Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Dibalik alasan wajah me merah


__ADS_3

Terlihat dari kejauhan nampak gadis cantik yang masih mengenakan pakaian piama dengan rambut lurus panjang nan hitam lekat sepinggangnya tengah berlari ke arah Arga.


"Huuuft....huuuffft...." Suara dengusan ngos ngosanya setelah berlari, Hingga tubuhnya membungkuk dengan kedua tangan bertumpu pada kedua lututnya, Menyangga tubuhnya yang sedang gemetaran karena habis berlarian.


"Mana....mana ga gadis yang terus menggodamu dan membuntutimu? sini...kasih tahu aku...belum kenal Nindi Wijaya rupanya dia...berani beraninya buntutin pacar orang...jangankan ngintilin kamu, Berani deket deket aja aku kibas...dia!." Ucap serius Nindi saat sudah hilang ngos ngosanya. Dan sesaat itu pula Arga dengan tatapan tidak percayanya pada apa yang baru ia lihat dan dengar, Tanpa sadar melongo begitu saja. Ia mengingat kembali waktu beberapa saat tadi ia mengirim pesan singkat pada kekasihnya itu, Dimana saking sebel dan nggak tahanya ia mendengar ocehan Aditya...tanpa sadar langsung mengirim pesan pada Nindi. ia menulis bahwa seseorang telah ngintilin dia mulu sejak dari pintu apartemen sampai taman. Dan ternyata Nindi menanggapinya terlalu serius, Meski terlihat cuek...namun Nindi begitu pencemburu, Turunan dari papanya.


"Sruk...." Arga melepas hoodie yang ia kenakan dan menutupkanya ke pundak Nindi. Karena piama yang Nindi kenakan tanpa lengan.


"Kamu pakai dulu sayang...aku pakai kaos pendek saja...nggak apa...maaf ya sudah buat kamu cemas gini...aku nggak nyangka kalau antusiasmu sampai sejauh ini...aku benar benar merasa terharu tahu punya kamu..."


Ucap Arga sambil menarik tangan Nindi dan mengajaknya duduk di kursi duduk taman,


"Maksud kamu ga?" Tanya Nindi yang benar benar belum menangkap maksud dari kata kata Arga.


"Tadi pagi...Aditya yang sudah ngikutin aku sampai beberapa saat lalu dia mau beli entahlah...dan belum kembali." Ucap Arga dengan jujurnya.


"Haaaahhh...jadi yang kamu maksud tadi bukan seorang gadis? bukan cewek penguntit? bukan cewek mesum?" Ucap Nindi dengan nada kagetnya. Dan Arga hanya mengangguk tanda semua yang kekasihnya ucapkan itu benar.


"Ga...kamu tu ya...kelewatan tahu...aku masih baru bangun tidur belum sempat cuci muka...gosok gigi...rambut masih acak acakan belum sempat nguncir juga...pakaian apa lagi...belum sempat ganti...tega amat sih kamu...andai kamu bilang itu Aditya pasti ak..." Ucapan nerocos Nindi yang terhenti tiba tiba saat ia sadari sesuatu yang lembut tengah menyentuh bibirnya. Arga menciumnya sesaat untuk menghentikan kata kata kekasihnya itu.


Dengan malu Nindi hanya menundukan wajahnya sambil menekan bibirnya dengan jari telunjuk dan jari tengahnya disana.


"Kan kalo diem makin cantikan...aku suka kamu meski dalam keadaan apapun sayang..." Ucap Arga sambil menyunggingkan senyum di bibirnya, Dengan tangan yang masih menggenggam jemari satu tangan Nindi.

__ADS_1


"Loh...Nindi disini juga?" Ucap Aditya saat ia dapati kekasih adiknya itu tengah di pelukan adiknya, Dengan wajah merah sedang menunduk. Dan Nindi hanya tersenyum menatap sesaat ke arah Aditya dan menunduk lagi.


"Kamu sakit?" Tanya Aditya saat ia rasa wajah Nindi begitu merona persis seperti orang yang sedang demam.


Sontak membuat Arga menempelkan punggung tanganya ke kening Nindi.


"Nggak panas kok." Ucap Arga saat ia sadari itu karena ulahnya barusan. Dan Aditya pun manggut manggut saja.


"Ouh ya ga...aku nggak tahu kekasihmu ini datang...aku cuma beli dua burger...nih buat kalian aja...itu ucapan makasih aku karena kamu udah jadi pendengar setia ga..."


Ucap Aditya sambil menyerahkan dua burgernya ke pada Arga, Dan Arga pun menerimanya lalu memberikan salah satunya pada Nindi.


"Yaudah aku balik dulu...nanti mau nganter ifa ke butik,"


"Kak...nanti malam...temani aku ke rumah Nindi ya...aku serius sama dia...aku nggak ingin sembunyikan apapun dari kedua orang tuanya...aku yakin kakak pun setuju bukan?" Bisik Arga di telinga kakaknya yang membuat Nindi memicing menatap ke arah kedua lelaki yang tengah berdiri beberapa langkah di depanya.


Nindi tidak tahu kalau Arga sudah meminta izin sebelumnya pada papa dan mamanya. Lalu Aditya pun pergi meninggalkan keduanya setelah Arga selesai bicara padanya.


"Kalian tadi bisik bisik apa sih?" Tanya Nindi dengan penasaranya.


"Biasalah...rahasia cowok sayang...cewek nggak boleh tahu lah..." Ucap Arga sambil menyunggingkan senyum tampan di bibirnya. Membuat Nindi makin gemas menatapnya.


"Mau aku anterin pulang? Tapi aku pulang dulu...mandi sekalian ganti baju...baru percaya diri nganterin anak gadis om Rendi." Ucap canda Arga yang membuat Nindi tersenyum.

__ADS_1


"Emmmm....tahu darimana kalau aku tadi di anterin supir?"


Tanya Nindi dengan penasaranya.


"Sayang...sayang, Kamu kenal aku udah berapa lama sih? masih aja nggak tahu siapa pacar kamu ini?" Tanya Arga sambil memencet hidung Nindi dengan gemasnya, Dan makin membuat Nindi tersipu malu di buatnya.


Yang Nindi tahu pacarnya itu adalah seorang Arga Sanjaya dengan tahta tertinggi di hatinya, Ia nggak mau tahu yang lain...cukup ia miliki dia aja udah suatu kebahagiaan tersendiri.


Hingga keduanya menghabiskan sarapan yang di berikan Aditya untuknya.


"Ayo...jalan keliling taman dulu...sambil nunggu isi perut melorot sayang..." Ucap Arga sambil berdiri dari duduknya dan mengulurkan tanganya, yang di sambut uluran pula dari Nindi, Keduanya bergandengan tangan berjalan mengelilingi taman, Hingga beberapa orang tetangga apartemen Arga yang melintas dan menyapa keduanya, Ada yang hanya mengangguk atau pun menyapa halo saja.


"Kau cukup populer ya ternyata?" Ucap Nindi tanpa sadar, Dengan lirikan mata menatap ke arah kekasihnya.


"Apa boleh buat...semua sudah mengetahui calon istriku...aaakh...para gadis pasti nggak ada yang menggodaku lagi." Ucap candaan Arga, Ia berharap Nindi mengerti akan maksudnya.


"Bugh..." Tinjuan ringan di pinggang Arga yang Nindi berikan. Dengan senyum yang Nindi tahan.


"Aku belom bilang iya kok...dan lagi, Awas saja jika mereka mau menggodamu". Ucap Nindi dengan mata menyipit dan bibir mengerucutnya.


"Mau lagi? disini?" Ucap Arga yang membuat Nindi mengingat kembali apa yang Arga lakukan sesaat tadi.


Yang membuat wajahnya memerah.

__ADS_1


__ADS_2