
"ada apa ga?kenapa kamu kelihatan gelisah?"tanya nindi saat arga baru duduk di bangku depannya.
"nggak apa apa sayang..."jawab arga dengan senyuman yang membuat lega hati nindi.
"hari ini...cukup sampai disini ya...kau tidak apa apa kan jika aku tinggal sendirian?"tanya arga dengan tangan yang meraih jemari nindi di atas meja dan menggenggamnya.
"aku nggak apa...hmmmmz...ga...sekretaris kamu boleh nggak aku ambil satu?"tanya nindi tiba tiba yang membuat arga kebingungan.
"hmmmmzzz....boleh....mau kamu apain sih sayang?"tanya arga ingin tahu.dengat mata memicing dan pandangan menyelidik.
"aku kan nggak begitu tahu tempat ini...kamu nyuruh aku belanja kan...aku bisa capek kalau belanja sendiri."
ucap nindi dengan manis nya,yang membuat arga gemas melihatnya.
"baiklah..."ucap arga sambil mengelus lembut pucuk hidung nindi yang nggak terlalu mancung itu.
dan terlihat arga melambaikan tangannya kepada seseorang hingga dua orang laki laki datang menghampirinya.
"sayang....kamu mau milih yang mana?kamu mau di temani yang ini atau yang ini sayang?"
__ADS_1
tanya arga sambil menunjuk dua orang laki laki yang berpakaian sangat rapi dengan pakaian yang di kenakannya.dan terlihat nindi celingukan seperti mencari cari seseorang di belakang dua orang yang tengah berdiri mematung di hadapannya dengan menunduk.
"kau cari siapa sayang?"tanya arga yang melihat tingkah nindi yang sedang celingukan.
"hmmmz...ga...ini mereka berdua sekretaris kamu ya?"tanya nindi sambil menatap kedua orang laki laki di hadapannya dengan sedikit senyum.dan di balas senyum pula oleh kedua orang tersebut.
"iya...mereka sekretaris aku yang aku ajak kesini...kalau aku bawa yang cantik cantik...aku khawatir ada yang akan bakar rumah nanti..."ucap arga dengan sindiran pada nindi,karena nindi terlalu pencemburu menurut arga,dan arga menyukai itu.
"hmmmz...aku nggak pernah mau bakar rumah ya saat melihatmu dekat dengan wanita cantik!"balas ucap ketus nindi dengan mata sewot nya.
"nggak bakar rumah...tapi rela pingsan demi aku."
"hemmmz...kalau gitu...nggak usah deh ga...biar aku ajak si satria aja...sama gadis itu...nggak apa apa kan?kamu nggak marah?nggak akan cemburu dan macam macam kan sayang?"tanya nindi dengan mata berbinar nya.
nindi berharap arga menyetujuinya.
"iya...baiklah...kalau begitu urus sendiri ya...aku balik nanti siang...kita makan siang bersama,aku ajak kamu ke suatu tempat...pasti kamu suka."ucap arga lalu beranjak berdiri dari kursi nya,tangannya merogoh saku jas yang ia kenakan.
"ini sayang....kartu no limit bisa kamu gunakan semaumu."
__ADS_1
ucap arga sebelum pergi yang menyerahkan sebuah kartu atm berwarna hitam untuk nindi,dan nindi tahu...kartu itu di negaranya hanya ada beberapa saja...papa nya termasuk punya dua yang seperti itu.
"ga...bisa nggak yang biasa aja...aku bukan tipe yang boros kok...aku cuma perlu pakai untuk beli pakaian ganti saja...nggak untuk yang lain."ucap nindi dengan sungguh sungguh nya.
"sayang...itu juga bisa kok kamu pakai semau kamu...mau pakai sedikit...atau banyak...nggak apa apa...dan nanti kamu bisa kembalikan lagi padaku."ucap arga denga tangan yang menyerahkan kartu itu pada nindi di telapak tangannya,lalu jemarinya mengelus pucuk kepala nindi.
"baik lah ga...makasi ya...eh...tunggu...aku belum tahu nomor ponsel kamu..."teriak nindi saat arga sudah melangkah pergi.dan nindi terlihat sedikit manyun,karena arga belum memberikannya nomor ponsel nya yang baru,yang bisa nindi hubungi.
"triiiiing....."bunyi ponsel nindi yang berada di atas meja.
seketika nindi menatap layar ponselnya,terdapat pesan masuk disana.ia segera meraihnya lalu membaca isi pesan di dalamnya.
"i love you."isi pesan yang baru nindi buka dan baca,dengan nomor yang sangat mudah nindi ingat.
nindi dengan senyam senyum nya menatapi layar ponselnya itu,ia tahu itu pasti nomor arga.
dengan senyum senang di bibir arga lalu memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku jasnya,dan terus melangkah pergi.
"arga ku kembali."ucap syukur dalam hati nindi.dan melonjak senang dengan kartu no limit di tangannya.
__ADS_1