Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
berani


__ADS_3

"maafkan aku sat....aku tidak bermaksud apa apa..."ucap nindi yang langsung di sela satria,ia mengerti kenapa nindi seperti itu.


"sudah reda marahnya?dasar nindi bodoh...aku sudah anggap kamu adikku nindi...meski kau lebih tua hampir setahun dariku,namun bodonya nggak ketulungan."ucap satria yang mencoba bersikap biasa,


sesungguhnya dalam hati satria...ia sangat berat berkata demikian,namun...ia sangat mengerti hati nindi sudah tercuri oleh arga,mau ngotot seperti apapun pasti tidaklah bisa mengambil balik hatinya.


"sat...ayo pulang..."ucap nindi dengan lesu nya sambil berlalu pergi begitu saja.


"tunggu nindi...sampai kapan kamu akan kucing kucingan seperti itu?bukankah kamu sudah dewasa...masalahmu harus kamu tuntaskan...aku capek jauh jauh nemani kamu kemari apa harus berakhir seperti ini?aku terluka nindi jika kau seperti ini dan merelakan semuanya...uruslah urusanmu sampai tuntas...aku akan selalu menunggumu jangan khawatir."ucap satria dengan tangan yang mencekal tangan nindi hingga membuat langkah nindi terhenti.


"lalu kau mau aku bagai mana sat?aku harus kesana lagi mengemis cinta arga?kenapa?kenapa harus aku sat?"


tanya nindi dengan isakannya.


sesaat matanya tertuju pada wanita cantik yang baru keluar dari dalam hotel yang di rangkul laki laki di pinggangnya dengan mesra.


"bukankah itu wanita tadi?wanita dengan arga?yang arga rangkul?"pertanyaan pertantaan itu muncul di benak nindi dan sontak tanpa sadar nindi berlari menuju ke arah pasangan yang sedang sambil bersenda gurau cekikikan di dekat mobil dengan pintu yang sudah terbuka.

__ADS_1


"tunggu....tunggu...."ucap nindi saat ia sampai di dekat perempuan cantik yang berdiri berjajar di dekat laki laki itu.


"sayang...kau kenal wanita ini?"tanya jimi pada audry.


dan keduanya saling menatap.


"sayang...dia ini kekasih arga...tadi arga bermain main sebentar dengannya tadi..."ucap audry menerangkan pada jimi,dan terlihat jimi manggut manggut mengerti.karena ia sangat percaya pada tunangannya.


"bukankah anda kekasih arga kan?kenapa anda tega menduakan arga di belakangnya?"tanya nindi dengan sangat cemas dan kasihan pada arga meski arga sudah menyakitinya.


"sayang...kau tau...arga hanya memanfaatkanku saja ini lah tunanganku yang sebenarnya,"ucap audry menerangkan pada nindi.


"sebaiknya kau tanyakan sendiri pada arga...aku tidak ingin dia terluka pada cinta pertamanya."ucap audry singkat lalu bergegas masuk ke dalam mobil beserta jimi.


sedangkan nindi masih mematung saat mobil itu sudah berlalu pergi menjauh begitu saja sampai tidak terlihat dari pandangan matanya.


"sat....aku akan menjernihkan semuanya...apapun yang terjadi padaku nanti...aku mohon kamu jangan ikut campur ya sat...aku ingin meluruskan semuanya sat..."ucap nindi yang berpesan pada satria.

__ADS_1


"baiklah...aku akan memesan kamar di hotel ini untuk istirahat,aku tidak akan mengganggumu nindi...jika kau butuh aku,kau bisa mencari dengan bertanya pada resepsionis hotel."ucap satria sambil menatap nindi yang lebih dahulu berlalu pergi begitu saja,satria menatap punggung gadis yang ia sukai itu pergi menjauh dan masuk ke dalam hotel.lalu ia pun menyusul masuk ke dalam dan memesan sebuah kamar di hotel tersebut.


"tok tok tok."ketukan dari luar pintu kamar hotel arga.


dengan malas arga bangkit dari tempat tidurnya,mata sembab dan terlihat wajah kusut disana.


"siapa sih yang berani beraninya mengganggu acara tidurku."ucap arga saat ia berjalan menuju pintu kamar hotelnya.


"audry...ngapain kamu datang lagi..."ucap arga seketika saat pintu sudah terbuka.


"nindi...kenapa kau masih disini?bukankah kau sudah pulang dengan laki laki yang kau cium tadi?"


ucap jujur arga tanpa bisa ia rem.


"jadi dimana mana kau selalu memata matai ku?kau selalu mengawasiku?"tanya nindi sambil melangkah masuk ke dalam kamar,arga pun dengan reflek memundurkan kakinya perlahan mengikuti irama kaki nindi yang semakin memaksa maju.


"klik."suara pintu kamar tertutup.

__ADS_1


"jadi gadis itu audry namanya....gadis yang mau maunya kau ajak bersandiwara...bagus...pintar kau arga."ucap nindi yang terus maju ke arah arga hingga arga terduduk terjerembab di atas sofa.


__ADS_2