
"Tunggu! itu sepertinya Nindi yang baru saja pergi! astaga! pasti otak kecilnya mikir yang nggak nggak!" Ucap Arga dalam hatinya.
"Baiklah ir...aku tinggal dulu ya...dan makasih." Ucap Arga pada gadis cantik di depanya, dan terlihat gadis itu pun menyunggingkan senyumanya mengantar kepergian Arga dari hadapanya.
Dan Arga pun dengan cepat berlalu pergi menyusul sekelebat bayangan sang istri yang baru saja ia lihat, langkah yang mulanya perlahan itu kini makin cepat cepat dan bahkan terlihat berlari, Arga berlarian menyusuri koridor hotel, ia langsung menuju ke taman, ke tempat terakhir ia meninggalkan sang istri tadi.
Dengan mata menatap ke segala penjuru arah, Arga mencari cari keberadaan sang istri, namun tidak ia dapati sosok yang tengah ia cari itu.
"Sial!" Umpatnya yang terlontar dari bibirnya seketika dengan kencangnya, dengan satu tangan yang berada di pinggangnya, dan satu lagi terangkat sampai ke tengkuknya, menggaruk garuknya disana, meski tidak merasa gatal.
Arga tahu betul kelakuan sang istri, apa lagi saat ia dalam masa menstruasi, pikiran negatif lebih berperan dari pada perasaanya, atau bisa di bilang lebih sensitif.
Hingga terlihat Aditya yang membawa dua buah kelapa hijau muda di kedua tanganya, terlihat di bagian atasnya sudah terkupas terbuka dan sudah terdapat satu sendok dan satu buah sedotan yang sebagian masuk kedalam buah kelapa muda itu.
"Ga...makasih ya...kamu mau?" Ucap tanya Aditya pada sang adik.
"Makasih kak...aku nggak usah, buat kakak ipar saja deh..." Ucap Arga yang kemudian berlalu pergi meninggalkan sang kakak di tempatnya.
__ADS_1
"Eh...tunggu deh kak! kakak tahu nggak Nindi kemana? atau mungkin kakak tahu keberadaan Nindi? berpapasan mungkin!" Ucap tanya Arga yang berbalik lagi, membalikan tubuhnya dan berjalan cepat menuju sang kakak yang sudah berjalan beberapa meter dari arahnya.
"Loh...kamu kan suaminya, kenapa tanya nya ke aku ga? jelas jelas aku habis ngambil kelapa dari tepi pantai tadi!" Ucap Aditya dengan seriusnya.
"Berarti...kakak nggak lihat kan? kakak nggak ketemu sama istri aku?" Tanya Arga lagi pada sang kakak.
"Enggak ga...nggak ketemu, kenap sih? ada masalah apa?" Ucap tanya Aditya lagi pada adiknya.
"Nggak apa apa kak, cuma salah paham saja, ya sudah...kakak lanjut saja," Ucap Arga yang kemudian berlari meninggalkan sang kakak dengan raut wajah yang terlihat masih kebingungan, namun Aditya yakin pasti cuma masalah sepele saja bagi adiknya dan adik iparnya itu.
Hingga Arga berpapasan lagi dengan Satria dan Yura, yang terlihat menikmati acara renangnya di kolam hotel siang itu.
"Siapa lagi sih yang bisa buat Arga Sanjaya kalang kabut seperti itu sayang? sudah jelas kan!" Ucap balasan Satria pada Yura, dan Yura hanya manggut manggut saja di sampingnya.
"Ga...kenapa lari lari sih?" Ucap tanya Satria yang melihat Arga berlari larian kesana kemari, sedangkan dari tadi keduanya tanpa sadar tengah mengamatinya.
"Kalian lihat Nindi nggak?" Ucap tanya Arga pada sepasang kekasih yang terlihat manis di dalam kolam renang.
__ADS_1
Dan keduanya pun langsung bertatapan dan berpandangan satu sama lain, dalam hati keduanya berkata sama, ternyata benar Arga terlihat kebakaran jenggot karena sedang mencari Nindi.
"Di kamarnya mungkin, coba kamu lihat!" Ucap Yura seketika, dan terlihat Arga langsung berlari pergi menuju kamarnya.
"Bodohnya! kenapa aku nggak mikir sampai sana sih!" Ucap dalam hati Arga yang sudah bercampur cemas serta khawatir pada sang istri.
"Akh...kenapa baru nikah aja sudah kayak gini sih cobaanya, gimana kalau di kemudian hari aku sedang rapat dengan wanita wanita cantik? pasti akan melukai hati Nindi, akh...istriku...kenapa kamu begitu polos sih?" Ucap dalam hati Arga, ia belum tahu apa yang Nindi rasakan, karena setahu Arga, hanya Satria yang menjadi ancamanya dahulu, dan kini Satria sudah mendapatkan Yura, selain Satria, Arga tidak pernah melihat Nindi dekat dengan lelaki lain, hingga Arga tidak tahu rasa yang Nindi rasakan barusan.
Hingga Arga sampai kamar hotel yang di tempatinya, dengan bergegas ia pun masuk ke dalam, nampak sepi, matanya menatap ke segera penjuru kamar, nampak kosong tanpa sosok sang istri, lalu ia bergegas menuju ke kamar mandi, dengan cepat ia membuka pintunya, disanapun Arga tak dapati sang istri, kini ia mulai frustasi, pasalnya sudah hampir semua penjuru hotel ia telusuri, namun sang istri juga belum ia jumpai.
"Kamu kemana sayang? kenapa tadi kamu pergi begitu saja? kenapa kamu tidak mendekat dan bertanya apa yang kamu lihat? sehingga asumsimu sendiri itu tidak mengalahkanmu! harusnya kamu tanya! tanya! apa susahnya sih?" Ucap dalam hati Arga, hingga ia lupa pada ponselnya.
"Akh...ponsel...!" Ucap Arga seketika, lalu mengambil ponsel dalam saku celanya, dan mencoba menghubungi sang istri.
Hingga beberapa saat, Arga menghubungi nomor ponsel Nindi, namun tidak di angkatnya, dan tiba tiba samar Arga mendengan suara ponsel berdering.
Segera saja Arga mencari sumber suara, dan nampak ponsel sang istri berada di bawah bantal tempat tidurnya.
__ADS_1
"Astaga sayang...kamu dimana?" Ucap Arga dengan frustasinya, gimana ia bisa menjelaskanya jika sang istri dimana mana tidak ia ketemukan.
Arga terduduk di atas pembaringanya, dengan kedua tangan menyangga kepalanya yang tertunduk, kedua sikunya bertumpu pada kedua pahanya, nampak mata sembabnya yang entah mengapa terasa panas begitu saja.