
"kenapa kok aku kayak di todong bawa kabur anak orang gini sih?"dengus arga saat keluar dari kamar mandi,karena ia tahu nindi sudah usai video call an dengan mama nya.
"apaan sih...emang bener kamu yang bawa kesini kan...kamu juga yang nyetir mobil,"ucap ketus nindi.
"berarti boleh dong nggak aku balikin?"canda arga lagi.
"nggak boleh dong..."sahut nindi.
"kalau sampai lu berani...aku timpuk lu..."gertak nindi lagi.
lalu arga berdiri di dekat jendela sebelah ranjang.
"kamu tahu nggak...ini pertama kalinya aku keluar ke tempat beginian sama cewek..."ucap arga.
"sini deh...indah lo di luar meski sedang gerimis seperti ini...mau lihat?"tanya arga menawari nindi,
"nggak ah...bahaya dekat sama kamu apa lagi kamu kayak gitu,"ucap nindi seketika.karena arga masih belum memakai baju nya.
"emangnya aku kenapa sih?"kata arga masih belum sadar bahwa postur tubuhnya itu terlalu menggoda mata wanita termasuk nindi.
"aku mau tidur aja deh..."ucap nindi lalu berbaring dan menyelimuti tubuh nya.
lalu arga pun menyusul nya masuk ke dalam selimut ikut meringkuk di sampingnya.
"hey...ini selimut aku,"ucap ketus nindi.
"apaan sih...ini di pakai berdua dong...enak saja...aku nggak bajuan ni gara-gara siapa coba...nggak kasihan kamu?"ucap arga seketika.
lalu nindi pun merelakan selimutnya dengan berat hati.
ia bergegas memunggungi arga yang ada di sampingnya.
setengah jam kemudian,
nindi hanya terdiam namun belum bisa memejamkan matanya,rasanya seperti ada benda jatuh di hatinya...sedikit-sedikit duk...duk...suara di jantungnya.
"kalau kayak gini tetus...gimana aku bisa tidur,"
ucap nindi dalam hati nya.
"aku tahu kamu belum tidur kan?"tanya arga tiba-tiba.
__ADS_1
"nah lo...cowok mesum mau ngapain sih?"
gumam nindi.
lalu ia dengan berat menghadap arga,memiringkan seluruh tubuh nya hingga wajah nya sampai menghadap arga.
"ada apa sih?"tanya nindi bergaya mengantuk.
"mau jalan-jalan?"tanya arga.
"nggak...."sahut nindi dengan cepat nya.
"ya sudah...ayo tidur saja kalau gitu,"ucap arga lagi.
keduanya saling menatap dan entah berapa lama sama-sama saling tertidur.
tepat pukul enam pagi,
"teng teng teng.....teng teng teng...."terdengar suara mangkuk di pukul sendok,arga terbangun...
ia sedikit tersentak dengan onggokan selimut yang begitu berat menimpa tangannya,perlahan ia membuka selimut ini.benar saja...nindi meringkuk di sana dengan nyamannya.namun entah mengapa arga begitu senang saat bangun langsung bisa menatap wajah cantik di pelukannya.tanpa pikir panjang ia pun mengambil ponsel nya dan mengambil beberapa foto dengan keadaan yang sangat menggemaskan itu tanpa nindi tahu.
seketika ia tahu itu penjual bubur,lalu perlahan ia menarik tangannya dan mengecup pipi nindi tanpa pamit.
"kapan lagi aku bisa mencium pipi gadis galak tapi cantik ini,"gumam arga.lalu ia bergegas masuk ke kamar mandi,lima menit kemudian ia keluar dengan kemeja yang sudah ia kenakan.
ia bergegas menuju ke luar,sedikit berlari...agar penjual bubur itu tidak keburu pergi.
setengah jam kemudian...arga kembali dengan dua bubur ayam plus ayam dalam kemasan sekali makan,dua botol susu sari kedelai yang ia beli tadi di luar sekalian.
saat arga masuk ke kamar...ia melihat nindi sudah menikmati teh di gelas yang baru ia seduh,dengan duduk bersila menonton tv,
"darimana aja lu?tuh kopi di meja,"ucap nindi dengan sewot nya.
"aku belikan kamu sarapan...kamu doyan bubur ayam nggak?"tanya arga sambil menyodorkan bubur ayam nya pada nindi.dan seketika nindi meletakkan teh di tangannya di meja samping ranjangnya,dan menerima bubur nya lalu meletakkan ke meja sampingnya.
"heh lu punya uang dari mana kok bisa beli beginian huh?"
tanya nindi dengan herannya...
"hemmmz...aku tadi nyari charger di mobil...eh...nemu dompet di jok belakang...syukur deh...,"ucap bohong arga.
__ADS_1
"apa!!.....lu tu ya...tega amat sih...aku sudah habis habisan ngabisin uang saku aku tahu...dasar cowok mesum..."
gerutu nindi sambil mengacak-acak rambut nya.
yang seketika membuat arga ingin memotret nya dengan kamera ponsel nya.
satu dua tiga jepretan sudah arga dapatkan.dan nindi baru tahu.
"kesiniin nggak...hapus nggak...ayo bawa sini ponselnya...ayo..."ucap nindi sambil berdiri di atas ranjang dan mencoba meraih ponsel yang ada di rangan arga.
arga mengangkat menggoyang goyangkan tangannya kemudian terakhir di sembunyikan nya di belakang tubuhnya,nindi dengan giat mencoba mengambilnya dan...."cup"kecupan arga mendarat di pipi nindi karena ia mencoba meraih menunduk dari atas ranjang ke tubuh arga yang berada di bawah berdiri mematung menyembunyikan ponselnya di belakang tubuhnya itu.
"hiiiyaaaa dasar cowok mesum...."ucap nindi sambil menarik-narik kerah arga dan...."aaaakh...."tubuh keduanya terjerembab keatas ranjang,seketika arga **** tubuh nindi tanpa sengaja.
"jangan teriak-teriak...pasangan lain masih tidur...kamu sudah olah vokal..."bisik arga di telinga nindi yang membuat nya semakin merona.
lalu arga beringsut dan duduk bersila di samping tubuh nindi yang masih terlentang itu.
nindi langsung melonjak dan terduduk.dan arga memberikan bubur itu pada nindi dengan sebotol kemasan kecil susu sari kedelai.dan nindi pun menerimanya.lalu keduanya menikmati sarapn mereka tanpa suara.
hingga selesai.
arga dan nindi keluar dari villa setelah dapat kabar bahwa jalanan sudah lancar kembali,namun sebelum itu arga mengabari om rendi bahwa ia sedang dalam perjalanan pulang.dan itu tepat pukul sembilan pagi.
"ya...aku bolos kerja di hari kedua..."gerutu nindi yang tanpa sengaja di dengar arga yang sedang mengemudi di sampingnya.
"kamu itu tenang aja kenapa sih...kamu izin kan sama bos nya...pakai acara sedih pula...dimana-mana orang libur nggak kerja itu senang...bukan narik nafas dalam kaya kamu ini,"ucap arga.
"bos...ini kan hari keduaku kerja bos...bisa bisa uang tahunan ku kamu potong,"gerutu nindi.
"heh...kamu nggak kerja aja uang papamu nggak habis dimakan tujuh turunan...takut amat sih..."sergah arga.
"ah...kamu ma nggak ngerti bos...nikmatnya uang sendiri yang di hasilkan dengan keringat sendiri,"balas nindi.
"kalau kamu mau jadi pacar aku...gajimu aku naikkan tiga kali lipat,mau?"tanya arga.
"ngapain aku repot-repot jadi pacar kamu...uang papa ku aja tujuh turunana nggak bakal habis,"ucap songong nindi.
dan langsung membuat arga merengut dengan sinisnya.
"benar-benar songong ni cewek...goblok nya aku kenapa nggak berhenti ngejar dia sih...bodo,"gerutu arga.
__ADS_1