Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Kebangetan apa lagi pengiritan?


__ADS_3

Aditya menyambut ifa dengan senyum yang sama,


Senyum yang menentramkan dan membahagiakan jika di pandang ifa.


"Oh tuhan...kenapa mahluk ciptaanmu ini bisa setampan dan se sempurna ini...sungguh aku tak tahan melihatnya."


Ucap ifa dalam hatinya, Meski bagaimanapun...ia seorang gadis normal pada umumnya, Ia memiliki perasaan suka pula pada lawan jenisnya, Dan itu wajar...namun masalahnya...yang ia sukai adalah seorang Aditya...pengusaha muda dengan tampan di atas rata rata dan penampilan luar biasa bak model profesional.


"Tuhan...aku hanya manusia lemah yang tak tahan godaan...kenapa kau kirimkan seseorang yang se sempurna dia untuk mengujiku?" Gumam ifa dalam hatinya lagi, Dengan kepala menunduknya dan pandangan menatap ke arah sepatunya saat berjalan, Langkahnya tiba tiba gontai saat ia sudah berada di dekat Aditya, Sampai laki laki itu membukakan pintu mobil untuknya dan mempersilakanya untuk masuk. Kemudian Aditya pun menyusulnya masuk ke dalam mobil.


"Kau sudah makan?" Tanya Aditya sebelum ia menjalankan mobilnya, Ia berniat mengajak ifa makan malam bersama jika ifa belum makan, Karena Aditya pun sengaja belum makan malam, Supaya mereka bisa berduaan lebih lama lagi. Namun kenyataanya ifa hanya mengangguk, Meski ia sebenarnya juga belum makan malam. Ifa takut keadaanya makin parah saat ia harus berlama lama disamping Aditya.


"Oke...baiklah...aku akan langsung antar kau pulang...yakin nggak mau jalan dulu sebentar saja denganku?" Tanya Aditya dengan nada gemasnya, Ia ingin saat itu juga menarik tubuh ifa ke pelukanya dan tidak melepasnya, Aditya begitu merindukanya, Dan entah mengapa itu terjadi tiba tiba.


Aditya pun tidak menyadari..bahwa saat itu pula jantung ifa seakan mau meloncat ke arahnya. Namun ifa hanya bisa menahanya dengan menundukan pandanganya saja.


"Aku begitu capek hari ini...maaf ya merepotkanmu untuk mengantarku pulang..." Ucap ifa, Namun ia hanya melirik saja ke arah Aditya, Dimana Aditya merasa ifa terlalu berlebihan membentengi dirinya.

__ADS_1


"Kau yakin kau menyukaiku?" Tanya Aditya lagi yang ingin tahu. Entah mengapa hatinya begitu resah oleh sikap ifa yang begitu dingin padanya akhir akhir ini, Tidak selayaknya pasangan pada umumnya. Ditambah lagi...Aditya merasa aneh saat ia hanya ingin mendengar ifa memanggilnya "Sayanh" saja, Namun sudah lebih dari satu minggu ifa tidak melakukanya.


"Tentu...aku suka...kalau tidak...kenapa aku mau menikah denganmu." Ucap ifa singkat yang sudah mewakili seluruh perasaanya yang ia rasakan, Dan itu pun Aditya dengar dan rasakan lebih dari apa yang ia harapkan.


"Oke...kalau begitu...besok kita fitting baju pernikahan...kau tahu...aku ingin sekali memelukmu, Kita akan menikah kalau perlu secepatnya...besok dapat pakaian pernikahan...lusa nikah."


Ucap Aditya dengan sungguh sungguh. Dimana ia tidak pernah main main dengan apa yang di ucapkanya.


Tanpa sadar...ifa melongo di buatnya, Ia benar benar tidak tahu harus berkata apa lagi, Perasaanya senang bercampur haru, Baru pertama kalinya ifa mendengar Aditya berkata jujur namun sedikit menggelitik hati nya saat ifa rasakan.


"Kau diam...berarti kau setuju..." Ucap Aditya yang mampu membuat ifa tersenyum manis menatapnya.


Ucap Aditya yang sudah mampu menggombali ifa dengan sendirinya. Aditya bisa menggodanya tanpa belajar dari siapapun...ia mampu melakukanya sendiri tiba tiba.


"Aaah...jangan peluk...aku nggak bisa..." Ucap ifa jujur, Dan entah mengapa...Aditya bukanya marah karena penolakan calon istrinya, Melainkan begitu bahagia, Baru pertama kalinya Aditya melihat dengan mata kepalanya sendiri, Merasakan dengan perasaanya yang tulus...bahwa di zaman sekarang...masih ada gadis yang memegang teguh pendirianya diatas segalanya. Dan Aditya begitu bersyukur karenanya. Hingga tanpa terasa sepanjang perjalanan keduanya di habiskan hanya untuk mengobrol saja sampai tiba ke tempat tinggal ifa, Yang berada di pinggiran kota.


Di desa tepatnya.

__ADS_1


"Makasih...udah nganterin aku sampai rumah..." Ucap ifa saat ia sudah turun dari dalam mobil Aditya.


Namun tanpa ifa sadari...ternyata Aditya pun juga ikut turun denganya, Bahkan sudah berjalan mendahuluinya menuju teras depan rumahnya, Dan duduk di atas sekat pembatas teras dengan luar teras.


"Loh...kok nggak balik?" Tanya ifa sambil berjalan menuju ke arah Aditya.


"Kau kira aku supir? supir aja butuh gaji...masak iya aku teh teh anget aja nggak dikasi? kamu kebangetan apa emang lagi pengiritan? bilang kalau nggak ada...biar aku suruh orangku buat bawakan kesini besok...kalau perlu sekarang!"


Ucap Aditya yang mencoba mencari alasan agar ia bisa sedikit lebih lama lagi disana dan memancing ifa agar bilang bahwa ia tidak sedang kehabisan teh.


"Aaah...tidak tidak...itu tidak perlu...aku masih punya teh kok...aku buatin ya sebentar...kamu...disini aja nggak apa apa? aku nggak enak kalau sampai kamu masuk dan di lihat tetangga." Ucap jujur ifa sambil masuk akan membuatkan teh untuk calon suaminya itu, Setelah ifa mendapat Anggukan dari Aditya. Dan dengan sabar Aditya menungguinya di teras luar rumahnya, Ia duduk di pembatas teras.


Beberapa saat ia menunggu...akhirnya ifa datang membawa teh anget di gelas besar di tanganya, Dan melon yang sudah ia kupas dan iris iris kecil di atas piring yang ia bawa. "Maaf ya...aku hanya ada ini di rumah..." Ucap ifa sambil meletakan piring ditanganya, Namun Aditya dengan cepat mengambil gelas dari tangan ifa,


Tanpa perintah ia pun meminum isinya.


"Aku lapar...aku belum makan malam...aku pulangnya nunggu penjual nasi goreng keliling yang biasanya keliling disini ya..." Ucap Aditya sambil menikmati teh anget buatan ifa.

__ADS_1


"Loh...tapi kan penjual nasi goreng itu datangnya malam...bisa bisa pukul sepuluh malam lebih...nanti kelamaan loh..." Ucap ifa yang sudah merasa nggak enak di buatnya. Namun memang sudah Aditya rencanakan agar ia bisa belama lamaan berdua dengan calon istrinya itu.


"Kalau kamu merasa nggak enak sama tetangga kamu...aku yang beresin..." Ucap Aditya lagi lagi dengan nada suara yang dingin dan datar. Hingga membuat ifa terdiam di buatnya, Karena ifa tahu...Aditya tidak pernah main main dengan kata katanya.


__ADS_2