Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Sikap dewasa yang datang dengan sendirinya


__ADS_3

Sang staf yang tidak tahu siapa yang tengah di kerjainya pun hanya bersikap cuek dan sok berkuasa di bagian resepaionis kantor tempatnya bekerja, Tanpa tahu siapa yang tengah ia hadapi, Jangankan untuk menemui Nindi Wijaya, Untuk tidak membalas pesan seorang Nindi saja Arga sudah merasa tercekik, Demikian ibaratnya.


Apa lagi Arga sudah memantapkan hatinya untuk Nindi seorang, Jadi jangankan artis cantik terkenal manapun yang ada, Ia tak akan tergoda sama sekali. Apa lagi hanya gosip belaka.


"Ga...lihat tuh...di grup chat perusahaan...banyak yang fotoin tuh...ngirim ke grup...kamu yakin nggak kenal cewek cantik itu?" Tanya temanya lagi yang begitu penasaran, Cewek cantik se perti itu bisa bisanya Arga abaikan, Karena setahu temanya, Arga juga tidak sedang berkencan...apa lagi mengumbar kemesraan di depan publik. Saking pintarnya Arga dan Nindi menyembunyikan baik baik hubungan keduanya.


"Lihat dulu ga...!" Ucap temanya lagi sambil menyodorkan ponselnya ke hadapan Arga, Hingga Arga yang mulanya tidak tertarik sama sekali itu pun langsung mau tidak mau jadi menatap pada layar ponsel yang tersodor di depan wajahnya tersebut.


Matanya seketika terbelalak saat menyadari siapa yang tengah menungguinya disana, Ia segera merogoh ponsel dari saku jasnya dan membukanya, Tatapanya tertuju pada layar ponselnya, Beberapa panggilan tak terjawab dan beberapa pesan pesan masuk disana.


"Sudah berapa lama kamu bilang dia menungguiku disana?" Tanya Arga yang tiba tiba penasaran pada temanya.


"Satu jam an lebih mungkin..." Ucap temanya seketika. Dan seketika itu pula...Arga langsung bangkit dari duduknya dan berlari menuju keluar ruangan,


"Kau urus rapatnya, Lanjutin...aku tinggal dulu." Ucap arga sebelum ia meninggalkan ruangan rapatnya.

__ADS_1


"Oh...okay...katanya tadi nggak penasaran...nggak mau tahu...giliran lihat cewek cakep bening aja langsung lari...Arga Arga...!" Dengus teman Arga yang sedikit heran dengan tingkah bos sekaligus temanya tersebut.


Arga segera berlari menuju ke arah pintu lift yang masih tertutup, Namun saking lamanya ia menunggu pintu itu terbuka...ia pun sudah tak sabar lagi...segera saja ia berlarian menuju ke arah tangga darurat, Ia menuruninya secepat mungkin...saat itu padahal ia berada di lantai enam ruang kantornya, Dan tanpa ia rasakan lelah bercampur ngos ngosanya, Arga hanya ingin cepat sampai ke arah sang kekasih yang ternyata sudah menungguinya terlalu lama di lobi.


Dengan nafas yang terengah engah...dan dengan kucuran keringat yang membasahi seluruh pakaianya, Sehingga ia melepas jas yang ia kenakan, Melemparnya asal asalan,


Melonggarkan dasi yang ia kenakan...dan melepas satu kancing atas kemejanya agar terasa sedikit longgar nafasnya yang masih memburu dan tidak beraturan.


Sampai ia tiba di lobi, Dimana calon istrinya berada, Ia terlihat memegangi perutnya yang sedikit nyeri karena berlari menuruni anak tangga, Dengan nafas ngos ngosan dan langkah tertatih pelan ia pun mendekat ke arah kursi Nindi, Ia datang dari arah belakangnya, Sontak membuat seluruh karyawan dan semua penghuni lobi yang ada menatap sejurus ke arah pimpinan perusahaan mereka, Dan yang lebih parahnya lagi...bos mereka dalam kondisi yang awut awutan dan berantakan kala itu.


"Haaaah....Arga....kamu...." Ucap Nindi dengan terkejutnya, Dan sontak Arga pun langsung berjalan mendekat seraya memeluk tubuh sang kekasih disana, Di saksikan seluruh orang yang berada di tempat tersebut, Bahkan ada pula yang mengabadikanya lewat video.


"Sayang...maaf...aku terlalu sibuk hari ini sampai sampai tidak melihat pesanmu...dan tidak mengangkat panggilanmu...aku tidak tahu sayang...maaf..." Ucap Arga sambil mengatur nafasnya dan menyandarkan kepalanya yang terasa mau meledak saking panasnya setelah berlarian menuruni tangga.


"Lepas...nggak usah peluk peluk aku kalau memang nggak mau ketemu aku! aku mau pulang sekarang setelah lega melihatmu tidak kenapa napa!" Dengus kesal Nindi sambil mendorong tubuh Arga agar menjauh darinya. Lalu ia pun beranjak akan pergi meninggalkan Arga disana dengan ekspresi terkejutnya.

__ADS_1


"Sayang...aku tahu aku salah...aku minta maaf...aku janji nggak akan seperti ini lagi...okay..." Ucap Arga lagi seraya menyekal pergelangan tangan kekasihnya itu agar tidak beranjak pergi dari tempatnya, Hingga langkah Nindi pun terhenti.


"Loh...kok minta maaf sih ga? bukanya kamu nggak mau ketemu aku ya hari ini? sampai kamu bilang suruh aku datang lagi besok buat nemuin kamu? kamu tahu aku kangen kamu...kok tega sih kamu kayak gitu sama aku ga?"


Ucap jujur Nindi, Dimana tadi memang ia mendapatkan kata kata seperti itu dari karyawan Arga yang tengah bertugas di bagian resepsionis kantornya.


"Kamu bilang...aku ngomong kayak gitu? kamu tahu aku bilang gitu dari mana sayang? sedangkan aku saja tidak pernah mendapatkan kabar bahwa kamu sedang berada di kantor aku...apa lagi sampai menungguiku sayang...aku tahunya dari grup chat perusahaan yang pada ngirim foto kamu yang tengah di lobi ini..." Ucap jujur Arga, Dimana memang ia tidak pernah mendapatkan kabar tentang ke beradaan Nindi disana.


"Itu...staf kamu yang ada di bagian resepsionis ga yang bilang...aku di suruh datang lagi besok kesini hanya untuk nemuin kamu...sampai aku nggak terima dan nungguin kamu hingga muncul nemuin aku." Ucap Nindi dengan mata yang berkaca kaca, Dimana ia merasa senang dan lega bahwa ternyata sang kekasih tidak berniat mengabaikanya dan tidak mau bertemu denganya. Lalu Arga lagi lagi memeluknya, Di depan semua para staf dan karyawan yang menyaksikan kedekatan keduanya.


Arga begitu bahagia, Karena Nindi sudah mulai dewasa menyikapi perasaanya dan tidak seperti biasa yang asal nyablak dan mencak mencak saat sedang ada masalah yang belum jelas permasalahanya.


"Ayo ikut aku sayang...aku nggak ingin di kantor aku ada masalah kayak gini terulang kembali." Ucap Arga yang langsung menggenggam jemari sang kekasih dan mengajaknya untuk menuju ke bagian resepsionis.


Dimana disana berada dua orang yang tengah saling menyalahkan satu sama lain, Melempar kesalahan yang sudah di perbuatnya pada satu sama lain pula. Dan sudah di pastikan Arga akan memecatnya seketika saat itu juga.

__ADS_1


__ADS_2