Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Suasana membahagiakan


__ADS_3

Aditya mulai berjalan keluar terlebih dahulu dengan di dampingi Arga dan juga Satria yang berjalan mengapitnya melewati jalan setapak beralas putih bersih dengan taburan kelopak mawar putih yang berujung pada kursi di depanya, Disana sudah terlihat bapak penghulu serta paman ifa yang berada di sebelahnya. Nampak para tamu undangan sudah memenuhi semua kursi yang berjajar rapi di kanan kiri jalan yang Aditya lewati. Sampai Aditya duduk di kursi depan penghulu yang hanya terhalang meja di depanya. Arga berhambur duduk di samping pak penghulu, dan di sebelahnya lagi adalah satria.


"Disusul ifa yang berjalan perlahan dengan di dampingi Nindi serta yura di kanan kirinya, Nampak anggun dengan semua yang di kenakanya, Hingga semua mata memandang pada tiga bidadari yang baru keluar dari balik persembunyianya.


Ifa seketika di persilakan duduk di samping Aditya, Dan di susul yura yang duduk di belakang penghulu serta Nindi yang ikut duduk pula disamping ifa. Disana Arga serta Satria berperan sebagai saksi dari Aditya, Sedangkan Nindi dan juga yura sebagai saksi ifa.


Sebelum akad nikahnya dimulai, Pak penghulu terlebih dahulu mengeluarkan sepasang surat nikah, Surat yang akan Aditya dan juga ifa miliki masing masing setelah acara usai.


Aditya menoleh dan sedikit mengerlingkan matanya menatap ke arah ifa, Isyarat mata yang memberitahukan Ifa akan surat nikah keduanya yang Ada di depan meja pak penghulu. Seketika ifa pun mengikuti arah mata yang di isyaratkan oleh Aditya padanya. Bibirnya langsung menyungingkan senyum bahagia yang nampak tersirat di raut wajahnya.


Hingga ijab kabul itu pun terlaksana, Di akhiri doa doa dari pak penghulu dan Sahutan sah...saaaah....saaaah....dari para saksi yang menyaksikan acara akad nikah tersebut.


Seketika ifa pun langsung melepas sarung tangan cantik dari tangan kananya untuk di sematkan cincin oleh suaminya, Aditya begitu gemetaran saat itu, Namun ijab kabul berjalan lancar hanya dengan sekali tarikan nafasnya saja tanpa di ulanginya. Sampai gemetaran itu masih ifa rasakan saat suaminya pertama kali penyentuh tanganya dan menyematkan cincin pernikahan di jari manis tangan kananya.


Seketika senyum ifa tergambar sumringah di seluruh wajahnya, Nampak kebahagiaan yang begitu luar biasa saat itu, Sontak dengan tangan yang meraih jemari suaminya saat Aditya akan menarik tanganya, Lalu ifa menyalaminya dan mencium punggung tangan lelaki yang kini telah menjadi labuhan cinta, Jiwa dan raganya untuk selamanya. Laki laki yang kini sudah sah secara Agama dan hukum menjadi suaminya.


"Huuuuufffh..." Dengusan Aditya yang terlihat beberapa kali membuang nafas karena perasaan tak menentunya. Membuat hatinya berdentuman bergemuruh yang sulit ia redakan, Pertama kalinya tanganya di sentuh sang istri lalu di ciumnya, Perasaan aneh dan sekaligus bahagia bercampur menjadi satu. Membuat wajahnya kian merona bersemu merah saat di pandang semua mata.


Apalagi Arga yang berada tepat di depanya yang tengah memainkan alisnya sambil menyipitkan matanya, Arga begitu jahil menggoda kakaknya tersebut.


Sampai pak penghulu berpamitan dan menyerahkan surat nikah serta buku panduan Rumah tangga bahagia pada keduanya.

__ADS_1


Ifa di bimbing sang suami untuk berdiri dan memunggungi semua tamu undangan yang hadir, Terlihat Nindi sudah siap dengan tangkapanya, Di belakangnya ada Arga yang selalu siaga di setiap saat kecerobohan yang Nindi buat.


Dan di sana pula ada yura dan satria yang tengah ikut mengantri dan bergaya ikut bersiap siap, Dimana pada akhirnya keduanya hanya jadi pelengkap saja dan tidak ikut berebut menangkap buket bunga yang akan pengantin wanita lempar.


Tampak ifa sesekali menoleh dan mengepaskan lemparnya ke arah tujuan. Kearah Nindi dan Arga yang memang menginginkan menangkapnya sejak awal.


Hinga terdengar hitungan dari Aditya yang berada di samping ifa.


"Satu...dua...tiga....!" Ucap Aditya dan ifa pun langsung melemparkan buket bunganya ke belakang ke arah Nindi.


Dengan sorakan kebahagiaanya Nindi berhasil menangkap buket yang melayang dan mendarat cantik tepat di tanganya, Sorakan semuanya membuat suasana makin riuh dan ramai saat itu.


Terlihat kedua mempelai berfoto bersama, Aditya yang belum pernah melakukanya pun terlihat kaku dan kikuk saat di depan kamera, Arga yang terlihat gemas pun segera menarik jemari Nindi dan menggandengnya seketika ke arah mempelai berdua. Hingga kedua mempelai melipir minggir dan di gantikan pasangan Arga.


Arga berpose disana di temani Nindi yang terlihat begitu percaya diri dan sangat profesional, Bak foto model yang tengah terjepret di depan kamera studio. Sampai beberapa kali pose dan jepretan mereka ambil untuk memberi contoh pada kedua mempelai.


"Harusnya kau kasih kursus aku ga kalau masalah seperti ini...kau nggak bilang bilang...dadakan gini...aku jadi gemetaran tahu...saat di lihat kalian harus berfoto mesra dengan istriku..." Ucap Aditya seraya berbisik setelah ia berhasil menyeret lengan Arga mendekat ke arahnya.


"Alaaah foto begini aja bingung mau megang yang mana? trus kalo tempur ntar mau kucing kucingan kak? Masak iya aku yang kursusin juga...oke nanti aku kirimin tutorialnya, Tapi...bayar...kalau itu...sepuluh kali lipat...no gratisan!" Ucap Arga sambil berbisik pula pada kakaknya, Lalu di akhiri tepukan tangan Arga di bahu Aditya dan ia pergi menuju Nindi yang sudah menungguinya.


"Oh ya kak...kalau ntar malam nggak kuat liat...iket aja matanya biar nggak liat apa apa..." Lagi lagi ucap jahil Arga, Namun malah di angguki Aditya, Dan di terimanya sebagai usulan baginya.

__ADS_1


"Tutup tutup dah tu mata berdua...biar pada nggak liat mana syurga yang terindah di dunia. Biar nggak bisa bedain mana tu bibir mana hidung...kapok kapok dah!"


Gerutu gemas Arga dalam hatinya, Diam diam ia merasa kasihan dengan kepolosan pimpinan tertinggi grup Wibawa tersebut. Sampai senyum cengar cengirnya yang terlihat oleh Nindi dan di artikan beda.


"Kok senyumnya gitu Ga? lagi godain cewek mana sih?"


Tanya Nindi yang mulanya iseng iseng saja.


"Tuh...cewek cakep yang kelabakan saat aku tinggal bentar..." Ucap Arga sambil wajahnya terlihat celingukan memandang ke penjuru arah.


"Mana? yang mana?" Tanya Nindi lagi yang makin penasaran.


"Nih...yang selalu bertingkah konyol saat sedang merindukanku!" Ucap Arga sambil menoel hidup mancung Nindi di depanya. Sekilas senyumpun tersirat disana.


Hingga puaslah semuanya berfoto, Tidak lupa semua kerabat keduanya ikut serta, Dan Di akhiri pamitan Arga dan Nindi yang akan menikmati hidangan bersama.


Kini berganti kedua mempelai keluar untuk menyalami tamu undangan yang akan berpamitan pulang, Terlihat sudah mengantri berjubel mengekor di depan.


"Mau kencan malam ini?" Ucap bisikan Arga tepat di telinga Nindi, Seperti tiupan kecil yang membuat bulu kudu Nindi merinding seketika. Lalu anggukan tanda ia menyetujuinya mengakhiri kisah keduanya siang itu.


Siang yang redup namun tidak hujan, Udara sejuk dan terkesan lembab membuat indah suasana yang mereka lewati.

__ADS_1


__ADS_2