
"Tuh kan yang! kamu nakal deh...hemmmz...kamu selalu menggodaku terus...pinginnya sih balas kamu nih, tapi...aku nggak bisa!"
ucap Arga tertahan, dan itu yang membuat Nindi kepikiran terus.
"Kok gitu? nggak mau balas ciumanku kenapa sih Ga? kamu nggak suka lagi ya ma aku? nggak cinta lagi ya? kamu ada yang lain ya Ga? kamu duain aku ya Ga? makanya nggak nafsu nyium aku lagi?" tanya nerocos Nindi sambil berkaca-kaca kedua matanya karena ucapan Arga benar-benar membuat pikirannya langsung melayang jauh, sambil menghadap Arga dan menarik-narik kemeja putih lelaki itu dan menatap mata Arga dengan lekat. Begitu manja dan menggemaskan bagi Arga saat itu.
"Sayang...aduh...kamu ini kenapa sih? bukan gitu..." ucap Arga lagi.
"Kamu yang kenapa Ga? bilang ma aku...kamu takut papa? kamu takut mama aku? atau kamu takut bunda?jangan alasan deh Ga? mereka nggak tahu ga...kenapa coba alasan kamu?" ucap nerocos Nindi lagi dan benar-benar terlihat kesedihan disana.
"Duuuh gimana aku mau jawab kamu...? kata-kata kamu dari tadi tuh nerocos mulu sayang...aku nggak ada jeda buat nyela ucapan kamu." Ucap Arga dengan sedikit gelisah karena wajah Nindi di sana sudah akan naik level nya dari sendu dengan kedua mata berkaca-kaca kini hampir meleleh dan tumpah.
"Lalu kenapa nggak mau balas ciuman aku Ga? apa aku nggak menarik lagi di mata kamu?" tanya Nindi dengan sendunya dan suaranya hampir tertelan. Kini ia menunduk, ia sudah tidak sanggup menatap wajah Arga lagi.
__ADS_1
"Sayang...bukan aku nggak mau...tuh lihat...tepat di pojok belakang aku ada kamera CCTV...gimana? kamu mau viral? mau terkenal sayang dengan ciuman Arga sanjaya?" ucap Arga sambil menarik menaikkan dagu nindi ke atas menatap kamera di belakang mereka.
"What!!!...Arga sanjaya...! kenapa kamu nggak bilang dari tadi sih?" tanya Nindi sambil menarik jas Arga sampai menutup kepala nya penuh, menutupkannya, dan Arga yang tertawa tertahan sambil mengusap usap luar jas yang menutupi kepala kekasihnya itu.
"Kau lucu sekali sayang...aku ingin memelukmu...sambil menggigitmu karena gemas." Ucap Arga sambil akan memeluk Nindi dari belakang, namun Nindi dengan cepat menepis dan mendorong-dorong tangan dan tubuh Arga. Seketika Arga pun terbahak-bahak.
"Agak sono bisa nggak sih...jangan dekat-dekat deh..." ucap Nindi lagi yang masih kesal.
"Sayang...sekarang aku sudah sangat menginginkan mu...aku ingin sekali menciummu...rasanya manis sekali..."
"Ting...." lalu pintu ligt terbuka.
Disana sudah berdiri dua satpam yang menyambut keduanya, terlihat menatap satu sama lain dan kebingungan.
__ADS_1
"Oh...maaf pak saya kira di dalam lift ini tadi bukan anda pak...maafkan kami..." ucap kedua satpam. Namun Arga hanya tersenyum dan berlalu menyusul kekasihnya yang sudah ngibrit duluan karena malu.
"Duh...kalau ini viral dan di lihat papa...aduh...bisa perang dunia ke sembilan ntar..." gerutu Nindi dalam hati nya.
"Aaah...malunya aku...mau taruh mana ini muka aku...? Arga brengsek itu...malah nggak cepat kasih tahu...aaaakkh..." gerutu Nindi lagi lagi. Lalu keduanya menuju tempat parkiran. Namun sebelum keduanya masuk kedalam mobil Arga menarik tangan Nindi hingga Nindi terhenti seketika.
"Bugk..." Arga menyandarkan tubuh Nindi perlahan di luar pintu mobilnya dengan tubuh menghadap ke arahnya, kedua tangan kekarnya mengurung tubuh Nindi di sana hingga Nindi menjadi kikuk saat merasakan begitu dekatnya hembusan hangat nafas Arga menerpa wajahnya disana.
"Ga...apa yang coba kamu lakukan?" tanya Nindi dengan tatapan tajam dan bibir mengatup. Perlahan Arga mendekatkan wajahnya kian mendekat.
"Sayang...ini sudah di luar jangkauan CVTV...sampai kapan kau akan mengalihkan wajahmu itu?" tanya Arga saat melihat wajah kekasihnya itu masih menunduk malu. Namun Nindi hanya terdiam saking malunya.
"Cup." Kecupan Arga yang mendarat di bibir Nindi yang begitu lembutnya, hingga membuat Nindi terlena lalu keduanya saling membalas untuk beberapa saat. Hingga tanpa sadar Arga menyerbu ke rahang dan berakhir di leher Nindi dengan bekas yang samar karena Arga masih dalam tahap belajar, oke...masih belajar. Cukup satu bekas saja yang samar-samar.
__ADS_1
"Huuuft...hampir saja!" ucap Arga seketika, lalu kembali ke akal sehat nya.