Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
SEMULUS PANTAT BAYI


__ADS_3

"Loh Ga...ini mobil kok belok? mau kemana Ga?" tanya Nindi yang merasa salah jalan... harusnya jalan menuju ke rumahnya itu lurus lanjut eh tapi ini belok nganan.


"Katanya kamu masih kangen? maksimal kan mulangin kamaunya pukul sepuluh malam Nindi sayang..." ucap Arga yang membuat Nindi mendelik menelan ludah nya.


"Tenang Nindi...gini-gini belajar karate waktu umur enam tahun...masih ingat dong jurus nya...santai...kalau cuma nimpuk-nimpuk ma gampang..." pikir Nindi saat fantasinya sudah melayang jauh dan mobil memasuki kawasan perhotelan. Bagi Nindi memang.ia mencintai Arga, namun untuk yang aneh-aneh...ia belum bisa.


"Loh...kita kok berhenti di hotel ini ga?mau ngapain?" tanya Nindi yang sudah khawatir di puncak ubun-ubun.


"Ada perlu sebentar...ayo ikut aku...sebentar aja kok..."ucap Arga lalu keluar dari mobil nya dan mengajak Nindi turun juga. Keduanya masuk ke pintu utama hotel, lalu Arga menggandeng Nindi mengajaknya menuju ke sebuah lounge di hotel bintang lima tersebut.


"Duuuh Arga mau ngapain sih ini...?" ucap Nindi dalam hati.


"loh sayang kok kamu keringatan kaya gini? kamu sakit?" tanya Arga yang melihat Nindi keringatan padahal udara dingin saat itu.


"Aku...aku nggak apa apa kok Ga..." jawab Nindi.

__ADS_1


"Awas lu...jangan kira sudah dapat restu dan hati ku...kau bisa seenaknya ya..." ucap Nindi dalam hatinya meski ia sudah menjadi kekasih Arga.


"Hei...otakmu jangan di isi yang ngeres-ngeres dong sayang...aku ada perlu di hotel ini...ini salah satu hotel yang aku miliki sahamnya. Ayo masuk...jangan banyak mikir deh..." ucap Arga sambil jari telunjuknya menyentuh hidung Nindi dengan imut nya.


"Huuuufffft....kirain mampir hotel mewah mau ngapain Ga...aku kan jadi dag dig dug...jadinya..." ucap Nindi dengan suara lirih yang membuat Arga seketika berpaling menatapnya.


"Sayang...kamu bilang apa? coba ulangi agar aku bisa mendengarnya..." ucap Arga dengan wajah sedikit menyelidik di sana.


"Oh...nggak apa apa Ga...silahkan lanjut...aku tunggu di lobi hotel ya..." ucap Nindi seketika.


"Loh kok nglanggar sih Ga? emangnya disini siapa yang mau jahilin aku? godain aku?" tanya Nindi.


"Paling juga kamu Ga!" ucap Nindi dalam hati.


"Memangnya ada janji apa kamu sama papa Ga?" tanya Nindi yang ingin tahu.

__ADS_1


"Sayang...aku janji ngerawat kamu sampai pulang....dengan keadaan utuh ngerti?" kata Arga lagi.


"Maksudnya Ga?" tanya Nindi tidak tahu.


"Sayang...disini siapa tahu ada nyamuk nakal yang akan menghisap darahmu...kan itu namanya aku udah ingkar janji dong." Ucap lebay Arga yang mulai kumat. Aslinya Arga masih merindukan Nindi...ia ingin terus bersama gadis itu.


"Oke Arga...aku ikut...dari pada songongnya kamu kumat." Ucap dalam hati Nindi.


"Ayo Ga...aku ikut..." ucap Nindi sambil akan melangkah, namun Arga menyekal tangannya, tiba-tiba ia melepas jas yang di kenakannya, lalu memakaikannya ke tubuh Nindi.


"Baiklah sayang ayo..." ucap Arga sambil mengapit pinggang Nindi dan berjalan menuju lift. Keduanya masuk ke dalam lalu pintu lift pun menutup kembali. Dan Arga segera memencet beberapa tombol hingga lift itu beranjak naik menuju ke atas.


"Sayang kau tidak kedinginan?" tanya Arga tiba-tiba yang membuat bulu kudu Nindi merinding seketika. Karena dengan cepat Arga memeluk tubuh ramping Nindi itu dari samping, menempelkan kepalanya di sela pundak dan leher Nindi hingga menyentuh pipi mulusnya. Kulit lembut keduanya beradu disana.


"Kulit pipi Arga ternyata semulus pantat bayi...tuhan...ini benar-benar nyata..." teriak hati Nindi karena kaget dan bercampur girang.

__ADS_1


__ADS_2