
"jadilah pacarku."ucap wanita yang baru melepas ciuman satria.sontak satria pun terbelalak matanya dengan ekspresi terkaget nya.
"kenapa?apa gara gara ciuman...aku harus bertanggung jawab pula atas dirimu?"tanya satria dengan santai nya,ia tidak pernah se santai dan se biasa ini di depan wanita,kecuali nindi dan wanita yang kini berada di depannya.
"aku adalah pimpinan grup Raharja,Yura sika raharja.kamu tidak tahu...laki laki brengsek tadi...ia adalah tunanganku...sekaligus rekan bisnisku,dan disini...pastilah banyak pencari berita...apa lagi...di antara sekian banyak orang ada Arga Sanjaya dan juga Aditya Wibawa."
ucap nya sambil matanya menatap kedua orang yang di sebut bergantian.dan membuat satria tahu siapa pemilik nama aditya wibawa itu.
"apa kamu nggak ingin menyelamatkan nama baik aku?aku mohon...demi kelangsungan grup raharja.aku pasti sudah kehilangan tender dan juga kesepakatan bisnis dari laki laki brengsek yang akan menghancurkan perusahaanku dari dalam itu tadi.jika aku sampai terkena gosip yang nggak jelas,sekarang...saham perusahaanku...ada di tanganmu...apakah kau mau melanjutkannya atau tidak?"
kata yura lagi...yang menerangkan kondisinya dengan keadaan masih mematung di depan satria.
"aku mohon...kita sudah terlanjur ciuman di depan banyak pasang mata yang menatap ke arah kita."ucap yura dengan mata yang berkaca kaca,
"aku tidak se hebat kamu dan keluarga kamu...aku anak orang biasa...ayahku...hanya pemilik minimarket kecil,dan ibuku seorang operator toko online miliknya.apa kau dan keluargamu akan baik baik saja?"ucap jujur satria dengan sungguh sungguh nya,ia tidak tahu...apakah rasa iba nya ingin membantu wanita cantik yang mengajaknya pacaran itu...akan membawa kebaikan pada kedua belah pihak.
"kalau kita tidak melakukannya bagai mana kita bisa tahu."ucap yura dengan isakan yang sudah mereda.
"baiklah mari kita coba."balas ucap satria sambil menuntun yura untuk duduk di bangku depannya.
"bagiku tidak ada kata coba...aku ingin kita serius...jujur...itu ciuman pertamaku..."ucap yura lagi yang makin seriusnya.
"oke...oke baiklah...kita akan lakukan apa yang seperti kau mau...ngomong ngomong...kau tidak ingin tahu nama kekasihmu ini yura?"tanya satria yang bertujuan ingin menghibur kekasih dadakannya itu.
"hay...namaku yura...kau siapa laki laki tampan nan baik?"
tanya yura dengan senyum yang tersungging di bibir nya.
"S....A....T....R....I....A,satria...."ucap satria dengan mengeja huruf huruf pada namanya.hingga membuat yura tersenyum lagi,
__ADS_1
"nah gitu dong manis kamu..."ucap satria tiba tiba lalu menyodorkan minuman yang masih utuh miliknya pada kekasihnya itu.
"ya...mungkin ini awal yang sangat luar biasa...meski hatiku masih sepenuhnya mendambakan nindi...namun ternyata ia lebih bahagia dengan pilihannya,dan kini...tanpa aku sadari...aku sudah menjatuhkan pilihan pada gadis ini,semoga aku nggak ngecewain dia."ucap satria di dalam hati.
di meja pojok paling pojok,terlihat aditya tengan duduk di sebuah bangku ruang restoran yang sama dengan satria dan arga,di temani ifa yang duduk di kursi depannya,
ifa terpaksa menyetujui keinginan aditya untuk ikut dinas ke luar negeri,karena...pengobatan ibu nya yang ternyata semakin parah,dan semua di tanggung oleh aditya,ia...hanya bisa membalas kebaikan aditya dengan patuh padanya,patuh dalam arti kerjaan...bukan patuh dengan semua kemauan aditya.
"hey kau...dari tadi hanya menunduk saja...kau pasti melihat juga kan adegan dewasa tadi?apa kau tidak menginginkannya?"ucap aditya dengan nada dinginnya,membuat ifa semakin mengeratkan genggaman tangannya satu sama lain.
"tidak bos...kelak aku kalau sudah punya suami juga akan tahu rasanya."ucap ifa masih dengan wajah menunduk dan tidak berani menatap mata aditya di depannya.
"maksudku...apakah kau ingin kita cepat menikah?"
tanya aditya dengan wajah yang mendekat dan sangat dekat di depan wajah ifa yang baru terjaga dari menunduknya.
namun aditya hanya membalas nya dengan senyum di separuh bibir nya.
di meja arga,
arga berdiri dari kursinya,"sayang aku mau ke toilet dulu."
ucap arga lalu melangkah pergi menuju toilet pria.
sedangkan aditya yang melihat arga berjalan melewatinya menuju toilet itu pun turut berdiri dari kursinya kemudian masuk ke dalam toilet mengikuti arga,
"kak...kau sudah berani terang terangan menggandeng wanita di depan umum...luar biasa,"ucap arga yang melihat aditya dari kaca di wastafel depannya,arga sedang mencuci tangan di sana,
"mana ada...aku cuma main main saja."ucap balas aditya sambil mematung menyedekapkan kedua tangannya di depan dada sambil menatap ke arah arga yang berada di depannya.
__ADS_1
"kamu bawa anak orang berpengaruh ke sini dengan beraninya,cari masalah kamu ga?"tanya aditya pada arga,ia bermaksud memperingatkan pada arga agar tidak main main dengan putri Rendi wijaya itu.karena aditya tahu arga semalam bermalam berdua di kamar hotel dengan nindi.
"kakak nggak usah punya pikiran macam macam...gini gini...aku juga bermoral."ucap canda arga dengan sinisnya.
"ouh....jadi kalian ada hubungan baik rupanya...kenapa kalian membangun image yang bertentangan satu sama lainnya?"tiba tiba terdengar suara satria yang baru keluar dari dalam toilet.
seketika arga dan aditya pun terperangah dengan kaget nya,menatap sejurus se arah pada satria yang sudah berdiri mematung mengetahui apa yang arga dan aditya sembunyikan selama ini.
"siapa juga yang akan percaya pada laki laki macam kamu."ucap aditya dengan sadisnya dan pergi berlalu begitu saja.
"ga...kau urus dia...jika dia berani buka mulut...habisi saja."
ucap dingin aditya yang di ucapkannya pada arga sebelum ia benar benar meninggalkan toilet.
"kau sudah tahu kan apa yang di ucapkannya barusan...jadi...kunci rapat rapat mulutmu itu."ucap sadis arga sambil mengeringkan telapak tangannya di mesin pengering dekat wastafel,dengan tatapan tanpa menatap atau menoleh ke arah satria.
"sial...kenapa laki laki brengsek ini ada di sini di saat yang tidak tepat."gumam dalam hati arga yang sebenarnya ia merasa sangat cemas,tidak seperti aditya,lalu arga pun berjalan pergi meninggalkan toilet dengan perasaan tak menentu nya.
"apa aku harus bercerita pada nindi tentang hubunganku dengan aditya?aku khawatir jika satria benar benar akan memberitahukan semuanya."ucap dalam hati arga sepanjang perjalanan.
"drrrrt.....dddrrrttt...."getaran ponsel arga di saku nya,seketika ia mengambil nya dan membuka pesan yang baru masuk pada ponsel nya itu.
"kenapa kau kelihatan sangat cemas....jika kau khawatir...biar aku saja yang menghabisinya."
ucap pesan aditya yang ia baca,karena tanpa arga sadari aditya melihat ekspresi wajah arga.
"jangan kak...aku akan mengurusnya."
ucap balasan arga seketika sebelum aditya menyuruh orangnya untuk benar benar menghabisi satria,karena arga tahu,satria adalah sahabat yang sudah berada di sisi kekasihnya sebelum ia datang dan merampas nindi dari nya.
__ADS_1