
"berapa malam pun aku sanggup!"
kata si wanita cantik...
"lalu berapa tarifmu per malam?"
tanya ulang rendi.
lalu mengambil telfon nya dan menelfon seseorang,
"kau siapkan uangnya",
ucap terakhir rendi pada telfonnya.
"siyaap pak",
kata seseorang di seberang telefon.
tok tok tok....pintu di ketuk,
lalu rendi bangkit dengan segera dan membuka pintu,
di depan pintu berdiri pengawal rendi yg membawa selembar kertas di tangannya.
"kau boleh pergi",
ucap rendi.
lalu rendi masuk ke dalam kamar,
ia berdiri agak jauh dari wanita cantik yg sekamar dengannya kini.
"salsa"
ucap rendi.
yg bersangkutanpun terbelalak matanya karena terkejut,
lalu membenahi duduknya.
"disini kau memakai nama salsa,tapi di negara dan kota asalmu kau bernama siti",
ucap rendi yg membuat wanita itu menciut.
"kau punya 1 adik perempuan dan ibu yg sedang sakit keras",
ucap rendi lanjut,
"apa kau masih mau mendengar kelanjutannya lagi?,
ucap rendi yg langsung di sambut isakan oleh wanita cantik itu.
"maafkan aku tuan...maafkan kebodohanku",
sambil bersujut dan hampir memeluk kaki rendi,namun rendi dengan cepat biaa membaca gerakannya dan menghindar mundur satu langkah.
__ADS_1
tok tok tok...terdengar pintu di ketuk lagi.
dengan cepat rendi pun membuka pintu.
disana berdiri seorang yg membawa amflop coklat yg tidak begitu besar namun terlihat penuh.
"kau...tunggu disini",
perintah rendi.
lalu ora g itu pun menuruti nya.
rendi kemudian masuk ke dalam kamarnya,
ia kini membawa amflop coklat di tangannya.
sampai di dekat wanita itu,dia melempar amflop tepat di depan wajah wanita itu namun tidak melukainya tentunya.
"kau mau itu kan?ambil dan pergilah sejauh mungkin dari hadapanku,
jangan sampai aku melihatmu lagi.
kau orang baik...kau seperti ini karena ibumu yg sedang sekarat,
jadilah baik ubah prilakumu,tak semua laki2 bisa dengan mudah kau goda",
ucap rendi sambil membalikkan badannya,
"baik2 tuan...saya akan mematuhi kata2 anda maafkan kelakuan saya tuan maafkan..."
lalu rendi membuka pintu kamarnya,
"bawa dia pergi,"
ucap rendi pada pengawal di luar,
yg lalu di laksanakan oleh si pengawal.
pengawal itu masuk ke kamar rendi,menarik berdiri wanita cantik itu yg tertunduk dari tadi.
memapahnya sampai keluar kamar.
lalu rendi menutup dan mengunci pintunya.
"rumput liat,kalau tak di cabut sampai akarnya,bisa sangat merepotkan",
gumamnya sambil merebahan tubuhnya di atas tempat tidurnya,
matanya menerawang langit2 kamarnya,
ia membayangkan pasti istrinya sekarang sudah terlelap jauh...bahkan sudah memasuki alam mimpinya.
"baiklah aku telephon besok saja",
ucap rendi.
__ADS_1
"tapi aku sangat merindukan suaranya..."
ucapnya lagi.
lalu tanpa sadar ia meraih ponselnya dan memencet nomor ponsel istrinya.
di kamar anin.
anin terbangun saat telfonnya berbunyi.
lalu meraihnya dan di lihatinya itu suaminya,
seketika matanya melebar saking senangnya,
melonjak kegirangan sampai terkaget
"aduh"keluhnya...karena ke asyikannya perutnya sedikit kontraksi.
"kak rend....halo...."
ucap anin seketika.
rendi hanya terkikik membayangkan istrinya sekarang.
"kak rend...."
sentak anin.
"halo2 sayang...kau terbangun ya karena telfonku?"
kata rendi.
"kenapa baru kasi kabar si kak,aku uda mikir macam 2 dari pagi tau kak rend",
ucap jujur istrinya.
"kok dari pagi...kan aku baru berangkat",
tanya rendi.
namun anin hanya memilih diam,ia tak mau suaminya tahu kalau ada gosip tak jelas di lingkungannya.
"aku hanya kangen kamu",
kata polos anin mencoba menutupinya.
"apa kau sudah makan malam tadi"?
tanya rendi pada istrinya.
"tentu sudah lah..."
ucap anin.
"baiklah...aku sudah tenang mendengar suaramu...sekarang lanjutkan tidurmu sayang",
__ADS_1
ucap rendi lalu mematikan telfonnya.