Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
hasil yang di tunggu


__ADS_3

setelah di cium arga,nindi segera memalingkan wajahnya yang bersemu semu itu,memalingkan tubuhnya memunggungi arga,


dan arga dengan senyum tampannya memeluk tubuh kekasihnya dari belakang masih di atas tempat duduk tepi sungai kecil taman.nindi pun makin tersipu malu,namun kini nindi tidak menampakkan wajahnya itu pada arga.


"ga...kalau di lihat orang...atau paparazi?masuk berita utama ntar ga..."ucap nindi seketika,namun malah di sambut senyum dan cekikik arga,


"mana ada sayang yang menertawakan?disini yang bisa masuk hanya aku...dan orang yang aku ajak masuk,gimana ada paparazi yang mau ngambil foto?"


ucap arga dengan mantapnya dan itu membuat lega di hati nindi.


"tapi ga...selama ini...kamu tuh kok bisa ya terhindar dari gosip miring?padahal kamu kan lumayan populer loh..."ucap nindi yang masih di pelukan arga.


"kamu nggak tahu aja sayang...gimana beratnya orang orangku nyekal berita nggak bener nggak bener itu,apa lagi jika kamu tahu gosip bahwa aku selalu mengincar tender tender yang di ikuti perusahaan papa mu,untungnya om rendi nggak berpikiran sempit dan percaya padaku,"


ucap dalam hati arga.

__ADS_1


"hmmmz....mungkin aku bisa terhindar dari gosip ya karena emang aku baik sayang..."ucap arga dengan senyum mengembangnya.


beberapa kali arga menatap jam di pergelangan tangannya,dan ia tahu ini sudah waktunya berpisah,


"sayang...terimakasih ya...maafkan aku ini sudah saatnya aku pergi sayang...nih kunci mobil nya,kamu bawa...aku sudah ada orang yang jemput sayang..."ucap arga sambil merogoh kantong celananya dan menyerahkan kunci mobilnya pada nindi.


"nanti aku kabari lagi ya sayang..."


ucap arga untuk menenangkan hatinya dan hati nindi.


"ga...aku pergi dulu ya...kamu harus pulang...jangn kecantol yang lain ya...semua nggak ada yang se bawel aku,"ucap nindi dengan tangan yang melepas genggaman arga,dan berjalan menuju tempat mobil arga yang di parkir,dan sesekali nindi menoleh ke arah kekasihnya,sedangkan arga hanya mematung melihat punggung nindi yang semakin jauh...menjauh dan pandangan arga tidak bisa melihatnya.


nindi memacu mobil arga menuju ke tempat papa mama nya berada,karena hatinya masih tidak enak setelah berpisah dari arga,padahal itu hanya perpisahan sesaat namun entah mengapa hatinya benar benar tidak enak.


ia meraih ponsel di sebelahnya dan mencoba menghubungi papa nya,

__ADS_1


"halo....papa....papa masih di tempat dokter kan pah?"


tanya nindi saat suara telephone nya sudah tersambung.


"iya nindi...kami masih di sini...kami masih menunggui hasil tes mama kamu sayang...kamu kesini gih,"


ucap papa rendi pada puterinya dan langsung di angguki nindi dan menancap gas mobilnya menuju tempat yang di tuju.


nindi masuk kedalam klinik dokter kandungan bermaksud mencari mama dan papa nya berada.dan tanpa ia sadari...pencari berita pun mengikutinya...ia tidak tahu jika akan ada skandal besar kelak menantinya.


"mama papa...ucap nindi yang langsung masuk ke ruang periksa karena papa nya sudah memberi tahu keberadaannya terlebih dahulu.


"sayang...aduh...bajumu kenapa nggak ganti dulu sih..."


dengus kesal mama anin karena nindi yang berpakaian alakadarnya saja.

__ADS_1


"nggak sempat ganti baju mama...nindi kan habis sama arga tadi...nih mobil arga yang nindi bawa ma...gimana udah keluar pemeriksaannya...masak iya mama hamil sih pah?nindi bakalan punya adek dong pah...nindi seneng deh..."ucap nerocos nindi yang di barengi senyum mengembangnya.


__ADS_2