Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Lagi lagi seperti tercekik


__ADS_3

"Kamu ngapain disini?" Tanya Nindi dengan dengusan kesalnya,


"Loh...harusnya aku yang tanya...kamu ngapain juga disini?" Tanya balik Arga yang lebih penasaran, Karena memang ia sudah jelas...pastinya mengantarkan bundanya belanja, Sedangkan kekasihnya itu pagi pagi sudah jalan ke mall aja.


"Aku...sama laki lah kesini...noh aku tinggal beli minum tadi...pasti nyariin sekarang..." Ucap Nindi dengan songongnya.


"Hah...siapa? dimana? nggak percaya!" Ucap Arga yang sudah geram dengan perkataan Nindi.


"Alah...nggak usah pingin tahu...kamu aja nyembunyiin rahasia sama pacar sendiri...eh calon istri deh...apaan coba!" Lagi lagi ucap Nindi dengan dengusan kesalnya.


"Terus kamu ngapain?" Tanya Nindi yang ia ulangi lagi.


"Aku? ya sama...aku sama cewek lah kesini...emang kamu aja yang bisa ama cowok", Ucap Arga dengan nada geramnya pula, Namun Nindi malah mengerucutkan bibirnya dan matanya berkaca kaca, Genangan air jernih itu telah menggenang di pelupuk matanya, Entah sejak kapan mulainya, Hingga hampir meleleh, Sedangkan Arga tidak mengerti kenapa Nindi bisa demikian, Ia tidak berpikir bahwa perkataanya tengah menyakiti hati kekasihnya,


Sampai...suara panggilan seorang laki laki dari belakang Nindi tengah memanggilnya dan berjalan mendekat ke arah keduanya.


"Sayang...papa cariin kamu disini ternyata...katanya di cafe tadi?" Ucap Rendi dari belakang puterinya, Dan seketika Arga tersentak tidak percaya, Laki laki yang Nindi sebutkan tadi adalah papanya.


"pah...." Sapa Arga saat Rendi sudah berada di dekat keduanya, Di samping puterinya.


"Ini ga...mama Nindi sudah hamil besar...dan Nindi juga nggak bisa belanja sendirian...jadi kita belanja berdua yang belum di beli bibi tadi...kan calon besan mau berkunjung...harus di sambut bukan?" Ucap Rendi dengan senyumanya, Disana ia tidak tahu menahu situasi puteri dan calon menantunya itu tengah tegang.


"Pah...ayo pulang...sudah kan? Nindi capek pah...!" Ucap Nindi dan seketika berbalik pergi mendahului papanya yang masih berdiri di depan Arga, Ia berjalan sedikit lebih cepat dan cepat, Sampai Rendi pun pergi untuk mengejarnya.


"Sayang jangan salah paham...aku tadi sama..." Ucap Arga dengan sedikit teriakan namun belum tuntas ia ucapkan, Karena kekasihnya itu sudah pergi jauh dan pasti tidak akan mendengarnya.


"Akkkh....sial...!" Dengus kesal Arga saat ia rasa kesalahpahaman telah terjadi antara ia dan Nindi.


Lalu Arga segera mencari bundanya, Meski dengan hati yang sedang tidak karuan.


Di dalam mobil yang di kendarai Rendi, Keduanya tampak diam di dalam sana, Nindi begitu diam tanpa sepatah kata, Membuat papa nya bingung dan tidak tahu apa yang telah terjadi tadi. Padahal saat berangkat tadi Nindi begitu cerewet dan antusias akan membeli beberapa pakaian untuknya, Karena mumpung belanja ada yang belikan.


"Sayang...apa papa ngelewatin sesuatu?" Tanya Rendi yang penasaran.


"Apa pah? Nindi malas bicara saja pah..." Ucap Nindi sambil mematikan ponsel di tanganya.


"Oh ya pah...Nindi boleh tahu nggak? sebenarnya semalam papa ngomong apa sama Arga? sampai sampai Nindi nggak boleh tahu?" Tanya Nindi dengan penasaranya.


"Baguslah...sepertinya Arga benar benar tidak bilang sama Nindi...bisa di andalkan juga dia...kelak jika jadi suami...pasti nggak takut istri." Ucap Rendi dalam hatinya, Dimana diam diam senyumnya tersungging tipis di bibirnya.


"Papa nggak mau jawab?" Tanya Nindi lagi.

__ADS_1


"Bukan apa apa sayang...hemmmz kalau papa jawab sekarang...pastilah bukan kejutan lagi untukmu sayang? papa dan Arga melakukanya...karena ingin membuatmu bahagia...mengerti?" Ucap papa yang benar benar tidak membuat hati Nindi bahagia sama sekali. Meski begitu...ia sudah lega...namun...masih saja...ia sedih dengan kata kata kekasihnya tadi, Yang bilang...bahwa ia tengah bersama seorang wanita. Hingga mobil melaju dengan kencangnya karena siang itu jalanan begitu lengang tidak ada kemacetan sama sekali.


Di apartemen Arga.


"Brugh...sruk..." Arga melempar tubuhnya ke atas tempat tidur dan melepas jaketnya menghempaskanya secara asal asalan, Hingga bundanya datang dan memungutnya, Menaruhnya pada tempatnya.


"Kenapa sayang?" Tanya Bunda yang ingin tahu, Karena sejak keluar dari mall tadi puteranya tersebut terlihat diam dan tidak fokus sama sekali, Hingga hampir menerobos beberapa lampu merah yang sedang menyala.


"Nggak apa bund...Arga capek aja..." Ucap Arga sambil membenamkan wajahnya ke bantal yang tengah ia peluk.


"Ya udah...kalau ada apa apa kasih tahu bunda ya..." Ucap bunda yang lalu beranjak pergi meninggalkan puteranya.


"Bund tunggu...Bunda nggak akan balik ke Negara bunda kan sampai Arga nikah?" Ucap Arga yang penasaran dan ingin tahu.


"Emmmb...ya balik lah sayang...bunda masih banyak urusan...nanti pasti bunda datang lagi...nggak apa kan?"


Ucap bunda yang menenangkan. Dan terlihat Arga pun mengangguk mengiyakanya. Hingga Arga benar benar tertidur siang itu sampai sore menjelang.


Terlihat Aditya dan ifa tengah berjalan menuju ke arah apartemen Arga, Dimana tadi pagi saat keduanya bertamu...tapi apartemen Arga tengah kosong.


"Ting tung....!" Terdengan bunyi bel pintu apartemen Arga, Segera saja bunda yang terlihat sibuk menata barang barang yang akan ia dan Arga bawa nanti. Seketika bunda langsung menuju ke arah pintu, Dan betapa terkejutnya bunda saat ia dapati putera keduanya tengah berdiri memarung di depan pintu apartemen Arga. Bagi bunda...Aditya sudah ia anggap sebagai puteranya sendiri.


"Sayang...bunda kangen...terakhir kamu datang...sebelum nikah kan? jenguk bunda saat kaki binda keseleo...maaf ya...bunda nggak bisa datang di acara pernikahan kamu sayang...eh ini...!" Ucap bunda sambil menatap gadis cantik berhijap di samping putera keduanya.


"Kenalin bund...ini ifa istri aku..." Ucap Aditya memperkenalkan istrinya, Dan dengan santun ifa pun segera menyalami bundanya. Ketiganya berbincang bincang di ruang tamu, Setelah bunda mengajaknya masuk, Disana bunda menerangkan perihal ketidak hadiranya di acara pernikahan Aditya dan ifa, Dan bunda benar benar sangat menyesalinya. Untungnya ifa pun bisa mengerti akan hal itu.


"Bunda lagi sibuk ya kelihatanya?" Tanya Aditya yang melihat banyak bungkusan di meja makanya, Dan di kursi kursinya.


"Akh...ini...nanti Arga mau ngajak ke rumah Nindi...nggak enak kan kalau bunda nggak bawa apa apa." Ucap bunda dengan senyumanya.


"Tuh...Arga masih tidur dari siang...lihat gih...dan menantu bunda...sini bantuin bunda yuk...masih banyak yang belum di bungkus..." Ucap bunda yang langsung mengajak menantunya. Hingga ifa pun sedikit bergegas mengikuti bundanya. Dan Aditya juga segera ke kamar adiknya,


Meletakan oleh olehnya di meja tepi ranjang Arga.


"Ga...kamu nggak bangun?" Ucap Aditya sambil menepuk lengan adiknya yang tengah tidur tengkurap disana.


"Kakak...aku nggak lagi tidur..." Ucap Arga lalu beranjak dari tempatnya dan segera memeluk Aditya.


"Kakak...Arga lagi kangen Nindi..." Ucap Arga dengan jujurnya. Ia merasakan tercekik saat ponsel Nindi tidak bisa di hubungi, Dan pesanya semua tidak terkirim. Lalu Aditya hanya bisa mengelus punggung adiknya tersebut. Dimana Aditya tahu, Arga tidak mungkin bersikap demikian pada bundanya, Karena Arga pasti tidak ingin bundanya kepikiran.


"Tuh lihat...kakak adik satu itu...baru kalian tinggal berapa hari bulan madu udah kayak gitu...bundanya aja nggak di peluk sampai begitu eratnya lo sayang..." Ucap bunda pada ifa, Sambil melihat kedua puteranya tengah berpelukan, Terlihat dari luar, Karena pintu kamar Arga tidak tertutup.

__ADS_1


"


"


"


"


"


"


"


"


"


"


"


"


"


"


"


"


Hai hai para pembaca...sembari nunggu yang ini tamat...yang season dua nya udah mimin up in loh...


silahkan lihat dan baca ya...


Judulnya...


THE NEXT GOOD BOYS.


Udah up loh ya...makasih pembaca semua....yang udah setor nomor telephone kemarin...tapi belum mimin masukin grup chat wa...maaf ya...belum sempat karena sibuknya...sabar ya...Makasih....🙏🏻🙏🏻😊😊

__ADS_1


__ADS_2