
Hingar bingar alunan musik yang ada di dalam gedung acara pernikahan Audry begitu mengalun keras hingga memenuhi ruanganya, Namun hanya terdengar sayup sayup saja dari tepi pantai. Terlihat Nindi dan Arga tengah duduk duduk bersantai di tepi pantai sambil menikmati cahaya bulan dari pantulan air laut, Ombak yang menggulung dan pecah di tepi pantai membuat suara yang riyuh tenggelam dan tertelan oleh suaranya. Dan di tambah lagi angin sepoi sepoi yang membuat keduanya makin hanyut dalam obrolan obrolan ringan keduanya.
"Sayang...kenapa kamu bisa bisanya ngasih waktu aku hanya empat bulan saja untuk melamar kamu? kenapa nggak bisa besok aja? Atau...malam ini mungkin?" Tanya Arga dengan sedikit penasaranya.
"Ya...karena aku baru masuk ke perusahaan papah ga...gimana kalau orang lain mikir dalam tentang ku? kamu bisa ngerti kan? dan lagi apa kamu udah nyiapin semua buat lamaranya?kok sekarang sih?" Tanya Nindi dengan keherananya.
Kalau cincin Arga selalu membawanya kemana mana, Tapi kalau persiapan yang lain pada umumnya Arga belum menyiapkanya, Jadi mau nggak mau Arga mematuhi apa yang Nindi inginkan.
"Ga...lihat deh...itu orang kenapa nyebur ke laut sih? kamu lihat nggak?" Tanya Nindi sambil menunjuk nunjuk ke arah orang yang tengah ke pinggir pantai sambil berteriak teriak, Namun sayang teriakanya tidak sampai telinga Nindi dan Arga.
"Oh...pasti orang gila itu sayang...udah biarin aja...mana ada orang waras malam malam gini malah berenang ke pantai." Ucap Arga dengan asalnya, Ia belum melihat siapa orang yang di sebutnya orang gila tersebut.
"Ga...itu...lihat lah...kayaknya kenal deh sama itu orang...itu yang cewe mirip ifa kan? ifa nya Aditya ga...lihat dong!" Seru nindi memberitahu bahwa memang benar orang itu mirip sekali dengan Ifa dan Aditya.
"Haaaaah! astaga! benar....itu dia...ya tuhan Aditya...kamu ngapain?" Ucap Arga sambil berusaha berdiri dari duduknya dan membantu Nindi ikut berdiri pula.
__ADS_1
"Sayang...aku mau kesana...kamu mau ikut?" Tanya Arga pada Nindi saat ia sudah ingin berlari menuju ke arah Aditya.
"Iya ayo...aku ikut!" Ucap Nindi setelah ia sadari yang ia lihat benar benar Aditya. Dan keduanya pun berlari menuju ke arah yang mereka tuju keduanya.
"Hai!! apa yang kalian sedang lakukan? kenapa malam malam begini basah basahan di pantai? apakah itu pacaran model baru?" Tanya Nindi begitu saja saat sudah sampai di dekat keduanya. Sedangkan Arga melepas jas nya dan memakaikan pada Aditya.
"Apa yang terjadi kak?" Bisiknya lirih pada Aditya.
"Nggak apa apa ga...hanya kesalahan kecil saja." Ucap Aditya lalu pamit untuk pergi ke tempat parkir mobilnya.
Sedangkan ifa masih mematung dengan membisunya. Dalam hatinya begitu sedih, Takut. Semua campur aduk menjadi satu. Yang ada hanya membisu dan mematung saja.
"Banyak tanya kamu! mau gendong apa gimana kok tanya terus?" Kata Aditya sambil menangkupkan tangannya yang terlihat kedinginan.
"Booos....maafkan saya...saya benar benar tidak bermaksud apa apa bos..." Ucap ifa sambil menyusul ke arah Aditya dan juga Arga. Berjalan mengikutinya dan ingin berjajar denganya namun langkah kedua lelaki tersebut begitu cepat dan cepatnya. Hingga langkah kaki kecil ifa tidak bisa mengimbanginya.
__ADS_1
"Brisik! minggir kau." Ucap Aditya dengan nada kesalnya dan tanpa sadar ia berteriak lantang pada gadis itu.
"Hai...kenapa kau berteriak pada wanita! kau ini laki laki...sadar kenapa...meski dia berbuat salah kau tak boleh bersikap kasar seperti itu tahu!" Ucap Nindi yang sudah muak dan tidak terima mendengar Aditya memperlakukan sahabatnya begitu kasar. Sejak ia dekat dengan ifa...Nindi merasa begitu senang...karena ifa terlihat begitu baik padanya tanpa ada apa apa nya. Namun apa adanya. Tidak seperti wanita lain yang hanya ingin mendekati Nindi karena belanja dan belanja jalan jalan dan jalan jalan.
"Hai kau...kau tidak tahu masalahnya kenapa ikut campur?"Teriak Aditya balik pada Nindi sambil melotot ke arah Nindi dan juga ifa.
"Hai...kenapa kau berteriak pada kekasihku sih?"Ucap Arga yang tidak terima Aditya berlaku kasar pada Nindi pula.
Karena dia saja tidak pernah membentak Nindi sekalipun.
" Kau kenapa sih? krnapa kau jadi seperti ini? kenapa malam malam begini kau basah basahan dan nggak seperti dirimu sendiri?" Ucap Arga sambil tanganya menyekal lengan Aditya agar menghentikan langkahnya.
Ia menatap lekat ke arah Aditya yang tengah merah padam wajahnya.
"Aku nyebur karena aku kira ifa akan bunuh diri...dan dengan bodohnya aku lempar nggak tahu kemana sepatu sepatu aku. Dan apa kau tahu...dia mau nyebur gara gara sepatu nya hilang sebelah! Apa kau puas sekarang setelah mendengar jawabanku?" Ucap Aditya dengan seriusnya.
__ADS_1
Namun Arga malah terbahak bahak oleh perkatann Aditya barusan. Dimana Arga merasa Aditya benar benar bukan dirinya sendiri saat itu. Dan Arga merasa kakaknya itu sudah ada kemajuan dalam perasaanya.
"Aaakh....ngapain kita mengkhawatirkan dia ayo sayang kita pergi dan urus sendiri masalah kita...biarkan mereka urus sendiri masalah mereka." Ucap Arga sambil menarik lengan kekasihnya dan mengajaknya pergi meninggal tempatnya saat itu. Meninggalkan dua sejoli yang baru mulai menyadari perasaanya namun belum bisa mengakuinya. Karena egoisnya dan ketidak mauan keduanya untuk merasakan rasa cinta yang datang pada keduanya.