Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Fix calon suami


__ADS_3

"Yang bener ini kamu namain aku bos datar? nggak ada nama yang lebih horor lagi apa? bisa bisanya bos datar!"


Ucap Aditya dengan nada datar yang sama namun lebih meninggikan suaranya. Dan ifa hanya terdiam dan menunduk saja tanpa menyela ataupun menyangkal.


"Kau sudah pernah lihat tubuhku apa? kenapa kau bilang datar? mau aku tunjukan? kalau tubuhku tidak datar seperti yang kau katakan? tubuhku lebih berotot dari yang kaubayangkan. Enak saja datar datar...gini gini para gadis banyak yang kepingin liat tahu!" Ucap nerocos Aditya yang tanpa ia sadari sudah membuat syock ifa yang dari tadi menundukan kepalanya kini menatap lekat ke arah calon suaminya. Dimana syock nya bukan karena ia khawatir Aditya memperlihatkan ototnya beneran, Melainkan...baru pertama kali itu...ia melihat Aditya se santai itu padanya.


Berbicara tanpa canggung dan nggak ada kata kata datar disana, Mungkin...untuk kali pertama itu ifa ingin mengubah nama Aditya di nomor ponsel miliknya.


Hingga tanpa ia sadari senyumnya begitu manis saat Aditya menatapnya. Aditya tidak tahu sebenarnya arti dari kata datar itu bukanlah seperti yang Aditya bayangkan, Melainkan...datar dalam semua ucapanya yang ia lontarkan. Entah itu denganya atau dengan lawan bicaranya.


"Haaaiiizzz....gadis ini...nggak tahu kabarnya bikin aku gila...namun saat aku melihat senyum manisnya, Rasanya aku malah makin gila!" Ucap Aditya dengan tangan mengacak acak rambutnya. Sebenarnya ia ingin marah tadi, Namun...tiba tiba amarahnya lenyap begitu saja, Sejuk...adem saat melihat senyumnya.


"Nih...!" Ucap Aditya sambil menyodorkan ponsel Ifa dari tanganya. Dan ifa kemudian meraih ponsel yang ada di meja depanya dan menatap layar ponselnya tersebut.


"Fix calon suami", Nama yang tertulis di nomer ponsel Aditya. Dan kata kata itulah yang membuat ifa melongo hampir tidak percaya di buatnya.


"Uhuuuuk....uhuuuk", suara ifa batuk batuk karena tersedak ludahnya sendiri. Hingga saat ia akan meraih gelas minumanya, Tanpa sadar saat itu pula tangan Aditya berada disana. Mengambilkan gelas miliknya, Sontak membuatnya terkejut karena tanganya tanpa sengaja menyentuh tangan Aditya disana.

__ADS_1


"Oooh...maaf sayang..." Ucap Aditya yang tanpa sadar ia lontarkan begitu saja. Ucapanya bagaikan petir menyambar di otak Ifa, Hening seketika yang ia rasakan dengan tatapan menatap lekat ke arah Aditya.


"Kau nggak mau minum?" Tanya Aditya lagi sesaat setelah ifa terdiam mematung.


"Aakh....saya...eh...aku...aku akan minum..." Ucap ifa dengan terbata batanya sambil tanganya meraih gelas yang ada di depanya, Mengambilnya dengan cepat.


"Bruuuuusssssh...." Tiba tiba Ifa menyemburkan minuman dari dalam mulutnya, Tepat mengenai wajah aditya, Meski tidak begitu banyak namun cukup membuat wajah tampan itu ingin mengeluarkan tanduknya.


"Sabar...sabar...Aditya...gadis ini adalah ujian bagimu...sejak awal memang dia terlihat menyedihkan...sedikit oneng...namun walau bagaimanapun...hatimu sudah menjadi tawananya." Ucap dalam hati Aditya sambil kedua tanganya mengambil sapu tangan dari saku jasnya dan mengelapnya disana.


Ia merasa iba saat melihat wajah gadis yang ia suka begitu ketakutan di depanya, Namun Aditya tidak bisa menghiburnya atau meyakinkanya bahwa apa yang ia lakukan itu tidak membuatnya marah.


"Sudah cukup...jangan gosok terus bibirmu...nanti bisa terluka..." Ucap Aditya dengan bibir yang menyunggingkan senyum tampanya, Ia merasa sikap ifa itu begitu lucu dan menggemaskan ia lihat. Lalu ifa pun mengambil gelas yang benar dan meminum isinya sampai habis.


Malam kian larut, Saat Aditya mengantarkan ifa pulang menuju ke apartemen yura, Terlihat sepi saat ifa membuka pintunya, Mungkin yura dan Satria masih di luar dan belum pulang.


"Maaf ya...aku nggak bisa ajak anda mampir...soalnya nggak ada yura di dalam..." Ucap ifa yang masih mematung di tengah tengah pintu.

__ADS_1


"Nggak apa apa...kita sudah cukup lama hari ini untuk jalan jalan dan makan malam...besok jangan lupa...aku akan menjemputmu kesini...kita pulang sama sama." Ucap Aditya masih dengan nada lembutnya, Dan entah mengapa membuat ifa semakin nyaman mendengarnya.


"Makasih ya untuk malam ini...dan makasih sudah mau membalas perasaan gadis yang tidak penting ini." Ucap asal asalan ifa yang ingin bermaksud bercanda pada fix calon suaminya. Namun ifa tidak menyadari bahwa kata katanya sudah melukai perasaan Aditya, Bagi Aditya...ifa bukanlah gadis biasa apalagi yang tidak penting. Buktinya jauh jauh Aditya menyusulnya, Bahkan...seorang Aditya bisa berubah drastis di depanya, Hingga mirip orang gila di buatnya. Baginya ifa adalah segala galanya untuk saat ini.


"Aku nggak suka kau bicara seperti itu!" Ucap Aditya namun kata katanya berubah datar dan dingin lagi, Lalu sesaat Aditya menyunggingkan senyumnya disana yang membuat ifa lega kembali.


"Pikirkan baik baik...panggilan apa yang pantas untukku, Besok akan aku tagih sayang...dan kau...tidak bisa mengelak lagi." Ucap Aditya sambil berbalik melangkah pergi meninggalkan ifa yang masih mematung di sana, Satu tanganya terangkat dan melambai pelan ke kanan dan ke kiri dengan kepala tanpa menoleh. Ifa pun menatap punggung datar calon suaminya itu menjauh hingga tidak terlihat lagi saat Aditya sudah masuk ke dalam lift.


"Aku nggak tahu kenapa aku bisa menyukai orang seperti dia." Ucapnya, Lalu ia pun masuk ke dalam apartemen yura.


Hai semuah....Qolbie mau buat grup chat WA....karena Qolbie ingin lebih dekat dengan kalian semua...jika berminat...silahkan tinggalkan no.wa ya di kolom komentar...trimakasi.


...🙏🙏🙏🙏🙏


Naskah ini...sudah detik detik menuju tamat loh...jadi Qolbie ingin memberi pemberitahuan yang lebih mudah lewat grup wa ya...untuk season duanya nanti...silahkan...terbuka untuk umum kok...makasi semua...🙏🙏🙏🙏


https://chat.whatsapp.com/LMvqibpk8ujHVnVooVLip2

__ADS_1


silahkan di klik ya teman2...biar langsung masuk...maaf ya baru buat...


__ADS_2