Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
perhatian


__ADS_3

"ooh....oke...oke....om mari kita makan bersama...sekertarisku sudah menyiapkan makan siang untuk kita,"


ucap arga sambil mempersilakan om rendi dan puterinya itu untuk berjalan melewati sebelah kantor nya menuju samping.


ruang kantor arga yang tembus pandang melihat ke luar balkon membuat suasana nyaman di sana,sedangkan orang dari luar kantor arga tidak bisa melihat ke dalam ruang kantor nya itu apa lagi ke balkon yang akan mereka gunakan untuk makan siang.


"silah kan om..."ucap arga mempersilahkan duduk.


sedangkan nindi yang masih terpesona melihat sekeliling balkon.


sebagian balkol yang menyambung dengan ruangan arga ada beberapa payung besar yang bila hujan otomatis menutup,di bawahnya ada beberapa meja dan kursi.


serta di samping samping kiri kanan meja itu yang di tumbuhi rumput hias hijau dengan berbentuk sekotak rumput sekotak lantai,sangat indah.


dan hanya lantai dan akses jalan yang menuju bawah payung-payung itu yang berlantai total,


sungguh indah bak taman,meski tidak ada pohon disana,namun bunga-bunga kecil dan pohon-pohon yang di bonsai saja yang menghiasi sana sudah membuat mata terpesona.


arga beranjak berdiri,


"om sebentar ya arga panggil...siapa ya puteri om namanya?"tanya arga sambil menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal.


"kamu ini ga....masak sudah kamu panggil honey...honey dari om dengar tadi...kok belum kenalan sih?"


jawab om rendi.


"sebenarnya...bukan honey sih om panggilan awal arga ke dia...arga panggilnya cewek seratus lima puluh om...cuma kalau om dengar dan tahu kan nggak enak...jadi baru tadi pagi sih arga ganti begitu saja,"ucap jujur arga.


dan seketika rendi tersentak,mendengar ucapan laki-laki tampan di depannya itu.


"haaaah...apa yang kamu bilang?"tanya papa rendi dengan sangat terkejutnya.


"kau anggap puteri ku itu apa?"tanya rendi seketika dengan jengkelnya dan tanpa sadar nindi pun menoleh karena mendengar papa nya sedikit membentak,


"bukan begitu maksudnya om...tapi puteri om waktu itu menolong saya...dan karena dia ngasih arga uang seratus lima puluh om...karena arga belum tahu namanya,arga panggil si seratus lima puluh saja om...sampai hari ini...baru arga tahu...ia bernama nindi...dan maaf om...bukan maksud arga ngatain puteri om rendi..."


ucap arga sungguh-sungguh....dengan menerangkan kejadian yang sebenar nya.


lalu om rendi malah tertawa ter bahak-bahak.


arga dan nindi bersamaan menatap papa rendi dengan wajah kebingungannya,


"ga...kamu takut om marah?"tanya rendi pada arga,


"tentu lah om..."ucap arga dengan jelas nya.


"aku takut nggak dapat restu,"gumam arga yang suaranya

__ADS_1


hampir tertelan.


nindi pun berjalan mendekat ke arah keduanya.


"ada apa pah?"tanya nindi seketika.


"arga...arga....mending kamu manggil nindi cewek seratus lima puluh,nah nindi...manggil kamu si belel,parah banget ga...!"ucap papa rendi dengan masih sedikit tertawa.


"ayo...ayo...sudah kita makan saja yuk..."


ucap om rendi mengajak anak gadisnya untuk duduk,


dan arga pun ikut duduk lagi ke kursinya tadi,


"dan nanti kamu ga...wajib cerita lagi yang sebenar nya...kenapa nindi bisa manggil kamu si belel...dan...


om lihat kamu itu seorang yang ambisius...dan perfect banget...teliti dan detail...setiap tender yang om ajukan...om kira sudah teliti dan detail...tapi punya mu lebih teliti dan detail lagi...akhirnya om hanya bisa menerima."


terang om rendi dan arga hanya tersenyum kecut,karena beberapa kali bersaing dengan om rendi.


"maafin arga ya om...arga..."


"haaaaiiiizzz....kalian ngobrol...aku balik...aku mau makan di kantin saja...cacing-cacing di perutku tidak bisa kenyang kalau cuma dengar papa dan...siapasih kamu?...ah siapalah....nggak penting ngobrol terus saja!"ucap ketus nindi sambil menatap arga di sampingnya.


"honey...kok kamu gitu sih..."ucap arga seketika.


"lu bilang honey...honey lagi...aku timpuk lagi...mau?"


dan yang membuat papa nya tertawa karena ocehan nindi yang nggak ada sopan-sopannya sama atasan.


"mentang-mentang pacar,"pikir papa.


"sayang...sudah lah...kamu ini sama pacar sendiri sadis nya minta ampun!dia bos kamu loh...bos besar...kamu mau di pecat ya?ayo sekarang makan,"


ucap rendi yang seketika membuat nindi tersadar,bahwa cowok ganteng di sampingnya itu benar-benar seorang bos,lalu nindi menerawang...mengingat ingat...pagi tadi...nindi membaca koran papa,nindi melihat foto cowok ini,arga sanjaya pemilik tempatnya kerjanya sekarang,gedung ini yang ia pijak.


"gluk,"nindi mengumpulkan ludahnya dan menelannya.


sambil matanya melirik ke arah cowok di sampingnya itu,


dan di sambut kerlingan sebelah mata oleh arga,


"duar..."suara jantung nindi entah sudah meledak dengan bibir mangatup dan wajah hampir menciut.


"si cowok belel...eh...pak arga,"gumam dalam hati nindi.


"pah...gendong nindi...bawa nindi pergi dari depan cowok ini pah...sekalian tenggelamin nindi ke kasur busa pah...nindi tak kuat...terlalu sadis nindi dengan bos nindi ini pah,sekalian nindi ngilang aja deh kalau bisa,"

__ADS_1


tangis dalam hati nindi yang memilukan.


"klutak..."suara piring nindi yang baru di taruh papa nya di atas meja depan nya,yang seketika membuat nyawanya kembali.


"makan yang banyak sayang..."ucap papa sambil meletakkan piring nya.


"waaaawwww...."matanya melotot saat nindi melihat gundukan makanan di depannya,menggunung tinggi menjulang.


"papa...nindi bukan babi pah...."ucap nindi merengek pada papanya.


"protesnya jangan sama papa dong sayang...sama orang di sampingmu itu lo...papa ngambilin cuma sedikit,dia yang terus nambahin dari tadi tu,"ucap jujur papa rendi.


"heeey...."teriak nindi dengan nada yang sedikit tinggi.


"pak arga...terimakasih...aku mau membaginya denganmu..."ucap halus nindi namun penuh greget seketika sambil mengambil piring penuhnya dan menuangkan sebagian isinya ke piring arga yang masih kosong.


"makan tuh...biar perutmu yang rata jadi melembung,"


ucap nindi dalam hati sambil senyum palsu menghadap arga.


"lihat lah om...honey ku perhatian sekali kan om...apa dia begitu juga dengan om dan tante?pasti tidak...pasti baru arga kan yang pertama?"ucap jujur arga,


"bagai manapun...iQ ku lebih tinggi dari kamu nindi...mau bermain seperti apa juga aku ladenin..."


ucap bangga dalam hati arga.


"benar ga...dia perhatian seperti itu baru denganmu itu!"


ucap jujur papa rendi.


"aaaaarrrrrgggg....kenapa aku yang selalu terpojok tuhan...tolong seseorang datang lah...tarik aku dari sini...papaku sudah tidak memihakku...hiiiikkks...."


tangis meraung nindi di dalam hatinya.


mau tidak mau nindi pun menikmati makanannya.


"oh ya nak...kamu jangan sekali-kali adu argumen dengan arga,dia iQ nya tinggi di atas rata-rata,bahkan sejak sd dia sudah ikut program akselerasi...hingga smp sma dan perguruan tinggi,dia seumuranmu tapi sudah lulus s3 nya nak...kamu baik-baik ya sama arga...jangan sadis...sama anak orang,"pesan papa rendi pada puterinya,


"sebenar nya anak papa siapa sih?membanggakan dia malahan di depan anak sendiri,"gerutu nindi sambil mengunyah makanannya.


dan tiba...tiba...


"uhuuuk.....uhhhuuuuuk...."nindi tersedak makanannya.


"honey...kamu nggak apa-apa?ini minum,"


seketika arga menyodorkan air pada nindi,dan nindi langsung menerima dan meminumnya.

__ADS_1


diam-diam rendi menatap keduanya,


"arga baik tanpa di buat-buat...seandainya baiknya hanya di buat-buat saja...mungkin ia tidak se khawatir itu saat melihat puterinya kesedak barusan,"gumam rendi dalam hatinya.


__ADS_2