
"Tu, kan...kamu nggak nafas lagi ya?hemmz...ayo ulangi lagi..tapi kali ini nafas ya?" ucap Arga saat ia menyudahi ciumannya, dan Nindi hanya terpaku sambil menatap wajah lelaki di depannya dengan pipi yang merona.
"Ga...hey...kamu belum pul...." ucap Johan yang baru keluar dari dalam gedung acara. Dan saat itu ucapannya tertahan karena melihat ada Nindi disana.
"Eh...maaf...apa aku datang di waktu yang nggak tepat nih?" tanya Johan dengan sedikit kikuk nya. Membuat Arga dan Nindi menoleh menatap kearah Johan.
"Eh...ni udah mau pulang kok Jo...nih kenalin pacar aku Jo...Nindi Wijaya..." ucap Arga.
"Loh...kapan jadiannya? kemarin berhari-hari kamu galau ngilang nggak tahu kemana Ga...aku kira anak gadis mana yang bisa membuat seorang playboy insyaf...eh...puteri om Rendi ternyat!" ucap Johan seketika.
"Ehem...Jo...aku nggak se playboy itu ya!" dengus kesal Arga.
"Salam kenal..." sapa Nindi pada Johan, dan terlihat istri Johan yang baru saja menyusul suaminya.
"Loh! kak Nindi ya? hua... aku fans nya kakak loh..." ucap istri Johan saat itu.
__ADS_1
"Halo kak Nindi...masih ingat aku nggak kakak kelas? aku adalah pembuat grup penggemar kalian loh, bagaimana kabar hubungan kak Nindi dengan kak Satria?dulu kalian terkenal sangat romantis satu sekolah loh...dan aku penggemar pertama kalian..." ucap nerocos istri Johan. Yang saat itu mampu membuat ketiga orang di dekatnya membelalakan kedua mata saking terkejutnya. Dan jelas yang paling terkejut dusana adalah Arga.
"Eh sayang...Nindi ini pacar Arga...jangan asal bicara deh!" ucap Johan pada istrinya itu.
"Hah...apa!!! apa apan tuh pakai acara grup sekolahan pula?" tanya Nindi dengan sangat kaget nya.
"Aku nggak tahu kalau sampai ada grup seperti itu...!" ucap jujur Nindi dengan sekilas melirik ke arah Arga yang ber wajah merah dengan senyum terpaksanya.
"Dan aku nggak ada hubungan seperti yang di gosipkan itu dengan Satria, dia itu sahabat aku." Ucapnya lagi.
"Maaf istrinya Johan...dia ini kekasihku sekarang...terimakasih...kami pamit dulu." Ucap Arga sambil mengapit pinggang Nindi, menariknya hingga merapat kearahnya lalu mengajaknya pergi menuju tempat parkir mobil.
"Aku nggak apa- apa honey...biarpun orang lain ngomong kaya apa pun...selama aku nggak lihat dengan mata kepala aku sendiri...aku nggak akan percaya! apa lagi kamu bilang nggak ngelakuinnya...itu yang paling aku percaya." Ucap Arga dengan mantapnya.
"Aduh...my handsome nya aku..." ucap Nindi sambil memeluk leher Arga.
__ADS_1
"Hemmmz...honey...kamu tu ya...gemesin deh...mau aku bungkus dan bawa pulang ya..." ucap gemas Arga saat itu. Lalu keduanya masuk ke dalam mobil Arga dan lelaki itu pun mengantar Nindi untuk pulang.
"Ga...kamu kok bisa dapat izin papa dan mama aku sih? gimana ceritanya?" tanya Nindi di sela perjalanannya.
"Aku juga nggak tahu honey...sore itu...saat kepala aku pusing muter-muter...perut kelaparan...malas bangun meski kelaparan karena kepala pusing...jadi ya aku hanya tiduran,
eh...tiba-tiba papa kamu datang lalu mengizinkan aku lagi untuk dekat denganmu...gimana? percaya nggak?"
ucap Arga yang membuat Nindi tidak percaya.
"Nggak percaya deh." Ucap Nindi seketika.
"Sama...kamu nggak percaya apa lagi aku! aku pikir itu hanya halusinasi aku karena kelaparan." Gerutu Arga di sela kata-kata Nindi.
"Sampai saat ini pun aku nggak percaya Nindi...kita bisa bersama lagi...aku nggak akan menyia-nyiakan kesempatan kita ini honey...jaga hatiku ya..." ucap Arga sambil meraih tangan Nindi lalu mengecup punggung tangannya. Sesekali mata Arga melirik kearah gadis disampingnya itu.
__ADS_1
"Sebentar lagi akan aku jadikan kamu milikku selamanya honey...kita nggak akan terpisah lagi selamanya." Ucap dalam hati Arga. Dan terdengar isakan Nindi disertai dengan lelehan air mata yang menetes di pipi mulusnya. Tanpa Arga sadari.
"Terimakasih Arga...aku tidak salah memilihmu." Ucap Nindi dengan lirihnya.