
tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul satu siang saat kakek tiba di kediaman rendi,
bi ani dan bi ana selalu siap menyambut kedatangan tuan sepuh nya,
"selamat datang tuan sepuh..."sapa kedua bibi.
"cucuku kemana semua bi?"tanya kakek pada kedua bibi yang sedang mingikuti di belakangnya.
"tuan dan nyonya muda sedang istirahat tuan...apakah tuan sepuh ingin kami membangunkannya tuan?"
tanya bibi pada kakek.
"tidak bi...tidak usah bi...biarkan saja sampai mereka bangun dengan sendirinya bi..."ucap kakek...
dan terlihat dari arah depan,mang ujang membawa barang bawaan kakek yang begitu banyak,
"taruh saja sana mang..."ucap kakek pada mang ujang.
dan dengan seketika mang ujang pun menaruh bawaan itu ke tempat yang kakek inginkan.
setengah jam kemudian anin terbangun karena ingin membuang hajat kecil,
lalu rendi pun terbangun seketika dan memapah istrinya masuk ke dalam kamar mandi,
setelah dari kamar mandi...anin di ajak suaminya keluar kamar,di sana sudah ada pak totok,supir yang menyupiri kakek ke luar kota,ia sedang makan di dapur.
"pak...kakek mana?"tanya anin seketika pada pak totok.
"tuan sepuh apa di teras belakang nyonya..."
ucap pak totok.
"terimakasih pak..."ucap anin dengan girangnya lalu mengajak suaminya menuju ke teras belakang,dan dengan senang hati rendi pun menuruti kata-kata istrinya itu.
sesampainya di teras belakang...anin menatap ke segala penjuru arah taman belakang.matanya seketika tertuju pada tubuh yang sudah tua yang sedang duduk dan dengan tongkat yang menyender ke meja sebelahnya.
seketika anin tahu itu kakek sedang membaca berita di koran.
"kakek..."sapa anin dengan girangnya sambil mengajak suaminya berjalan mendekat ke arah kakek nya.
"cucu-cucuku..."ucap balas kakek saat melihat kedua cucunya datang menghampiri ke arah nya,
setiba di dekat kakeknya,anin dan rendi menyalami tangan kakek dan kemudian duduk di kursi yang ada di taman,sambil menikmati suasana sore dan menatap birunya air dalam kolam renang.
"kakek...kapan pulangnya kek?"tanya anin dan rendi bebarengan.
"tadi siang saat kalian masih tidur nyenyak,"ucap kakek.
"cu...kakek punya hadiah untukmu..."ucap kakek untuk anin,dan di sambut anin dengan senyum cerah nya.
__ADS_1
"sungguh kek...apa itu?"tanya anin pada kakeknya.
lalu kakek pun meminta bi ani datang untuk membawakan apa yang kakek inginkan tadi.
"ini tuan..."kata bi ani saat menyerahkan bungkusan yang tadi sudah di bilang kakek.
"ini sayang kamu buka saja coba di lihat apa kamu menyukainya?"tanya kakek pada anin.
dan dengan senang hati anin pun menerima bungkusan itu dengan bahagianya,lalu di bukanya bungkusan itu dengan mulut lebar bahagianya,
lalu tiba-tiba...
mulut yang menganga itu kemudian berubah menjadi kebingungan di sana.
"kek...ini beneran...hadiah kakek dari luar kota?"
tanya anin pada kakeknya dengan keheranan.
"benar dong sayang...kenapa?kamu tidak suka?"
tanya kakek.
"yang bener saja kek...ini kedondong banyak banget kakek...terus gimana anin menghabiskannya?"tanya anin yang membuat rendi terkikik seketika.
"kenapa nak kok ekspresinya seperti itu?tidak suka ya?rendi dulu bercerita...temanmu neta pas ke luar kota jauh-jauh cuma kamu suruh bawakan buah ini bukan?"
tanya kakek.
"sudah sayang...nanti aku bantu makan dan habiskan ya sayang...jangan khawatir deh,"ucap arif dengan cekikikannya.
"sudah...sudah...jangan gangguin cucuku lagi rend...ini bukan hadiahnya nak...ini di beri orang di jalan,"ucap kakek,padahal itu di beli kakek dari seorang penjual yang renta di pinggir jalan.
lalu kakek merogoh saku baju nya dan menyerahkan sebuah kotak warna biru pada anin.
"buka lah nak..."ucap kakek.
lalu anin pun dengan senang hati dan mata berbinarnya, dan ia kemudian menuruti kata kakeknya dan langsung membuka kotak biru tersebut,
dengan ekspresi yang sama anin pun membukanya...lalu...tiba-tiba ekspresinya berubah sama pula seperti saat melihat kedondong barusan.
"loh nak...kenapa lagi?kurang bagus atau gimana nak?"
tanya kakek pada anin.
"ah...kakek sama saja seperti kak rendi...persis sama...kenapa sedikit-sedikit ngasih perhiasan sih kek...kakek kan tahu..di lemari sekotak penuh perhiasan semua...tapi apakah aku memakainya?hanya cincin nikah dan kalung warusan dari almarhum nenek dan ibu ini saja yang aku pakai,"kata anin menerangkan.
lalu "tuk,"auuuuh...ketukan rendi di kening istrinya,
"memang dasar nya kamu saja sayangku...yang beda dari wanita ke banyakan...mereka suka perhiasan tapi kamu suka udang goreng,aneh bukan?"jawab rendi.
__ADS_1
lalu tawa kakek pecah mendengar nya.
"walau begitu...terima kasih kakek...ini akan jadi koleksi baru anin...nanti setelah ngumpul banyak...anin akan buka toko mas ya kakek...ya kak rend..."ucap anin dengan polosnya.
dan lagi-lagi tawa kakek pecah mendengar perkataan cucunya.
"kakek lelah sangat seharian ini...dengan canda kalian barusan saja lelahku sudah hilang nak...berganti semua tulangku serasa mau copot,"ucap kakek seketika.
"baiklah...kalian lanjutkan candanya...kakek masuk dulu ya...kakek mau mengistirahatkan tulang tua ini,"
uvap kakek yang lalu beranjak berdiri dari duduknya dan berlalu pergi begitu saja.
"lak rend...temani aku berenang ya sayang..."pinta anin.
"kapan sayang?"tanya rendi seketika.
"tahun baru sayang...ya sekarang dong kak rend...gimana sih..."ucap anin dengan sewot nya.
"iya...iya...ayo aku temani...ganti pakaian dulu ya sayang..."
ucap rendi yang langsung di angguki istrinya dan turut pergi menuju kamarnya,
rendi hanya duduk di sofa dengan menatap ponsel di tangannya,ia menunggui istrinya memakai pakaiannya untuk berenang.
"astaga,"ucap rendi seketika yang melihat istrinya keluar dengan pakaian ala-ala perenang profesional itu,
matanya terbelalak dan bibirnya mengatup rapat dan menelan ludahnya.
pakaian warna ungu tua dan dengan belahan dada yang sangat panjang ke bawah.
"sayang...bagaimana?apa kau suka?"tanya anin.
dan rendi langsung saja menghampiri istrinya sambil mengapit satu tangannya ke pinggang istrinya dan tangan yang lain menarik tengkuk anin dan menghujamkan ciumannya di bibir anin hingga ke leher jenjang istrinya,sontak anin pun mendorong tubuh suaminya,
"kak rend...di tanyai malah tidak komentar sih?malah nakal deh..."ucap anin yang tidak di hiraukan lagi,
rendi melancarkan aksinya hingga semua pakaiannya terlepas dan melucuti pakaian renang istrinya itu,
kemudian keduanya melakukan sesuatu hal yang indah sore itu.peluh membasahi keduanya dan lemas terasa yang anin rasakan.
"kau baik-baik saja sayang?kau tidak apa-apa?"
tanya rendi yang begitu khawatir di samping istrinya itu.
"tenanglah...aku tidak apa-apa sayang...kau begitu khawatir rupanya,aku sengaja menggodamu...karena sudah seminggu kau tidak menyentuhku...apa kau kira aku tidak tahu apa yang kau rasakan itu?"
ucap anin pada suaminya.
"aku khawatir padamu dan anak kita sayang...kau itu ternyata..."ucap rendi sambil mengelus pipi mulus iatrinya itu.
__ADS_1