berjalanpun mobil calon suaminya itu tidaklah bersuara, Alias senyap...
"Byaaaaar......" Tiba tiba sorot terang lampu mobil menyorot ke arahnya, Ternyata Aditya memang benar benar belum pergi, Ia ingin memastikan calon istrinya itu mengambil makan malamnya baru ia pergi dengan rasa lega.
Hingga mau tidak mau ifa pun melambai mengantarkan kepergian Aditya, Dampai mobil yang di tumpangi calon suaminya itu tak terlihat oleh pandanganya.
"Ibu...kau lihat? ifa begitu bahagia ibu...ifa harap ibu bisa melihatnya juga dari syurga...dan ifa berharap...pilihan ifa tidak salah ibu...andai ibu disini...pasti ifa akan bahagia..."
Ucap ifa dalam hatinya, Dengan tangan yang mengambil gelas teh yang sudah kosong beserta piring di sampingnya.
Ifa membawa masuk ke dalam rumahnya, Lalu mengunci pintunya. Pikiranya di penuhi bayangan wajah Aditya yang tampan dengan senyum senang karena panggilanya.
Lalu ifa membuka bungkusan makananya dan mulai menikmatinya.
Di sepanjang jalan pulang...terlihat Aditya tak hentinya menyunggingkan senyum senang di bibirnya. Senyum bahagia yang timbul dengan sendirinya, Pertama kalinya ia rasakan hatinya seperti ingin meledak saking senangnya.
"Hubby...." Ucap Aditya mengulang kembali kata kata ifa yang ia tujukan untuknya tadi.
__ADS_1
"Aaakh...aku merasa sudah nggak tahan...seperti mau gila rasanya...Hubby...setimpal dengan penantianku selama ini yang begitu ingin mendengarkanya, Rasanya begitu lega dan damai saat mendengarnya, Aaakh...bibirnya yang mungil itu memanggilku Hubby...ingin sekali aku menggigitnya." Ucap bahagia campur gemas Aditya yang ia rasakan.