Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
kejutan


__ADS_3

di dalam mobil yang di kendarai anin nindi yura dan satria yang mengemudi...terlihat yura sangat menikmati perjalanannya,


yura baru beberapa kali datang ke negara nindi,namun baru dua kali yura ke kota yang nindi tinggali,itu pun karena perjalanan bisnis.


"mah...papa kemana ngak ikut?"tanya nindi sambil memeluk lengan mama nya dan menyandarkan kepala di pundak mama nya.


"nggak tahu...papa mu dari tadi belum pulang sayang...maklum lah...papa dan mama ke luat kota lama kemarin...mungkin banyak pekerjaan yang harus papa mu selesaikan...dan...kapan lagi sih kita bisa ngajak satria jalan jalan kaya gini?kan langka...ya kan sat?"ucap anin yang membuat satria tersipu malu.


"iya tan..."sahut nya dengan tetap mengemudi menatap lurus ke depan,namun sesekali masih melirik ke arah yura.


ya...yura sekarang baginya adalah pengalaman baru yang cukup mengasyikkan yang mampu merebut perhatiannya,kini lama lama satria mampu menggeser tempat nindi di hatinya.


"eheeeeem..."deheman yang di sengaja nindi membuat satria terkaget kaget dan kembali menatap ke jalan depan nya.


"hemmmzzz....yang lagi kasmaran..."ucap nya tiba tiba membuat satria dan yura menatap nya dari kaca spion depan nya.


beberapa saat sampailah ke tempat yang mereka tuju,setelah satria memarkirkan mobil,ke empat orang itu pun langsung turun dari dalam mobil,berjalan menuju ke dalam mall besar dan langsung menuju ke tempat daging dan sayuran.


terlihat ramai pengunjung dimana mana.


"mama dan aku...kita menuju ke bagian daging...kalian menuju ke bagian sosis dan sayuran ya...biar lebih irit waktu...kalau beginu banyak nya orang...mama keburu pusing ni ntar..."ucap nindi pada yura dan satria,lalu terlihat keduanya menyetujui dan anin hanya mengikuti kemauan putrinya saja.


terlihat satria menggandeng tangan yura dan mengambil stroller belanjaan dan mendorongnya ke arah sayuran,


yura tengah asyik memilih paprika hijau merah dan kuning.serta jamur juga.


dan beberapa jagung manis.

__ADS_1


sedangkan di tempat nindi...terlihat anin memilih milih daging khas yang khusus untuk barbeque...daging sapi...serta daging ayam.


tidak lupa nindi juga mengambil beberapa bakso,dari bakso udang bakso jamur,bakso sapi,bakso ayam beraneka ragam bakso.


"sayang...kamu suka bakso ya?kok banyak banget sih ngambil baksonya...tumben tumbenan kan?"tanya mama anin yang sedikit heran pada putrinya.


"hemmmz arga mah...yang suka beraneka ragam bakso gini..."ucap nindi tiba tiba lalu meletakkan bungkusan bungkusan bakso itu ke dalam keranjang belanjaan yang di bawa mama nya.


"maaf mah...nindi teringat akan arga mah...dia yang paling antusias dengan bakso mah..."ucap nindi dengan senyum kecut di bibirnya.dan anin hanya menatap dengan senyum lembut ke arah putrinya.


"putri mama sudah dewasa ya sekarang...slalu teringat pacar nya...mama sama papanya lewaaaat sekarang..."ucap anin dengan nada menggodanya,membuat nindi tersenyum malu malu ke arah mama nya.


"lalu...ini di kembalikan aja apa gimana mah?"


tanya nindi ingin tahu.


nindi mengambil keranjangnya dan membawakannya,


tidak lupa nindi juga membeli beberapa kacang atom, kacang kulit, kripik kentang yang lumayan banyak dan masih bnyak lagi,nindi bilang untuk stok di rumah.


"oke...mama sayang...siap..."ucap nindi dengan gembiranya dan terlihat yura serta satria sudah menungguinya di samping kasir,


lalu mereka menyatukan belanjaannya,


"tan...biar satria saja yang bayar tan..."ucap satria menawarkan terlebih dahulu.


"nggak usah sat...kamu kan sudah tante anggap anak sendiri...apa kata mama kamu kalau dia tahu disini putra nya nggak tante rawat."ucap anin dengan menyerahkan kartunya ke petugas kasir,satria hanya tersenyum menanggapinya.

__ADS_1


setelah puas berbelanja ke empat orang tersebut langsung saja bergegas pulang.


di rumah terlihat para asisten rumah tangga sudah menyiapkan segala perlengkapannya di teras belakang.


"maaaah menduuung...hujan nggak ya mah nanti?"ucap nindi yang begitu khawatir nya.


"emmmz...atau di teras sajalah ya...nanti takutnya hujan turun dan membuat semua basah."ucap mama lalu terlihat mama mengajak para asisten rumah tangga nya untuk menyiapkannya di teras belakang saja.


"pukul tujuh malam saat hujan benar benar turun,namun para asisten masih siap untuk memanggang daging dan beberapa bakso yang di beli tadi siang.semua berkumpul dalam rumah,namun terlihat nindi menunggui bibi asisten rumah tangganya yang sedang membakar bakso-bakso kesukaan arga.


nindi menatap bakso-bakso yang sudah matang di meja sampingnya.


"boleh aku minta nggak?"tanya seseorang yang baru saja duduk di sampingnya.


"silahkan...makan aja..."ucap nindi begitu saja tanpa menoleh ke arah orang tersebut.


tatapan nya masih menatap lurus bibi yang masih membakar di depannya.


"aku suka sekali bakso jamur dan udang ini...kau ternyata selalu ingat sayang."


ucap seseorang di samping nindi lagi,sontak membuat nindi terperanjat dari duduknya dan menatap ke arah sumber suara.karena ia sangat mengenal suara yang baru saja ia dengar tersebut.


"Arga....."teriak nindi sambil berhambur memeluk ke arah arga.pelukanya erat hingga arga menelan seluruh bakso yang ia baru kunyah beberapa kali itu.


"nindi...aku kecekik..."ucap nya sambil memeluk kekasihnya dengan mata melotot.


karena tersedak bakso yang baru ia telan.

__ADS_1


__ADS_2