
anin tau...sebenarnya suaminya berbuat demikian karena rasa cintanya pada anin.
anin pun mengerti kini...
lalu anin bangun dari pelukan suaminya,
melihat jam yg ada di dinding,
hampir jam9 pagi.
tiba2...
"tok tok tok",
"nyonya....di luar ada sekelompok ibu2 mencari anda",
suara bi ana dari luar pintu kamar,
"baik bi...sebentar lagi saya turun bi..."
kata anin.
ia pun bergegas ke kamar mandi dengan menyambar pakaiannya.
setelah anin keluar dari dalam kamar mandi,
di dapatinya suaminya sudah berpakaian rapi menunggunya,
"kak aku menemui ibu2 itu dulu ya kak..."
pamit anin pada suaminya,ia tau...itu pasti ibu2 yg tadi pagi.
"baiklah...cepatlah sayang..."
ucap rendi.
anin membuka pintu kamarnya lalu keluar berjalan menuruni anak tangga,
ia sedikit merasa bersalah atas apa yg telah di lakukan suaminya.
di bawah tangga...bi ani dan bi ana sudah mencegat nyonyannya...mereka akan ikut mengawal anin.
"mari nyonya..."
kata keduanya...
"bibi tak usah ikut...aku bisa sendiri",
kata anin.
ke2 bibi itu saling berpandangan lalu mengiyakan perintah nyonya nya,
ke2 bibi belum tau...bahwa tadi pagi...tuannya sudah memberi pelajaran pada ibu2 itu unruk mempertanggung jawabkan perkataannya.
anin yg melihat kerumunan ibu2 yg berada di luar pintu utamapun menyambut kedatangan mereka dengan hangat...
"lhoooh bu...kok di luar saja...maafkan bibi ya bu...belum di persilakan masuk ya tadi...mari bu ayo...jangan sungkan bu..."
sambut anin dengan ramahnya pada ibu2 itu.
lalu mereka pun dengan malu2 ikut masuk di belakang anin.
mereka melongo...saat anin mengajak mereka ke ruang utama rumah rendi wijaya,
terdapat 4 tiang besar di sana dengan tinggi menjulang,
lampu gantung bertahta bling2 yg indah...serta tepampang foto pernikahan pemilik rumah.
__ADS_1
sova besar berwarnya kecoklatan yg nyaman serta meja dari marmer tertata rapi dan di lengkapi dekorasi yg sangat indah.
meski itu pun sudah di rubah2 oleh anin saat ia sudah menjadi nyonya rumah itu.
anin melihat para ibu2 itu heran...sebenarnya niat mereka kesini itu apa...
"mereka jelas2 mencariku...aku ada disini...kenapa mereka celingukan si",
gumam anin dalam hatinya.
sedangkan para ibu2 itu baru pertama kali masuk kediaman wijaya,dan melihat isi di dalam rumahnya yg tak bisa mereka bayangkan sebelumnya,ternyata lebih "wow".
bi ani dan bi ana datang membawakan 7gelas air es lemon untuk ibu2 itu,
"silahkan bu...mari di minum"
ucap anin untuk para ibu2 itu.
tiba2...
"sayang...ayow lah...nanti kesiangan panas lo...butuh waktu 2jam perjalanan untuk sampai ke tempat kakek,"
ucap rendi di tengah2 perjalanan turun anak tangga.
dan berhenti disana.
ibu2 itu pun sekalian mendelik ketakutan dan meletakkan kembali ke meja air es lemon yg mereka minum,
"begini non...saya mewakili ibu2 ini kesini untuk meminta maaf pada anda dan tuan rendi,atas apa yg kami lakukan tempo hari sampai hari ini non...kami benar2 termakan asumsi kami sendiri non",
kata salah satu ibu.
"ia non maaf kan kami...kami tak akan memgulanginya lagi,"
sahut bersamaan ibu2 itu.
"tidak apa2 bu...saya sudah maafkan...dan maafkan juga kelakuan suami saya tadi pagi...saya memang sering bercanda dengan nya seperti itu bu..."
rendi pun mendelik mendengar kata2 istrinya,matanya menajam ke arah istrinya yg hanya di lirik anin sekilas.
anin terlalu takut untuk melihatnya lagi.
lalu rendi menuruni ank tangga keseluruhan menuju mobilnya di luar,
"cepatlah sayang...kita harus bergegas",
ucap rendi tanpa menghiraukan sapaan ibu2 itu.
rendi hanya menatap istrinya lalu pergi begitu saja.
anin hanya membalas senyum suaminya itu.
"baiklah non...kami permisi...dan terima kasi sudah tidak memperkarakan kami...kami akan jaga lisan kami lebih hati2 lagi..."
ucap ibu2 itu,lalu mohon diri.
anin pun memgantarkan ibu2 itu pergi keluar.
"mari tuan..."
sapa ibu2 itu saat melihat rendi yg memasukkan barang2 istrinya ke bagasi mobil dengan pak totok.
rendi hanya membalas dengan senyum terpaksa di bibirnya.
anin pun bergegas menuju suaminya.
"kak kita lama tidak di rumah kakeknya?sekalian kan aku ngepak pakaiannya..."
__ADS_1
tanya anin.
"cuma sehari sayang..."
jawab rendi.
"kok cuma sehari kak?"
tanya anin tak tau...
"aku cuti cuma 3hari sayang...hari ini aja belum berangkat...gimana kita lihat matahari terbitnya?"
ucap rendi yg membuat anin terperanjat senang...
"kak beneran mau ngajak aku liburan??"
tanya anin dengan antusiasnya.
"tentu lah sayaaang..."
jawab rendi.
"baiklah kak rend...ayok kita berangkat..."
kata anin sambil ngeloyor begitu saja tanpa menunggu suaminya karena kegirangan.
"yaaa...dia lupa kalau punya suami...maen nylonong aja..."
gumam rendi lalu ikut mengekori istrinya masuk ke dalam mobil.
anin dengam girangnya sambil bernyanyi.
"suaranya cempreng...untung cantik",
gumam rendi yg dari tadi mendengar lagu yg di nyanyikan istrinya ,entah lagu apa itu...sepertinya tak masuk kategori lagu pop,rok,melow ataupun campuran.
"lagu apa sih yank itu?"
tanya rendi pada istrinya...
"lagu ciptaanku donk kak",
jawab anin yg membuat rendi menelan ludahnya.
"pantas saja..",
gumam rendi.
kali ini pak totok yg menyupir.
"baik pak...mari kita jalan sekarang..."
perintah rendi.
lalu pak totok pun melajukan mobilnya itu.
saat mobil sudah melaju,
"kak aku lupa belum pamitan sama bi ani dan bi ana",
karena anin sudah menganggap mereka keluarga.
"mereka sudah tau sayang..."
ucap rendi sambil merangkul lengan istrinya hingga kepala anin menyandar di pundaknya.
"tidurlah sayang...perjalanan kita masi jauh",
__ADS_1
kata rendi.
anin pun memejamkan matanya.