Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
dikira hilang


__ADS_3

"nggak lucu ya kak rend..."


sambil menepis tangan suaminya yg menggenggamnya.


rendi yg melihat tingkah istri ya pun ketawa ringan.


"gak lucu kak...gak ada yg lucu..."


grutu anin karena tingkah suaminya yg tertawa.


"sudah sampai...ayuk turun...kamu tu nungguin aku gendong dulu ya baru mau turunnya?"


goda rendi lagi.


"ia...ia...ini juga mau turun..kebesaran perut nie",


canda anin ganti.


namun...tiba2 rendi tersadar dengan kondisi istrinya yg tidak seleluasa dulu.


"maafkan aku sayang...maksud aku bukan begitu..."


ucap rendi sambil membantu istrinya turun dari mobil.


"kak rendi ngomong apa si kak...jangan minta maaf terus kak..."


kata anin.


anin menatap rendi sambil tersenyum,rendi pun sama...ia menatap anin lalu tersenyum.


kemudian keduanya ,


anin dan rendi masuk kedalam mall....tak lupa pak totok mengikutinya,


di lantai 1 ada bagian promosi elek tronik,mobil,motor,asuransi dan sebagainya,


buah2an sayuran bahan pokok ada disana.


rendi mengajak istrinya naik ke lantai 2,


disana terdapat apa yg akan ia cari.


"ayow sayang...ambil yg di butuhkan"


kata rendi.

__ADS_1


"kak...aku beli baju aku dulu ya kak rend..."


kata anin.


"nanti beli di butik biasanya aja yank..."


sahut rendi.


"baju buat santai aja kak rend...gak usah merk butik kak..."


ucap anin.


"ya udah sayang...terserah deh...aku temeni...,"


ucap rendi.


lalu rendi terus saja mengekori istrinya kemanapun ia pergi.


anin pun tampak memilih2 pakaian santai nya.


"sayang...aku ke toilet dulu ya..."


pamit rendi pada istrinya,


anin memgangguk lalu tersenyum pada suaminya.


"kamu kemana si yank?"


gumam rendi.


cukup lama rendi berputar putar dari tempatnya ke tempat lain.


rendi mulai panik...sudah hampir 1jam ia mencari ke beradaan istrinya.


"pak totok juga kemana si..."


gumam rendi sedikit kesal.


rendi ingin menelfon namun hp rendi terbawa di tas anin.


rendi mulai capek ia benar2 sudah lelah berputar2...lalu ia duduk di tempat duduk dekat dengan tempat dimana ia meninggalkan istrinya terakhir kali.


kepalanya pusing serasa mau pecah,ia baru kali ini mengalami hal semacam ini.


"kenapa aku jadi se bodoh ini",

__ADS_1


gumam rendi.


"tenang rendi....tenang...fikirkan cara..."


ucap rendi untuk menghibur dirinya sendiri.


lalu rendi punya akal...ia akan meminjam hp orang untuk menelfon nomer hp nya.


baru rendi mau beranjak dari tempat duduknya,


di lihatinya istrinya datang membawa burger dan es krim di tangannya...tak lupa pak totok di belakangnya dengan membawa 2kantong kresek penuuuh belanjaan yg di beli anin.


"tepok jidat"


yg di lakukan rendi.


"aku disini sudah seperti orang hilang...mencari orang hilang...lah...yg di cari nongol bawa belanjaan...dikira hatiku terbuat dari tahu apa..."


grutu rendi sambil mengacak rambut yg basah oleh keringatnya.


"sayaaang...."


sapa anin sambil menyodorkan burger dan es cola di tangannya untuk rendi.


"aku kelaparan kak rend...karena muter2...jadi ku pikir...kamu lapar juga",


kata anin dengan jujurnya.


"dia tak tau aja aku disini sudah hampir gila...mungkin sudah gila sekarang"


kata hati rendi.


"sayaaang kau tau...aku ingin sekali menghukummu,tapi aku benar2 tak tega...tapi kenapa kamu selalu menguji kesabaranku?"


ucap rendi sambil menerima burger dan es cola dari tangan anin.melahap nya hanya 4 kali gigitan langsung habis.


anin masih tak mengerti ucapan suaminya.


"tuh kan...bener...apa ku bilang...kak rendi laper juga kan...emang belanja di mall tu bikin laper kak...makanya aku belikan juga buat kak rendi"


ucap anin tanpa dosa.


"duuuh ni oraaang...suami hampir gila..."


"untung kamu cantik sayang",

__ADS_1


bisik rendi dengan hati yg sudah nano nano.


__ADS_2