
pagi mulai menjelang,remang remang cahaya matahari masuk menembus kaca dan tirai yang terdapat celah disana,namun tidak terdengar kicau burung atau pun kokok ayam,yang ada hanya sunyi senyap...
arga sudah terjaga terlebih dahulu dari tidurnya,ia terbangun namun belum berpindah posisi dari posisinya semula.matanya terbuka menatap langit langit kamar yang ia tempati.lalu tangannya mulai mengucek ucek kedua matanya,hingga ia memiringkan wajah nya,menatap gadis cantik yang semalam sempat membuat heboh di dalam kamar nya kini tenang dan terlihat wajah damai pulas di sampingnya.
lalu arga pun memiringkan seluruh tubuhnya menghadap nindi yang masih tertidur dengan pulas nya.
"ternyata ini nyata...aku kira ini mimpi...mimpi yang tidak ingin berakhir....mimpi yang rela aku terus berada di sana tanpa terbangun."ucap dalam bibir arga samar dengan bahagianya,karena ia sangat mencintai nindi.meski nindi mungkin tidak merasakannya.
nindi menggeliat di tempat tidur,
"hemmmmzzz rasanya nyaman..."ucap dalam hati nindi yang merasakan begitu nyamannya tempat yang ia tempati saat ini,tanpa sadar ia merentangkan tangannya ke atas dua duanya.
__ADS_1
lalu ia membuka perlahan matanya yang masih sedikit sepat ia rasakan.
"pagi......sayang...."ucap nindi dengan tersenyum manja,saat ia menatap ke arah arga yang berada di sampingnya dan tatapan keduanya saling bertemu.nindi menyapanya masih dalam keadaan yang belum sadar sepenuhnya,ia masih mengira ini adalah mimpi terindahnya.hingga ia malas untuk bangun dan ingin terus melanjutkan mimpinya.karena...ia terlalu sedih saat mengingat kenyataan arga dan dirinya yang baru saja perang dingin dan sudah sedikit berangsur membaik.
hingga....
"pagi juga sayang...."ucap arga dengan pose tampannya.
"kok di mimpi arga bisa membalas sapaan ku sih?"tanya nindi samar dengan nada keheranannya,yang membuat nya makin penasaran,sekali lagi ia ingin memastikannya,apakah ini nyata atau cuma mimpi yang ia inginkan.
"sampai berapa kali kamu mau sapa aku sayang?"tanya arga dengan wajah mendekat dan mengecup kening nindi.
__ADS_1
hingga membuat nindi terdiam beberapa saat,bukan karena ciuman arga,namun ia masih tidak percaya bahwa ia seranjang dengan arga,seingatnya ia tertidur di sofa,bukan di ranjang.
"ga...kamu yang mindahin aku kan kesini?"tanya nindi dengan nada sedikit takut dan tubuh gemetar,kedua tangannya mencengkeram kuat selimut yang masih menutupi tubuhnya sampai dada,ia terlalu takut mengintip ke dalam selimutnya.
"sejak kapan kamu takut padaku?menatap wajahku pun hingga gemetaran seperti ini."ucap arga dengan jemari yang menggenggam tangan nindi,mencoba menenangkan perasaan kekasihnya itu.
"aku....aku hanya sediki syok ga...semalam aku tidur di sofa...kenapa aku bisa pindah kesini."ucap terbata bata nindi dengan kekhawatiran yang sudah berangsur membaik.
"aku mencintai mu nindi...aku ingin menjagamu,melindungimu...membuatmu senyaman mungkin berada di sisiku...tidak mungkin aku merusakmu,membuatmu tidak berharga,karena bagiku...kau segalanya sayang..."
ucap arga yang membuat nindi menangis terisak isak seketika.ia mengingat ingat drama yang ia lihat di tv,
__ADS_1
semua yang tidur bersama akan berakhir yang sudah bisa di tebak,namun...kenyataannya arga tidak demikian,ia menjaganya...melindunginnya,meski dalam keadaan nindi sedang tertidur.
"maaf sayang...aku hanya mencium mu beberapa kali saja...jarang jarang kamu se anteng itu...dan jika aku lewatkan...aku bukanlah seorang lelaki sejati."ucap dalam hati arga yang tidak mampu melewatkan begitu saja godaan dunia bagi nya.