Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
tubrukan


__ADS_3

anin kemudian berjalan pelan di dampingi suaminya mendekat ke arah puterinya yang tertidur di atas sofa ruang keluarga,anin mengusap usap pipi halus nindi,


namun nindi hanya menggeliat dan menepis tangan anin serta menggaruk garuk pipi nya yang mungkin di rasa gatal itu.


"seperti kamu sayang...."ucap rendi dengan cekikikan saat menatap ekspresi puterinya itu.


dan dengan cepat anin menoel perut rata rendi yang berdiri di sampingnya agar diam.


"sayang...bangun...kelamaan nunggunya ya?"


ucap anin lembut membangunkan nindi,


terlihat nindi mengucek matanya lalu matanya terbuka menatap dua orang yang sedang mengerumuninya,


"papa mama kenapa lama sekali sih....aku kan jadi ketiduran,"dengus nindi saat sudah terjaga dari kantuk nya.


"papamu nak...ketiduran di kamar mandi tuh,"dengus kesal anin pula yang di sertai picingan matanya menatap suaminya yang sangat tidak seperti biasanya.


"iya iya maaf...papa salah...papa ketiduran di dalam kamar mandi,"ucap rendi yang dengan ekspresi lucu itu membuat anin memaafkannya.


"oh tuhan...."sedikit teriak kaget nindi saat ia menatap layar ponselnya,di sana ia melihat sepuluh panggilan tidak terjawab dari arga.


nindi pun langsung berlari menuju samping rumah,dimana disana sepi dan tidak ada siapa siapa.

__ADS_1


ia menarik kursi lalu mendudukinya,tangannya dengan lincah memainkan ponsel,bukan untuk bermain melainkan menghubungi arga kekasihnya.


"ga...halo...kamu kenapa?nggak ada apa apa kan?kamu sakit?"ucap nerocos nindi begitu saja saat panggilan video nya tersambung dengan arga.


"aku nggak apa apa sayang...kamu tu yang kenapa...tumben tumbenan ngacangin sepuluh panggilanku,aku kan jadi bt...ayo tanggung jawab!"


dengus kesal arga yang membuat nindi lega,karena arga memang tidak kenapa napa yang tadinya ia pikir arga sakit atau kecelakaan kayak di film film yang nindi lihat.


"huuuuf.....kirain kenapa napa ga...aku khawatir tahu..."ucap nindi dengan nafas lega di sana.


"maaf ga aku nggak dengar...aku ketiduran maaf ya..."


ucap nindi lagi,yang membuat arga tersenyum di dalam layar ponsel nindi.


di pintu samping yang tanpa nindi sadari,anin dan rendi berdiri menatap puterinya yang terlihat cekikikan di sana,dan keduanya pun tersenyum senang.


"sayang....ayo..."ucap rendi mengajak puterinya itu dan nindi pun langsung menyudahi telephone nya,


nindi berlari menuju papa dan mama nya yang sudah berjalan duluan di depan.


ketiganya masuk ke dalam mobil,lalu rendi mengemudikan mobilnya menuju restoran yang mereka tuju.


tiga puluh menit mobil melaju di jalanan yang lengang...tidak ada macet atau pun banjir disana.di saat musim hujan seperti ini,biasanya jalan macet karena genangan air di mana mana.

__ADS_1


akhirnya rendi menghentikan mobilnya tepat di parkiran restoran ala jepang itu.


musim hujan...paling nikmat saat menyantap makanan yang hangat...apa lagi baru matang.


ketiganya memilih restoran itu,karena nindi dan anin akhir akhir ini suka sekali daging yang baru matang di bakar,


anin mual saat melihat ikan laut,dan rendi pula,alhasil makanan ala jepang menjadi pilihannya.


ketiganya keluar dari dalam mobil,berjalan menuju ke pintu restoran,terlihat sedikit gerimis di sana,membuat nindi menyedekapkan tangannya karena ia memakai dres pendek tanpa lengan.


"bugh..."suara benturan tubuh nindi yang menubruk dada seseorang,karena nindi berlarian sambil menundukkan kepalanya.namun dengan cekatan tangan pria dengan bau harum menurut nindi itu berhasil menangkap tubuhnya.sesaat ia pun menatap sosok berwajah lumayan tampan dengan gel rambut yang membuat dandanannya sedikit lebih dewas.


"kamu masih betah berada di sana?"tanya pria itu seketika yang membuat nindi tersentak dan salah tingkah,ia segera bangkit dan membenahi pakaiannya.


"maaf maaf aku tidak sengaja,"ucap nindi sambil tangannya mengibas ngibas pakaian pria di depannya itu.


"tunggu...apa kita pernah bertemu?wajah kamu sangat familiar menurutku,"ucap nindi sambil menatap wajah pria di depannya dengan seksama.sambil ia mengingat ingat...siapa pria itu.


"ah....aku ingat...kau pria yang kelaparan waktu itu bukan?"


ucap nindi yang sudah mulai mengingat nya.


"arga...wanitamu benar benar langka ternyat,"

__ADS_1


gumam laki laki yang di sebut arga kakak itu.


__ADS_2