Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
malaikat maut


__ADS_3

terdengar dering telfon di rumah rendi,


bi ani langsung bergegas mengangkatnya,


"halo....bibi..."


kata rendi memastikan siapa yang sedang mengangkat telefonnya.


"iya tuan...."sahut bi ani.


"bi...tolong segera cari ikan CUWE,"


rendi menekankan pada kata yang di tujunya.


"bibi harus mencarinya...entah dimana semua kerahkan untuk mencari bik...dan beli..."ucap rendi dengan nada memerintah.


"nanti kalau sudah ada yang dapat...segera kasi kabar masing masing."


ucap rendi lalu menutup telephonenya.


anin terpesona kagum dengan suaminya,


"aku cinta kamu"


tiba terlontar dari bibir anin.


suaminya yang mendengarpun tersipu.


"mobil langsung berhenti di pinggir jalan sepi,"


rendi mendekatkan wajahnya pada wajah istrinya.


melepas sabuk pengamannya,lalu mencium istrinya.


menarik tengkuk istrinya hingga istrinya mengimbangi nya.


tiba tiba... "tok tok tok"...


ada yang mengetuk kaca mobilnya.


rendi melihat lihat siapa yang mengetuk dari dalam mobil,


ada dua pria dengan senyum ramah nya.


"siapa?"pikir rendi.


rendi pun membuka kaca mobilnya,


"ada apa ya?"


tanya rendi ingin tahu,


"silakan keluar dulu pak,"


jawab salah seorang.

__ADS_1


rendi ingin membuka pintu mobilnya,namun anin mencegahnya,


"kak...jangan...disini sepi kak...mana ada orang baik,"


ucapnya dengan khawatir.


"beratnya mencari ikan cuwe,"


kata hati rendi.


lalu rendi menepuk tangan istrinya dan menyunggingkan senyumnya.


rendi turun dari mobilnya,


dan langsung di himpit membentur pintu mobil,


di lehernya sebilah pisau siap mengoyak.


"ada apa ini pak?"


tanya rendi yang begitu tenang nya..hampir tak ada ketakutan sama sekali meski benda tajam itu tepat di lehernya.


sedangkan istrinya sudah menjerit jerit tak karuan.


"kau membuat istriku takut,"


ucap rendi dengan senyum menyeringainya,


"serahkan barang yang kau punya,termasuk mobil juga,"


kata dua orang tersebut.


"minggir..."


ucap salah seorang yang langsung menggelendeng anin keluar.


"tolong jangan lukai suami saya..."


ucap anin sambil terus memohon.


"diam"


dengan kasar laki laki itu menarik menjambak rambut anin hingga anin mengaduh,kesakitan menahan.


rendi tersentak,matanya melotot,ke dua tangannya mengepal,


rahangnya mengeras,kali ini ia benar benar murka.


seketika,rendi memukul laki laki yang sedang menodong nya,membuat tangan laki laki itu menjatuhkan pisaunya,


dan menghantam dengan tendangan kakinya pada laki laki yang sedang memegangi istrinya,


hingga laki laki itu pun terpental ke belakang,tersungkur.


anin yang lepas dari pegangan laki laki itu pun langsung berlari memeluk suaminya.

__ADS_1


lalu dua orang ber tubuh tinggi besar datang,


wajahnya sangar.menghampiri anin dan rendi.


"kalian telat."


dengan nada datarnya.


ucap rendi sambil memeluk dan menenangkan istrinya.


"maafkan kesalahan kami tuan"


ucap ke dua laki laki tersebut bebarengan.


dua orang begal pun menciut,melihat siapa yang datang.


"aku masih diam saat kalian mengerjaiku,tapi aku tak bisa diam saat kalian menyentuh istriku dan membuatnya ketakutan.


jika sehelai saja rambutnya tercabut,akan aku cabut nyawa kalian."ucapan rendi yang benar benar murka.


"main main lah sebentar dengan mereka,buat mereka


mengerti...bahwa mereka sudah berurusan dengan orang yang salah,lalu kirim mereka pada yang berwajib."


kata rendi sambil pergi meninggalkan tempat itu.


"kau tak apa sayang??"


tanya rendi sambil mengelus rambut istrinya.


"apa ini sakit??apa mereka melukaimu??"


tanya rendi benar benar hawatir.


namun anin hanya terdiam menyaksikan kejadian barusan yang di lihatnya,


"inikah suamiku??"


baru kali ini anin melihat sosok lain pada diri rendi yang tidak ia ketahui sebelumnya.


sejujurnya anin takut...takut...namun itu demi kebaikannya.


karena terlalu sayangnya pada anin,hingga rendi seperti


malaikat maut di hadapan musuhnya.


diam diam anin melirik suaminya yang mengemudi,


dia hanya diam...hening...hingga telephone rendi berbunyi.


"tuan...ikan cuwe nya sudah dapat."


kata suara bi ani di dalam telephone,


"baik bi kami pulang."sahut rendi datar,

__ADS_1


"ssssshhh..."


desahnya mengingat kejadian tadi,pasti istrinya ketakutan.


__ADS_2