
Perbincangan hangat mulai terbangun antara keduanya, Dimana Arga dan Nindi sudah menetapkan tanggal pernikahanya, Paling lama mungkin tiga sampai empat bulan lagi, Untuk benar benar menyiapkan acara pernikahan yang sangat megah dan meriah untuk keduanya, Dimana Nindi ingin pernikahan yang tak akan pernah ia lupakan, Dan Arga akan berusaha mewujudkanya. Serta papa mama dan Bunda pun sudah menyerahkan semuanya pada keduanya dan pasti menyetujui kapanpun rencana baik itu terlaksana. Hingga tanpa terasa matahari sudah condong dan hari mulai redup.
Menjelang sore itu, Nindi dan Arga sepakat untuk bersiap siap membeli perlengkapan untuk calon adiknya, Meski di kediaman Rendi Wijaya, Sudah pasti lengkap kamar bayi beserta isi nya, Namun disana Nindi dan Arga belum sekalipun meletakan pemberianya.
Keduanya baru keluar dari dalam ruang kantor Arga, Terlihat dua asisten dan sekretarisnya langsung berdiri dan menundukan kepalanya, Menyapa keduanya yang tengah lewat di depanya. Arga dan Nindi hanya melewatinya begitu saja, Kedua tanganya bergandengan menuju lift yang akan membawanya turun ke lantai dasar.
"Sayang...inget nggak...disini dulu...kau mencium pipiku saat pertama kali kau bekerja disini..." Ucap Arga sembari tanganya menghentikan lift di tengah tengah perjalananya.
"Emb...itu kecelakaan ga...mana mungkin aku nyium kamu...sedangkan aku nggak suka banget saat itu sama kamu...kamu yang selalu ngata ngatain aku cewek seratus lima puluh kan! aku masih ingat itu sampai sekarang...cuma kamu yang ngatain aku jelek banget kayak gitu...dari dulu tuh...paling nggak...aku di katain...primadona loh...!" Ucap Nindi dengan jujurnya, Namun Arga malah tertawa mendengarnya,
"Lah emang bener...mana ada cewek bodoh zaman sekarang yang nolong orang pakai uang seratus lima puluh...dapat apaan coba! dan lagi ya...jiwa lelakiku sungguh tersayat kala itu...masak iya aku cuma di hargain seratus lima puluh sih sayang? dan parahnya lagi...si ganteng ini kamu panggil si belel...apa coba yang kurang dari aku? kamu nggak bisa bedakan orang ganteng sama gelandangan apa ya?" Ucap Arga dengan hati yang begitu geli ia rasakan. Karena baru pertama kali itu ada cewek yang menolak pesonanya, Bahkan parahnya mengatainya yang benar benar membuatnya jatuh.
"Iya iya aku minta maaf sama kamu tampan...udah puas?"
Ucap Nindi lagi dengan jari yang akan memencet tombol lift agar jalan menurun kembali. Namun Arga sudah menghadang jemarinya dan mencekalnya, Menggenggamnya dengan erat dan kuat.
"Apa lagi? oh ya ga...aku pingin lihat dong orang orang di bagian divisi keuangan....apa masih sama? eh...tapi kok...yang di lobi tadi nggak ada yang kenal aku ya ga? aku juga nggak kenal mereka..." Ucap Nindi lagi yang mengalihkan perhatian kekasihnya, Dimana Nindi pikir Arga sudah mulai dengan otak mesumnya.
"Nggak usah pingin ke divisi keuangan...semua udah ganti orang sayang...yang lama aku kirim ke kantor cabang yang dekat dengan rumah mereka, Jadi mereka bisa lebih cepat berkumpul dengan keluarga dan anak anak mereka. Dan lagi yang di lobi jelas pegawai baru lah...biasa kan mereka cari perhatian sayang...!" Ucap Arga dengan kedua tangan sudah menekan tubuh Nindi ke dinding lift, Ia mengurung tubuh Nindi disana.
__ADS_1
"Tuh ada CCTV, Jangan mulai mesum ga...berantakan lagi ntar dandanan aku...kamu sih...untung aku bawa lipstick tadi...kalau nggak pasti keliatan pucet sekarang, Lipstik ku habis kamu makan!." Dengus Nindi dengan tangan yang mendorong dada kekasihnya agar menyingkir dari hadapanya, Namun Arga malah tersenyum senang karena tadi menang banyak.
Lalu dengan isyarat tangan Arga yang melambai ke arah kamere CCTV tersebut, Agar pengawas yang tengah mengawasi pada bagian kamera tersebut mematikanya.
Dan Arga pasti tahu kalau perintahnya tidak mungkin di tolak. Dengan tanda lampu indikator yang mulanya berkelap kelip merah menyala itu kini tengah padam.
Setelah ia melihat kamera itu tidak berfungsi lagi, Segera saja ia mendekat ke arah Nindi dan memeluknya dari samping.
"Udah diem...nggak ada yang liat...CCTV nya juga udah mati...akh...aku nggak sabar nunggu kamu lebih lama lagi, Ingin segera aku bawa pulang aja...!" Ucap Arga dengan pelukan penuh kasihnya.
"Iya...tapi udah ya...kelamaan disini sesak nafas aku...nggak lihat apa terengah dari tadi?" Ucap Nindi yang membuat Arga mengendurkan pelukanya dan melepasnya.
"Ouh...kirain terengah lagi pingin sayang!" Ucap canda Arga.
"Ouh ya ga...maksud perkataan petugas resepsionis itu apa sih? kamu sering di samperin wanita cantik kesini? sampai sampai berani nyamperin kamu kesini?" Ucap Nindi yang sudah sedari tadi menjadi beban pikiranya dan baru bisa ia tanyakan langsung pada kekasihnya.
"Aakh...jangan bilang...kamu lagi cemburu ya sayang?"
Tanya Arga balik dengan perasaan malah makin senang.
__ADS_1
Dimana Nindi yang biasanya cuek ternyata memperhatikan hal kecil yang membuatnya bisa cemburu juga.
Hingga lift itu berhenti dan keduanya keluar dari sana, Berjalan bergandengan menuju ke pintu keluar tempat kerja Arga, Dimana disana sudah ada cewek cantik yang tengah menungguinya di lobi, Padahal tadi pertanyaan Nindi juga belum di jawabnya, Dan sekarang sudah ada kenyataan di depan mata kepala Nindi.
"Bos Arga....aku sudah menunggumu....aku capek disini...!"
Teriak wanita yang berlari mendekat ke arah keduanya dengan dandanan super menornya. Segera saja Nindi menghentikan langkahnya dan berdiri mematung dengan kedua tangan bersedekap di bawah dadanya, Ia ingin melihat sebenarnya derama apa yang tengah terjadi tanpa sepengetahuanya.
"Bos Arga...!" Ucap cewek centil yang sudah mendekat ke arah Arga dan langsung merangkul lengannya, Dan Nindi hanya terdiam menatapnya. Namun tanpa kata kata, Arga segera memanggil kedua penjaga di depan pintu utama kantornya dengan isyarat jarinya, Dan benar saja, Kedua orang tersebut langsung menyeret wanita itu pergi keluar dari kantornya.
"Sudah?" Ucap Nindi dengan ketusnya, Lalu berjalan cepat mendahului Arga, Keluar begitu saja dan menuju mobil Arga yang sudah terparkir di depan kantornya, Nindi segera masuk kedalam mobil, Setelah pengawal Arga membukakan pintu mobilnya. Dan Arga segera menyusul Nindi masuk ke dalam mobil juga.
"Sayang...aku nggak kenal cewek jadi jadian tadi...sungguh...!" Ucap Arga sambil menjelaskan di samping Nindi, Dan si supir hanya menyetir mobilnya tanpa tahu kemana tujuanya.
"Nggak kenal kenapa tahu itu cewek jadi jadian ga?" Tanya Nindi lagi.
"Lah bentuknya aja nggak beraturan sayang...apa lagi..." Ucap Arga lagi.
"Iya...aku percaya ga...kamu emang ngetop melebihi artis papan atas...semua kenal kamu...itu yang menjadi PR ku saat ini, Dimana calon suamiku menjadi pujaan para cewek jadi jadian!" Dengus Nindi dengan sedikit tawa.
__ADS_1
"Kok jadi kesanya yang ngejar ngejar aku semua jadi jadian sih sayang?" Ucap Arga yang merasa aneh dengan kata yang di tekan akhiranya oleh sang kekasih.
"Aku baik baik aja, Selama yang ngejar kamu semua jadi jadian sayang." Ucapnya lagi. Hingga keduanya menuju ke sebuah mall besar dan masih membahas soal jadi jadian.