Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
perasaan yang menyiksa


__ADS_3

setengah jam kemudian,rendi mendatangi istrinya yang sedang asyik main ponsel di dalam mobil,


"sayang...ayo...sudah dapat tempat.."ajak rendi saat ia sudah mendapatkan tempat.


"ayo kak..."sahut anin lalu mengikuti suaminya,


anin dan rendi masuk beriringan menuju tempat pojok paling pojok warung sate,


lalu tak lama pesanan rendi tadi pun datang,dua porsi sate,dua porsi nasi,lengkap dengan semangkuk gule sama seporsi ati goreng kesukaannya,


anin dan rendi menikmati makanannya,terlihat gilang baru datang dari arah luar,


gilang tahu mobil rendi terparkir di luar lalu ia masuk kedalam,gilang celingukan mencari keberadaan anin dan rendi,


"nah ketemu",kata gilang dengan senyuman mengembangnya saat ia dapati dua orang yang ia cari itu.


sengaja di hampirinya tempat anin dan rendi duduk,lalu gilang duduk di sebelah anin tepat.


"apa kau mencariku??"


tanya gilang pada anin yang begitu menggoda.


rendi sudah sedari tadi mengepalkan tangannya,mengerutkan dahinya,dan menajamkan tatapannya,


"jika ni orang kelewat batas, aku nggak segan-segan ngobrak abrik tempat ini kalau perlu aku gusur sekalian,"grutu rendi dalam hati.


"kami kesini untuk makan,"ucap anin dengan senyum tipis di bibirnya,


lalu dengan sigap rendi meraih kemudian menggenggam tangan istrinya yang ada di atas meja,


gilang yang melihat sikap rendi menjadi geli sendiri.


lalu timbul pikiran konyolnya dan niat jahil nya.


"apa kau sudah punya pikiran meninggalkan rendi nin??"


ucap gilang pada anin yang tujuannya menggoda rendi.


sambil mendekatkan wajah gilang pada anin,


seketika rendi bangkit sambil menarik kerah depan baju gilang.

__ADS_1


namun gilang malah cekikikan,tertawa terbahak yang langsung di lihat para pengunjung lain.


"kau gila lang,"ucap rendi mencoba ingin memukul gilang.


namun dari arah dapur keluar wanita yang lumayan cantik menghampiri gilang dan rendi yang hampir saja adu jotos,


"sayang....ada apa ini??"


ucap wanita itu sambil berusaha melepas cengkeraman rendi di kerah gilang.


"kau panggil dia sayang?"


kata rendi terkejut mendengarnya,lalu seketika cengkeramannya mengendur dan terlepas.


"kenapa?nggak jadi nonjok aku lagi rend??"


tanya gilang sambil memeluk wanita di sampingnya.


anin hanya melongo melihat kelakuan dua orang itu.


"maksudmu apa lang?kau menggoda istriku...tapi kau memeluk wanita lain!"ucap keheranan rendi.


"kenalin...ini nur...pacar aku..."kata gilang mengenalkan.


"maaf rend...aku tadi nggak maksud buatmu marah,aku hanya menggodamu saja...habisnya sikapmu kekanak-kanakan,"


rendi hanya manggut-manggut mencoba mengerti.


lalu anin mengulurkan tangannya menjabat tangan nur,


"anin...."kata anin memperkenalkan diri sambil tersenyum ramah.


"ok baiklah sayang mari kita pulang...nanti aku masih ada kelas di kampus,"ucap rendi sambil permisi menuju kasir untuk membayar,


lalu mereka pamit kepada gilang dan nur,


gilang benar-benar minta maaf atas candaannya tadi.


entah kenapa dalam hati rendi begitu lega dengan pengakuan gilang.


"akhirnya tidak ada ancaman lagi,"ucap rendi bergumam.

__ADS_1


mobil melaju menuju rumah rendi,sesampainya di rumah...rendi dan anin sudah tidak mendapati kakek.


"bi...kakek sudah berangkat?"tanya rendi pada bi ani.


"sudah tuan...baru saja,"jawab bi ani.


lalu anin menuju kamarnya,badannya berasa lengket seharian,ia bergegas ke kamar mandi,


rendi masuk ke kamar dengan membawa segelas susu untuk ibu hamil,rasa vanilla kesukaan istrinya,


"sayang kamu dimana?"


kata rendi dengan mata yang mencari ke seluruh ruangan,lalu rendi pun mengetuk pintu kamar mandi,


"iya sebentar kak..."ucap anin yang keluar kamar mandi memakai handuk saja,


rendi terbelalak melihat tubuh mulus istrinya.


tanpa pikir panjang,rendi menaruh gelas yang berisi susu di atas meja dekat sofa,


rendi memeluk tubuh istrinya,sejenak merasakan kenyamanan disana.


"sayang...andai aku bisa menahannya,"


ucap rendi dan langsung menciumi bibir istrinya.


"cukup",


ucap dalam hati rendi yang begitu berat rasanya memaksa menyudahi aksinya.


namun lagi-lagi rendi teringat pesan dokter,


"paling tidak...di trimester awal ini...berhubungan nya di kurangi...jangan seperti biasanya,


"oke rendi...kamu bisa,kamu pasti bisa,"


ucap dalam hatinya untuk menyemangati dirinya sendiri.


"baiklah sayang...minum susunya...lalu istirahat."


kata rendi seketika,dan anin pun menuruti kata suaminya,tubuhnya terasa capek...lebih capek dari biasanya.

__ADS_1


__ADS_2