
Hingga beberapa saat Arga di dalam kamar mandi, Lalu keluar dengan mengenakan pakaian handuknya, Terlihat masih terdapat beberapa tetesan air yang menetes pada rambutnya, Seketika matanya tertuju pada sosok cantik yang kini sedang duduk di meja makan dengan senyum yang tersungging di bibirnya, Tertuju padanya.
"Sayang..." Ucap Arga sembari berjalan mendekat ke arahnya dan mengecup puncak kepala Nindi, Lalu melanjutkan langkahnya menuju ke dalam kamar dan mengganti pakaianya.
"Akh...kenapa sih dia pakai kemeja itu? kan aku makin suka tahu!" Ucap Arga dalam hatinya dengan senyum cengar cengir di bibirnya, Seraya mengganti pakaianya dengan pakaian kemeja yang sama, Dan celana pendek khasnya yang setiap di rumah ia pakai.
"Maaf ya...sudah lama nungguinya ya?" Ucap Arga yang baru saja datang dan duduk di samping sang istri.
"Akh...dia nampak sangat cantik...kenepa aku jadi kikuk seperti ini sih, Seperti bukan aku yang biasanya," Ucap Arga dalam hatinya lagi.
"Akh...enggak juga, Ini tadi juga baru aja kesini kok sayang...yuk makan malam..." Ucap Nindi yang sudah mengambil banyak nasi di atas piringnya dan lauk lengkap di atasnya, Tak lupa dua pasang sendok yang ia siapkan untuknya dan sang suami.
"Manis banget sih malam ini...sweet deh..." Ucap Arga yang membuat Nindi menyunggingkan senyumnya. Hingga keduanya pun makan bersama sepiring berdua, Sampai beberapa saat makanan yang ada di piringnya pun sudah habis di makan berdua.
"Mau nambah?" Tanya Nindi pada sang suami. Dan arga pun hanya menggeleng tanda ia sudah cukup kenyang saat itu. Lalu keduanya memutuskan untuk menonton acara televisi, Menunggu makanan yang baru keduanya makan itu tercerna sempurna, Sebelum melanjutkan malam yang panas berdua.
__ADS_1
Bayangan itu pun sudah memenuhi otak Arga malam itu, Hingga tanpa sadar senyumnya lagi lagi tersungging di bibirnya, Senyum geli saat ia mengingatnya.
"Besok kita di rumah aja ya sayang...mulihin tenaga...karena esoknya lagi kan udah acara pesta kedua kita di pantai...kita nggak boleh kecapek an kan sayang...?" Ucap Arga dengan tangan menggenggam jemari sang istri, Lalu mengecupnya. Dan Nindi hanya membalasnya dengan senyuman dang anggukanya saja. Hingga beberapa saat, Arga mulai menarik perlahan jemari tangan Nindi hingga membuat tubuh gadis itu sampai menempel pada lengan sang suami, Lalu perlahan lahan keduanya saling mendekatkan wajahnya dan saling membimbing untuk berciuman disana, Hingga beberapa saat saling berpagut, Sampai Arga menatap lekat wajah cantik di sampingnya itu, Mengusap lembut pipi gadis cantik yang kini telah sah menjadi istrinya, Dan yang ada hanya pahala yang keduanya dapat saat berduaan dan saling manja.
"Cantik sekali kamu malam ini sayang..." Bisik Arga tepat di telinga Nindi, Dan ia mulai menyusurinya hingga pelukan Nindi semakin erat merangkul lehernya dan mengerat disana.
Arga pun langsung membopong tubuh sang istri dalam pelukanya dan mengajaknya menuju ke atas pembaringan, Dimana disana adalah tempat ternyaman yang Arga dan Nindi mau.
"Sekian lama kita saling menunggu...bisakah malam ini kita melakukanya sayang?" Bisik Arga lagi saat ia sudah menidurkan sang istri di atas pembaringanya. Dan Nindi pun hanya mengangguk perlahan, Saat itu Nindi sudah merasakan perutnya tak nyaman, Namun ia kira itu adalah reaksi alami saat ia merasakan Arga tengah menggodanya dengan berlebih.
Dan memulai lagi dengan ciuman perlahanya, Makin lama makin memanas, Dan makin turun, Membuat Nindi makin meringis menahan sakit yang entah mengapa tak mampu Nindi tahan lagi, Gemeretak giginya menandakan ia sangat menahanya, Sampai...
"Akh sakit Arga....sakit...." Teriak Nindi dengan mata yang mengalirkan butiran bening di ujung ujung matanya.
"Loh kok sakit sayang? aku aja belum ngapa ngapain...sayang...kenapa?" Tanya Arga dengan cemasnya, Dan seketika itu pula menyudahi aktivitasnya.
__ADS_1
Terlihat Nindi meringkuk sembari kedua tanganya menekan perutnya, Dan terlihat memang itu bukan candaan Nindi atau pura pura, Benar ia tengah kesakitan.
"Sayang...aku belum ngapa ngapain...kenapa? kamu kenapa?" Tanya Arga lagi dengan bertubi tubinya, Terlihat cemas di semua wajahnya.
"Ga...sepertinya aku akan datang bulan...perut aku sangat sakit ga...melilit...aku minta tolong...belikan aku pembalut dan celana dalam ya di minimarket terdekat...cepat sayang..." Ucap Nindi dengan gemeretak gigi yang saling mengerat, Menahan sakit.
"Sama obatnya sekalian ya sayang...tolong ya..." Ucap Nindi lagi, Lalu Arga pun meraih kemejanya lagi, Kemeja yang tadi ia lepas dan lempar asal asalan, Lalu mencatat merk pembalut dan ukuran celana dalam Nindi, Serta obat yang istrinya itu perlukan, Semua ia catat dalam ponselnya.
"Tunggu ya sayang...aku carikan...kamu nggak apa kan aku tinggal sebentar?" Tanya Arga lagi dengan nada cemasnya, Dan Nindi hanya mengangguk saja, Barulah Arga bisa meninggalkan Nindi sendiri disana.
"Aku kira kisah seperti ini hanya ada di film film dan derama, Kenapa bisa aku pun mengalaminya, Akh...dunia ini...Arga Sanjaya...malam malam cari celana dalam sama pembalut, Semoga saja mereka nggak kenal aku...akh...malam pertama yang tadi sudah aku bayangkan...gagal gara gara tamu bulanan, Kenapa pas banget sih..." Gerutu Arga di dalam mobilnya, Dimana ia sudah sangat menginginkanya tadi, Namun harus ke pending nggak tahu sampai kapan, Hingga sampailah mobil yang dikendarainya ke depan minimarket yang lumayan lengkap disana, Ia segera bergegas menuju kasir, Mengingat sang istri sudah kesakitan di rumah sendirian.
"Mbak...tolong temukan barang barang di ponsel saya ini dengan segera ya...istri saya membutuhkanya...cepat ya..." Ucap Arga tanpa basa basi dan malu, Ia bersikap biasa saja untuk menutupi rasa malunya, Toh mungkin kelak siapa yang tahu, Kalau ada hal yang lebih konyol lagi dari yang sekarang, Yang harus ia lakukan, Kan tidak tahu.
Hingga semua yang Arga minta sudah lengkap, Arga pun membayarnya lalu membawanya bergegas menuju ke apartemenya. Malam yang panjang dan menggairahkan yang Arga bayangkan tadi, Kini berubah menjadi malam yang panjang dan panas...karena Arga berlarian memburu waktu secepatnya agar sang istri cepat meminum obatnya dan memakai apa yang harus ia kenakan.
__ADS_1