
lalu rendi beranjak berdiri,mencoba membopong istrinya ke kamar mandi
"ayuk mandi sama-sama sayang?"
ajak rendi namun anin langsung menolaknya,
"kak rendi duluan saja deh yang mandi...aku masih ingin disini dulu"kata anin agar suaminya tidak memaksanya.
karena anin tahu...bakalan runyam kalau mandi dengan suaminya,bisa-bisa sampai rumah besok pagi,
pikirnya mencoba membayangkan yang akan terjadi.
lalu... "cuup"...kecupan mendarat di kening anin.
"sayang...segitu takutnya ya mandi denganku?"
kata rendi kemuan berlalu masuk kedalam kamar mandi dan meninggalkan anin yang masih di atas ranjang dengan ponsel nya.
sambil menunggu suaminya,ia membuka lemari pendingin yang ada di dalam kamar hotel yang di tempatinya,mengambil minuman isotonic dan cemilan,
lalu tak lama kemudian rendi membuka pintu kamar mandi,
rendi yang hanya memakai handuk minim,ikut mengambil kopi kalengan dan cemilan,sembari duduk di sofa,
"kak rend...dua hari ini aku tidak lihat kakak minum kopi pahit...?"tanya anin ingin tahu.
"ini adanya kopi kaleng sayang"sahut rendi dengan jujurnya.
"jadi aku minum ini saja,dan rasanya lumayan enak...meski aku tidak suka kopi krim atau krimer gini sayang,"
terang rendi.
__ADS_1
"padahal kopi susu enak lo kak...daripada kopi hitam pahit..."balas anin.
"aku sukanya yang hitam murni lo sayang...dikasih yang krimer tidak begitu suka...kalau ada dua-duanya yang ku pilih ya yang kopi hitam sayang...sama kaya di suruh milih kamu sama cewe laen...ya aku milih kamu lah..."ucap rendi.
"jadi kalau pas mau aku tapi adanya yang lain...terpaksa menerima yang lain gitu?"
sungut anin sambil gerutu,dan berlalu menuju kamar mandi merasa tidak terima di samakan dengan kopi.
saat mendekati pintu kamar mandi.tangan rendi sudah mencekalnya.menarik pinggangnya...hingga tubuhnya di pelukan rendi.sedetik kemudian tanpa aba-aba,rendi menenggelamkan wajahnya di leher anin,cukup beberapa menit ia menekannya sambil memegangi tengkuk istrinya itu,dan meninggalkan bekas merah tua kecoklatan disana.
"hukuman untukmu yang begitu bawel hari ini"
kata rendi kemudian berlalu begitu saja tanpa dosa.
anin hanya pasrah,menggerutu pun juga tidak berguna..
"aaarrrggghhh..."
"punya suami kaya singa...sukanya makan tanpa pamit pula"
masih dengan gerutunya hingga terdengar bunyi air mengguyur jatuh berbentur.
rendi yang bersikap tanpa dosa pun terkikik hingga perutnya sakit saat mengingat wajah polos istrinya yang menikmati ciumannya tadi.
hingga ponsel rendi pun berbunyi.
lalu dilihatnya layar ponsel itu,
"kakek".gumam rendi.
"halo kakek....bagaimana kabarnya?mau di bawain apa kek?"tanya rendi asal-asalan pada kakeknya,
__ADS_1
"kakek mau di bawain cicit yang lucu saja rend..."
canda kakeknya
"ini masih di cicil kek...masi nyicil rambutnya dulu kek..."
kata rendi.lalu terdengar tawa kakeknya pecah,
"nak...hati-hati kalau pulang ya...salam buat cucu mantuku...kakek sudah harus berangkat ke luar negeri lagi rend hari ini,padahal kakek baru saja sampai...harusnya kamu cepat gantikan kakek nak...kakek pingin cepat pensiun,"ucap kakek dengan nada serius.
"kakek jangan khawatir...aku masih harus belajar kek...butuh banyak waktu untuk menggantikan kakek,"
jawab rendi yang memang merasa belum mampu dan menurutnya kakeknya masi segar bugar dan sehat.
"baiklah nak...hati-hati pulangnya ya...mungkin sesampainya kamu di rumah...kakek sudah berangkat,"
ucap kakek menerangkan.
"baiklah kek...rendi janji akan hati-hati,kakek juga ya...jangan lupa jaga kesehatan dan minum vitaminnya,"
kata rendi lagi.
"kenapa kamu jadi cerewet seperti dokter henri rend-rend..."
kata kakek terkekeh.
dokter henri adalah dokter keluarga yang sudah mengurus kesehatan kakek sekeluarga,termasuk kesehatan bi ani
bi ana dan suaminya.
lalu kakek pun menyudahi telephonya,rendi pun langsung berganti pakaian,karena waktu sudah menunjukkan pukul setengah lima sore.
__ADS_1