
"ayo katakan dong....kenapa ketawanya?"
anin masi bingung dengan sikap suaminya.
"sayang....kamu marah enggak kalau janjiku aku langgar",
kata rendi dengan wajah melasnya.
"apppaaaa!"
anin terperanjat dari duduknya,
ia meloncat dari pangkuan suaminya,
"ada apa sayang?hati hati lah...!,"
ucap rendi pada istrinya.
"kamu tega kak rend...kamu selingkuh?!"
kata anin dengan nada meradang dan air mata menggenang.
"lho lho lho lhoooh....kok jadi gini si yank..."
sambil mendekat mau merangkul istrinya namun dengan cepat anin menepis tangannya.
"aku gak mau kamu sentuh",
ucapnya dengan lelehan dipipi.
namun rendi tak hiraukan,
ia tetap berusaha memeluk istrinya meski anin mencoba meronta hingga dirasanya anin lebih tenang.
"kamu tu ya...yg bilang aku selingkuh itu siapa?
kamu slu jauh mengartikannya sayang..."
ucap lembut rendi sambil tetap memeluk istrinya.
"lalu?"
tanya anin dengan singkatnya.
"besok...aku kan uda janji nemani kamu jalan2,aku kira hari ini meeting nya lancar...jadi besok aku bisa nemani kamu,
tapi...nyatanya semua gak becus...
besok...aku harus pergi ke luar negeri sayang...mungkin untuk beberapa hari...karena ini sedikit serius..."
ucap rendi dengan lembutnya.
namun anin malah nangis sejadi jadinya,
"lhooooohh ini kenapa lagi sayang?"
tanya rendi yg tidak mengerti istrinya.
setau rendi memang wanita hamil cenderung lebih peka dan sensitif,itulah mengapa ia benar2 tersiksa harus mengutarakannya pada istrinya.
__ADS_1
"kamu tu tega banget kak..hanya hal sepele saja sudah hampir membuatku gila",
ucap anin di sela isakannya.
dalam hati rendi begitu lega...syukur istrinya baik baik saja,
"aku kira nangis kenapa yang2.."
ucap rendi sambil mengusap lelehan di pipi istrinya.
"bugh",
anin meninju dada suaminya.
"duuuh..."
triak mengaduh rendi.
"kok aku di tonjok?"
kata rendi lagi.
anin tak mau tau,ia ingin menonjok dada suaminya lagi,
namun ke dua tangannya sudah di pegangi suaminya.
"sayaaang oke maaf...aku salaaah..."
ucap rendi,
"kamu tahu salahmu?"
"enggak tahu..."
canda rendi pada istrinya.
"kaaan gitu....kak rendi..."!
ucap anin dengan cemberutnya.
"ia2 aku tahu salahku...aku uda bawa bawa janji2 kan...makanya kamu bisa mikir macam2",
ucap rendi sambil menatap mata istrinya yg sembab.
"jangan gitu lagi ya kak...jangan di ulang lagi..."
kata anin sambil menarik kerah suaminya,
lalu mengecupnya.
"eiiits...gak boleh macem2 ma aku",
kata anin dengan sewotnya,
"aku masih dongkol ni..."
sahutnya lagi.
"mumpus dah kamu rend..."
__ADS_1
ucapnya sendiri dalam hati rendi.
lalu anin berlalu keluar ruangan kerja rendi.
"sayang tunggu dong..."
ucap rendi.
"jangan ikuti aku",
kata anin sewot.
"aku mau ke kamar kok",
ucap rendi.
"aku juga mau ke kamar si..."
ucap anin.
"sayang ayowlaaah maafin aku..."
sambil terus mengekor istrinya.
"aku masi gak enak ati kak rend..."
ucap anin sambil berjalan memasuki kamarnya.
tiba2 dari arah belakang rendi memeluk tubuhnya.
"aku kan membuat modmu membaik sayang..."
bisik rendi di telinga istrinya.
lalu menyusupkan wajahnya di leher istrinya,menciuminya hingga anin tak bisa menolaknya.
di bimbingnya istrinya ke tempat tidur,dengan lembut ia memapahnya hingga istrinya berbaring nyaman di sampingnya.
menisihkan sebagian rambut yg menutupi mata istrinya,
"sayang.."
ucapnya,
"heeeemmm..."
jawab anin.
"jadi aku besok boleh ke luar negri kan?"
tanya rendi.
anin hanya mengangguk lalu tersenyum.
rendi yg melihat pun ikut tersenyum.
tanpa terasa keduanya sudah saling mencium..dengan tatapan berbinar.
"jangan ada satu pun rahasia di antara kita",
__ADS_1
ucap keduanya dalam hati mereka .