
Malam kian larut, Saat Nindi dan Arga sudah membeli beberapa perlengkapan untuk calon adik Nindi, Dan hampir semua di traktir oleh Arga, Nindi membeli hanya beberapa saja, Dan terlihat mobil Arga sudah penuh dengan barang barang yang asal comot keduanya karena lucu, Bukan karena perlu, Dan Arga yang menganggap semua itu wajar wajar saja...hanya bisa menuruti apa yang kekasihnya itu inginkan.
Hingga terlihat si supir masih memasukan beberapa barang ke dalam mobil yang ia kendarai. Dan terlihat penuh sesak di dalamnya.
"Pak...tunggu ya...kami mau jalan jalan ke taman sebentar...." Ucap Arga pada pak supir nya, Karena keduanya masih kekenyangan setelah makan malam tadi.
Arga dan Nindi memutuskan untuk berjalan kaki sampai ke taman terdekat,
"Sayang...makasih ya untuk hari ini...aku senang banget..."
Ucap Nindi sembari berjalan di samping Arga, Dan Arga hanya bisa tersenyum menanggapinya. Keduanya menikmati malam dengan duduk di bangku taman, Menyaksikan semua kendaraan yang lalu lalang di jalan besar depanya.
Di tempat Aditya dan juga ifa, Terlihat keduanya sudah mulai berkemas malam itu, Karena esok hari mereka sudah harus balik ke Negara asalnya, Kerjaan Aditya sudah usai dan beres semua, Hingga ifa hanya bisa mengikuti sang suami kemanapun ia pergi.
"Bby...kenapa sepertinya ada yang kurang ya? tapi apa? aku cek semua sudah lengkap...udah aku masukin koper bby...apa ya?" Tanya ifa yang merasa sesuatu benar benar ia lupakan.
"Kita tuh lupa...oleh oleh buat Arga dan Nindi, Buat paman bibi...buat semua keponakan kamu...belum kan sayang....nah itu yang berasa kurang kamu pikirkan...bener nggak?" Ucap Aditya, Sebenarnya ia juga baru ingat soal oleh oleh yang sekalipun belum mereka beli sama sekali.
__ADS_1
"Ouh....iya bby....kita harus gimana? besok kita udah pulang bby...akh...kenapa aku bisa nggak ingat ya? bby..." Ucap manja ifa yang benar benar membuat gemas suaminya.
"Kenapa gitu aja sampai se cemas itu sayang? gampang itu...kita panjangin aja waktunya...mau berapa hari lagi sayang? akh...niatnya aku mau ngajak ke tempat tempat lain di negara lain sayang...tapi sepertinya kamu suka di sini ya..." Ucap Aditya yang lalu di angguki Ifa dengan mantapnya, Dan ia langsung memeluk tubuh suaminya yang tengah berdiri di depan kaca jendela lebar dalam kamar hotel yang keduanya tempati. Aditya merasa senang, Karena sang istri sepertinya sudah terbiasa denganya dan memperlakukanya tidak malu malu lagi seperti hari hari kemarin, Dimana Aditya yang lebih mendominasi di antara keduanya.
"Hemmmz...apa ini bisa aku artikan kamu sedang menginginkanku sayang?" Tanya Aditya sembari mengeratkan genggaman tanganya di kedua tangan sang istri yang tengah memeluknya. Sontak membuat ifa terkaget dengan perkataan suaminya, Ia langsung berusaha melepas pelukanya, Karena saking senangnya ia tadi tanpa sadar refleks memeluk tubuh Aditya.
Namun dengan cekatan, Sang suami langsung membopong tubuh sang istri menuju ke arah kamar pengantinya, Dan ifa hanya bisa menarik nafasnya dalam dalam dengan senyuman tulus di bibirnya, Baginya sang suami adalah segala galanya untuknya, Apa yang ia punya tidak lah bisa menyamai Aditya di dalam hidupnya. Cuma Aditya yang ia punya kini dan selamanya. Hingga pastinya keduanya menikmati malam panjang penuh kehangatan yang membuat keduanya makin menyatu satu sama lain.
Di kediaman Rendi Wijaya....terlihat mobil yang tadi keduanya tumpangi telah tiba terlebih dahulu, Dan Arga serta Nindi menyusul dengan mobil yang lain, Mobil yang asisten Arga antarkan tadi, Karena mobil yang mereka tumpangi waktu berangkat sudah penuh dengan pernak pernik bayi di dalamnya.
Terlihat Rendi dan Anin begitu terkejut atas kedatangan
"Pah...apa Arga lagi bawa sesrahan pah? kok bawa banyak barang?" Tanya Anin pada suaminya, Saat keduanya tengah duduk santai sambil menunggui puteri mereka pulang.
"Papa...mama..." Sapa keduanya yang baru tiba di hadapan mama dan papanya. Dan Arga masih belum memberi isyarat supir supir nya untuk mengeluarkan barang barang yang ada di dalam mobilnya.
"Ga...itu apaan?" Tanya Anin langsung seketika setelah Arga selesai menyapanya.
__ADS_1
"Ah...itu belanjaan buat calon adek mah...aku dan Nindi yang pilihin..." Ucap Arga dengan jujurnya.
"Nindi...kamu yang ajak Arga belanja?" Tanya Anin seketika
pada puterinya.
"Iya mah...Nindi yang ajak lah...lumayan kan ada yang belanjain..." Ucap asal Nindi yang tanpa ia pikirkan terlebih dahulu, Ia malah berpikir candanya lucu. Nindi tidak mengira kata katanya itu menyulut kemarahan kedua orang tuanya.
"Sejak kapan mama sama papa ngajarin kamu matre Nindi? kamu sudah buat malu mama sama papa, Dengan ngajak Arga jalan saja, Apa lagi sampai belanja sebegitu banyak barang, Hingga penuh satu mobil Arga, Mama nggak nyangka...didikan mama selama ini kamu abaikan Nindi...kamu sudah dewasa...kamu sudah akan menikah...tapi perilaku kamu tidak mencerminkan kamu dewasa nak....mama sungguh sedih..." Ucap Anin yang begitu merasa sedih atas apa yang di lakukan puterinya tersebut.
"Mah...itu Nindi patungan sama Arga...bukan semua pakai uang Arga...mama jangan salah..." Ucap Nindi yang menimpali ucapan mamanya.
"Tetap saja Nindi...mama benar benar malu di hadapan Arga...apa lagi jika sampai bunda Arga tahu hal seperti ini...Arga...maaf ya...anak mama ini sangat kolokan...kalau lihat barang barang unik lucu suka asal nyomot...dan tante nggak bisa menemani kalian malam ini...tante mau istirahat..." Ucap Anin sembari pergi berjalan dengan perlahan lahan dan di bimbing oleh sang suami di sampingnya yang ikut masuk kedalam.
Nindi masih berdiri mematung di tempatnya, Matanya berkaca kaca dan sudah akan meleleh, Ia baru sadar perilakunya yang mengambil kesempatan karena ada yang membelanjakan, Naluri keserakahan wanitanya muncul tiba tiba dan tanpa ia sadari. Meski Arga yang sebenarnya malah merasa bahagia dan bangga karena Nindi membutuhkanya pun tidak habis pikir, Hingga mama Anin sejauh itu mengartikanya.
Segera saja ia meraup tubuh kekasihnya yang ada di sampingnya itu ke dalam pelukanya, Memeluk dan mendekapnya dengan begitu erat disana.
__ADS_1
"Ga...apa aku se matre itu? kenapa mama bisa sampai se marah itu? ini pertama kalinya mama marah kayak gitu ga...dulu aku ngelakuin hal fatal pun mama selalu bela aku di depan papa...tapi...sekarang...seakan akan mama melepaskanku ga...aku sungguh nggak ada niat buat morotin kamu...aku..." Ucap Nindi yang tertahan karena tangisanya pecah di pelukan Arga.
"Aku tahu sayang...kamu nggak salah...aku yang ingin membelikanya itu tadi...aku yang merasa nggak enak...dengan soal ini sayang...sudah...jangan nangis...sekang cepat masuk ke kamar...dan mandi ya...lalu segera istirahat, Besok aku akan datang lagi untuk njelasin sama mama dan papa...okay...sekarang aku bawa dulu semua barang barangnya...sebelum masalah ini usai...aku simpan dulu semua...kamu tenang ya..." Ucap Arga yang menenangkan dan langsung di angguki Nindi, Dan kecupan Arga di kening Nindi mengakhiri pertemuan keduanya malam itu.