Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Manis


__ADS_3

"Menurutmu...apa kita sudah impas?" Tanya Arga di sela sela langkah kaki yang mengiringi jalanya bersama sang istri di sampingnya.


"Ya...mungkin!" Ucap datar Nindi yang merasa sedikit lega, karena apa yang ia takutkan ternyata tidak benar benar terjadi, dan lagi...rasa percayanya pada sang suami lebih besar dari rasa curiga atau hanya sekedar lewat pandangan matanya saja.


"Lalu...panas panas gini mau kemana kita sayang?" Ucap tanya Arga lagi pada sang istri.


"Entahlah...kalau aku masih ingin jalan jalan, menghabiskan waktu kita disini sebelum ntar pulang...!" Ucap Nindi yang membuat Arga seketika menatapnya dengan perasaan heranya.


"Katanya mau disini saja dan nggak mau pulang? langsung saja ke tempat Resort? kok besok pulang sih sayang?" Tanya Arga pada sang istri.


"Ya...mau ku sih begitu...pulang ke Resort maksudku ga...bukan ke rumah...aku sudah penasaran sama Resort baru kamu, kenapa sampai kamu mau ngadain pesta disana!" Ucap Nindi yang membuat Arga tersenyum dan menatap ke arah depan, langkahnya semakin berat ia rasakan, saat deburan ombak yang mulai menyapu kedua kakinya, ternyata air laut siang menjelang sore itu kian pasang saja.

__ADS_1


"Karena aku bangun Resort itu terinspirasi dari dirimu sayang...kamu yang cuek...kamu yang apa adanya...kamu yang blak blakan, bahkan sangat sadis, namun di balik itu semua tersimpan kehangatan, manis dan membuat yang mengenalmu selalu merindukanmu." Ucap Arga menerangkan, yang makin membuat Nindi semakin penasaran dengan Resort baru sang suami.


"Mau main air?" Ucap Arga yang menyadarkan lamunan Nindi sesaat ketika membayangkan Resort yang tengah di bahasnya.


"Nggah ah...aku bukan anak kecil!" Ucap tolakan Nindi, yang di barengi dengan beberapa kali gelengan kepalanya.


"Menjadi kecil lagi di depanku apa salahnya?" Ucap balasan Arga yang mulai melempar kedua sepatu yang di kenakanya ke arah jauh dari ari laut, dan kemudian menunduk mengambil kedua sepatu yang sang istri kenakan, lalu melemparkanya ke arah jauh dari air laut, kemudian kedua tanganya menarik pergelangan tangan Nindi agar ikut ke arahnya, ke arah pantai dan masuk kedalam air yang hanya setinggi lututnya saja, sampai sana Arga mulai memercikan sedikit air dari tanganya ke arah Nindi, hingga keduanya saling membalas satu sama lain, bahkan di sela sela permainan pun masih sempatnya Arga mengambil kesempatan, ia menarik Nindi dalam pelukanya dan menciumnya, hingga tanpa terasa waktu sudah berlalu begitu saja, keduanya bermain air sudah hampir dua jam lamanya, hingga datanglah pasangan Satria dan Yura yang mendekat ke arah keduanya.


"Ya...namanya juga pasangan Arga Nindi...kalau nggak heboh bukan mereka namanya sayang!" Ucap Yura yang mendukung perkataan Satria barusan.


Hingga Arga dan Nindi menyadari keberadaan dua pasang mata yang tengah mengawasinya, Lalu Arga pun menyudahi candanya bersama sang istri dan mengajak Nindi untuk naik ke atas, ke arah tepian pantai yang tidak tersapu ombak.

__ADS_1


"Kalian sejak kapan berdiri disana?" Tanya Arga pada pasangan Satria dan Yura.


"Sejak kalian ciuman lengket!" Ucap Satria yang tanpa sungkan, bahkan seketika membuat Nindi menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan karena merasa malu oleh perkataan Satria barusan.


"Tenang saja Nindi...itu wajar saja kok...jangan khawatir...kami punya fikiran terbuka kok, nggak sempit!" Ucap balas Yura yang terang terangan.


"Tetap saja...!" Ucap Nindi yang perlahan lahan membuka kedua telapak tangan yang menutup wajahnya dan menurunkanya.


Ke empatnya duduk berjajar di tepian pantai, dengan tangan masing masing yang mengeratkan ke pasangan masing masing, nampak harmonis dan begitu manis saat di pandang oleh mata orang yang tengah melewati ke empatnya.


Hingga ke empatnya menoleh bersamaan, saat di lihatinya dari kejauhan seseorang tengah berlarian kejar kejaran dan mendekat ke arah mereka, suaranya lantang hampir memekakan telinga ke empat orang yang tengah antusias menonton secara bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2