Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
ungkapan cinta


__ADS_3

"awas kau istriku...kali ini tak akan mudah lolos",


gerutu rendi yang masih memegangi telinga merahnya sambil celingukan melihat kanan ke kiri.


"mau di taruh mana ini muka kalau ada yang melihatnya...sungguh benar-benar si anin itu ya...kakek juga dengan mudahnya percaya padanya begitu saja huuuuuh",


gerutu rendi sepanjang perjalanan menuju tangga naik,..


"sayang...tunggu suamimu ini datang...habislah kamu..."


kata rendi dengan bersungut-sungutnya.


kali ini rendi benar-benar terlihat sangat gemaaas pada istrinya,lebih gemmaaas...tepatnya...


rendi menaiki anak tangga menuju kamarnya,pelan-pelan ia membuka pintu kamar,


namun setelah sampai di ambang pintu yang terbuka itu...matanya tidak bisa menoleh kemana-mana,


ia terpaku sejenak...melihat sosok yang telah membalas kejahilannya tadi sedang tertidur dengan pulasnya.


"apakah ini waktunya tidur?padahal sebentar lagi sudah waktunya makan malam,


istriku...apakah sebegitu lelahnya hari ini untukmu?"


pikir rendi bertanya-tanya...


lalu rendi berjalan mendekat ke ranjang yang sekarang di sana istrinya sedang tertidur.


pelan-pelan ia mendekat...hampir tidak ada suara,

__ADS_1


dan sekarang ia merangkak ke atas ranjang menuju tubuh istrinya yang terbaring begitu lelap.


rendi pun ikut rebahan berbaring miring di samping istrinya,


sesekali menyibakkan rambut lembut istrinya yang menutupi pipinya yang mulus.


anin pun hanya menggeliat ringan dan sadar suaminya lah yang melakukannya.


rendi memiringkan wajahnya menghadap tepat ke wajah istrinnya yang tidur miring itu,menatap wajah itu lekat-lekat.dengan senyum manianya di sana.


"sayang...maafkan tingkahku yang membuatmu sedikit frustasi ...aku benar-benar ingin perhatian mu...aku merasa masih sangat kurang...meski kau ada seutuhnya untukku.entah kenapa aku begitu mencintaimu hingga seperti ini.


maafkan aku...maaf...


aku malah tidak pengertian begini...kamu pasti lelah menghadapiku bukan?"...


bisik rendi yang sedari tadi ternyata istrinya dengar dari awal hingga akhir...karena memang anin hanya pura-pura tertidur.


anin membuka mata dengan genangan bening di pelupuk matanya,


kata-kata suaminya benar-benar menyentuhnya...menyentuh relung hati terdalamnya,


"apa aku se pantas itu kau cintai suamiku?"


bisik lirih anin di depan wajah suaminya.


"itu harusnya kata-kata yang harus aku ucapkan...itu kata-kataku...kenapa kau mengambilnya terlebih dulu...!"


lalu tangisnya pecah.

__ADS_1


rendi yang melihat tangis istrinya pun tak tega.


ia meraih kepala anin hingga mendekapnya ke dalam pelukannya,


anin pun terisak di sana


tiba-tiba


"buuuk...buuuk....buuuk..."


pukulan ringan dari tangan anin mendarat di pundak rendi.


rendi mengerti...ia hanya membiarkannya saja,


"kenapa kau tega...tega...tega...sangat tega menyiksaku...kenapa selalu kau buat aku menangis bahagia karena ulahmu...kenapa...kenapa...!"


tiba-tiba terlontar ucapan-ucapan begitu saja dari bibir istrinya.


rendi pun tersenyum mendengarnya,hatinya hangaaat...sangat hangaat saat ini.


"aku benar-benar bersyukur menjadi istrimu dan bisa menemanimu sayang..."


ucap anin yang membuat suaminya itu tidak bisa tahan lagi.


sedetik kemudian...rendi sudah menganggkat dagu istrinya itu lalu mrngecupnya.


dengan cepat ungkapan ucapan-ucapan yang terlontar dari bibir istrinya itu pun terhenti karena ciuman suaminya.


saat rendi ingin menyudahi nya...tangan anin malah meraih wajah suaminya melanjutkan ciumannya,dan sekarang...ia yang menjadi penguasa atas apa yang mereka lakukan.

__ADS_1


keduanya terengah menikmati suasana...dan tentu hanya rasa bahagia yang ada.


__ADS_2