Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
KAMAR HOTEL XXX


__ADS_3

Arga memencet salah satu tombol lift dan lift itu pun seketika berhenti di tengah-tengah perjalanan.


"Ga...kau sengaja menghentikannya?" tanya Nindi ingin tahu.


"Ya...aku masih ingin seperti ini penih lama lagi sayang." Jawab Arga singkat sembari menatap lekat kedua mata Nindi disana.


"Hemmmmz...nampaknya saat ini Arga sedikit menakutkan. Namun...entah mengapa aku malah merasakan kesedihan hati Arga saat ini." Ucap hati Nindi.


"Ga...kau kenapa?" tanya Nindi lagi.


"Nggak apa-apa Nindi...ya sudah...kamu tunggu di atas ya...aku nemui orang dulu bentar." Ucap Arga sambil menekan tombol lift lagi dan kemudian lift itu bergerak naik. Nindi kian keheranan saat itu. Gadis itu mengira Arga ingin uwu-uwuan disana dengannya. Namun nyatanya malah menyuruhnya untuk menunggu.


"Tapi Ga... bukanya kamu kesini mau berdua denganku?" tanya Nindi disana. Dan Gandi menatapanya kembali.


"Kamu ini... kamu mikir apaan sih?" ucap Gandi dengan jawabannya.


"Otak mu ini sedang mikir apaan? mana mungkin aku berani ngajak anak gadis om Rendi buat uwu-uwu disini hemmmzz... mau di pecat jadi pacar anaknya apa! udah tunggu ya..." ucap balasan Gandi.


"Ting." Suara pintu lift terbuka, keduanya keluar menuju tempat lantai di atas paling atas. Lalu sesaat Arga menatap ponselnya saat ia mendapatkan pesan di sana. Gandi melihatnya seketika.


"Ajak masuk sayang..." ucap pesan yang baru ia buka dan baca.

__ADS_1


"Sayang kamu ikut aku ya ke kamar xxx." Ucap Arga.


"Loh...Ga...ngapain aku ikut?" ucap Nindi penasaran.


"Karena orang yang ada di dalam sana ingin bertemu kamu sayang..." ucap Arga dengan lembutnya. Dan saat itu mampu membuat kedua mata Nindi menyipit seketika.


"Jangan-jangan kamu mau ngejual aku ya? ayo ngaku?" kata Nindi penasaran.


"Haaaaiiiizzz....ini otak kamu minta di upgrade ya? isinya negatif mulu...kamu benturin kepala kamu ya saat frustasi nggak bisa ketemu aku hemmz?" tanya Arga tiba-tiba yang ingin tahu.


"Nggak lah...nggak sampai segitunya." Jawab Nindi.


"Nggak percaya...kok otakmu sampai gesrek gini sih?" canda Arga yang seketika membuat Nindi melotot ke arah nya.


"Ja...jangan bercanda deh...kamu mau ngajak aku ketemu siapa sih sebenarnya?" tanya Nindi dengan mencengkeram kuat jemari kekasihnya itu.


"Sayang...ibuku sekarang sedang menunggu kita di dalam...bunda baru sampai tadi dan langsung ingin bertemu denganmu...jangan khawatir dan jangan takut ya..." ucap Arga yang menenangkan Nindi dengan elusan dan tepukan kecil di punggung tangan gadis itu. Lalu keduanya melangkah berjalan pergi menuju kamar VIP di pojok kanan.


"Tok, tok, tok...." ketukan Arga di luar pintu kamar. Langsung saja pintu di buka dari dalam.


"Sayang........." sambut perempuan yang terlihat lebih tua dari mama Anin. Dan seketika pula Arga membuka serta merentangkan kedua tangannya seakan menyambut hangat wanita anggun di hadapannya itu.

__ADS_1


"Lhooooh bund..." ucap Arga saat perempuan anggun itu malah belok berhambur memeluk Nindi yang ada di sampingnya dan merangkulnya masuk ke dalam kamar hotel. Seketika Arga merengut sambil memonyongkan bibir nya karena pelukannya tidak di sambut.


"Oke bund...Arga di anak tirikan sekarang saat sudah punya calon mantu,


baiklah...lihat aja ntar...aku buat lama yang luamaaaa....cucu buat bunda biar kapok.


"Eh Arga sayang....my handsome bunda....ayo sini sayang..." ucap bunda yang lupa pada anak laki lakinya sebentar.


"Aku bukan Arga...aku petugas cleaning bund...nggak perlu sungkan...lanjutkan..." ucap Arga kesal.


"Bunda sih...ada Nindi jadi lupa Arga kan...?" ucap Arga lagi. Lalu ia pun masuk ke dalam ruang kamar hotel bundanya dan ikut duduk di sofa depan tv.


"Nindi sayang...Arga emang suka manja gitu...jadi jangan sekali-kali di abaikan ya sayang...?" ucap bunda lagi.


"Loh tante kenal Nindi?" tanya Nindi pada bunda Arga.


"Tentu tante kenal...pas acara setahunan kamu...kamu di gendongan almarhum kakek nangis loh minta di gendong tante...nggak nyangka ya...kakek begitu cepat pergi." Ucap bunda Arga yang membuat kedua mata Nindi berkaca-kaca. Nindi sangat lengket sama kakeknya itu, nggak heran Nindi bisa mewek saat ingat kakek.


"Kan...bunda sih...my honey ku jadi sedih kan...sini sayang ku peluk..." ucap Arga sambil tangan terentang akan memeluk.


"Plak..." tampelan bunda di tanggan Arga.

__ADS_1


"Ngambil kesempatan kamu ya...dasar bandel..." ucap bunda dengan nada kesal nya. Walau bagai manapun bunda sudah menganggap Nindi sebagai puteri sendiri. Bunda begitu kaget saat Arga bilang ia sedang mengejar cinta Nindi Wijaya. Hingga bunda memastikannya sendiri dan ternyata benar. Namun bunda nggak tahu insident yang sempat membuat Arga turun berat badannya itu.


__ADS_2