Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
kena kau


__ADS_3

"ka......kau....mau apa?jangan se dekat ini...sedikitlah menjauh..."ucap nindi saat arga terus mendesaknya sampai ia terkantuk dinding dalam ruang kamar hotel.


arga hanya menahan senyum,ia merasa sangat terhibur oleh sikap nindi,karena beberapa hari ini arga benar benar frustasi dan di landa kegalauan.


"bagai mana?kau mau membayarku dengan yang lain bukan?aku sungguh tidak memerlukan uang...aku malah mau memberimu uang jika kau mau."goda arga dengan mata memicing dan wajah terkesan dingin.di tambah senyum yang hanya separuh menghiasi bibirnya.


"jangan bercanda deh ga...kamu bukan orang yang seperti ini loh...jadi jangan macam macam denganku ya..."


ucap nindi dengan tubuh sedikit gemetar,di tambah lagi kedua tangan arga mengurungnya di kedua sisi tubuh nindi.membuat nindi semakin terpojok dan tertindas.


"aku tidak pernah bercanda nindi...kau sepertinya belum mengenal aku ternyata,haruskah....kita saling mengenal lebih jauh lagi satu sama lain?"lagi lagi goda arga dengan jari jahil membelai rambut yang ada di samping nindi,


yang makin membuat nindi ingin menjerit saja.


"sejak kapan arga jadi begitu menyeramkan,"

__ADS_1


gumam dalam hati nindi dengan sedikit ketakutan.


"aku ingin menggali lubang dan nyemplung kedalam saat ini."ucap nindi dalam hatinya lagi.


"aku nggak bisa terus seperti ini...aku harus punya cara lain...aku nggak mau di tindas arga sanjaya ini."


lagi lagi gumamnya.


"ouh ya sayang...kau ingin kita mengenal lebih jauh lagi yang seperti apa?kau mau memberikan contohnya terlebih dahulu mungkin?"ucap nindi dengan manjanya sambil mencekal tangan arga yang membelai rambutnya hingga tercengang dan terhenti seketika.


sontak arga yang hanya main main itu pun merasa gerah seketika.ia lalu membuka kancing kemejanya tiga baris paling atas.sambil tatapannya lurus menatap ke arah nindi yang ada di hadapannya.


"bodoh nindi...kamu bodoh...arga sanjaya apa bisa kamu ajak main main."ucap nindi untuk dirinya sendiri.


"oke arga....hemmmz...aku rasa...tahap pengenalan itu nggak perlu deh...kau mau aku bayar pakai apa?pakai daun?pakai apa?"tanya nindi yang mencoba mengalihkan perhatian dari kata kata yang di lontarkannya lebih dulu tadi.

__ADS_1


"hemmmz...nindi...sepertinya kau mulai pintar...kau pasti juga tahu...daun buat apaan?pepes ikan?"ucap arga dengan sedikit nada ngegasnya.dengan tatapan tajam menatap nindi.


"aku mau....kau bayar aku pakai...."ucap arga yang tertahan oleh jari telunjuk nindi yang menempel di bibirnya,sontak arga pun menghentikan kata katanya,


"jangan ngarep kalau kau minta aku untuk tidur denganmu!"ucap nindi dengan dengusan sewotnya.


sontak arga terbelalak dengan tubuh masih mematung hampir menghimpit nindi yang bersandar di dinding kamar.sejenak tatapan mata arga menatap manik hitam di mata nindi.sesaat tatapan keduanya bertemu,wajah nindi yang memelas dan sedikit kedinginan membuat arga menatapnya dari atas ujung kepala sampai bawah ujung kaki nindi yang telanjang.


"huuuaaaa....haaaaa....haaaa....haaaa...."tiba tiba suara tawa arga pecah seketika.ia beringsut menjauh ke belakang dari tubuh nindi dan terpingkal pingkal sambil membungkuk menekan perutnya yang sakit saking kocaknya lelucon nindi menurut arga.


beberapa menit nindi dengan bibir nyengir dan tangan garuk garuk rambutnya yang tidak gatal terus mengawasi arga yang masih tertawa terpingkal pingkal di depannya.


"nindi....nindi...otakmu kenapa sama seperti otak udang sih...kapan ada isinya itu otak...mikirnya ngenes kejauhan sayang....aduh...sakit perutku tahu..."ucap arga di sela sesekali tawanya,yang berangsur mereda.


nindi hanya bersedekap sambil bibirnya nyengir dan matanya menyipit.

__ADS_1


"arga brengsek ngerjain orang aja bisanya."


dengus nindi di sela sela kesalnya akan sikap arga.


__ADS_2