Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
kebersamaan 3 pasangan


__ADS_3

arga pun jadi serba salah...ia menatap kekasihnya yang terlihat sedikit ketakutan,


lalu ia pun mengurungkan niatnya untuk bangkit,


"oh...ternyata karena akan turun hujan yang petir nya sudah ke luar duluan."


ucap dalam hati arga saat matanya menatap ke arah luar kaca jendela tembus pandng ruang kamar nya.


"oke sayang...aku nggak akan ke mana mana oke...sekarang baring lah dulu,aku akan mengambil ponsel aku di sofa ya..."ucap nya sambil perlahan melepas tangannya dari pelukan nindi,ia kemudian segera saja bangkit dari duduknya dan berdiri bergegas berjalan,namun ia tidak langsung menuju sofa,ia sedikit melangkahkan kakinya lebih cepat menuju kaca jendela besar yang terpampang dengan tirai di kedua sisi nya yang terbuka,ia lalu meraih remote control tirai lalu menekannya supaya tirainya tertutup,baru lah ia menuju sofa dan mengambil ponsel nya,terlihat jari jari lincah nya bermain di atas layar ponsel,lalau menempelkan ponsel itu ke telinganya,rupanya ia sedang mencoba menghubungi seseorang di dalam telephone,


setelah puas ia bercakap cakap,lalu ia pun mematikan panggilannya tersebut,


terlihat arga mencoba menghubungi seseorang lagi di sana,sambil menelephone matanya tanpa henti melirik ke arah nindi yang tampak cemas karena kilat tadi,padahal sekarang hanya cahaya lampu yang minim yang menerangi ruangan tersebut.


"halo om rendi...om...maaf...arga nggak bisa bujuk nindi hari ini pulang om...arga janji besok pasti nindi pulang...arga juga janji...nggak akan ngapa ngapain nindi kok om...om dan tante jangan khawatir ya..."ucap arga yang penuh dengan kejujuran,agar ia tidak mendapat murka dari orang tua kekasihnya itu.


"baik lah ga...om akan membiarkan nindi bermalam disana sekali lagi...om harap...kamu akan menjaga janji kamu...oke...kamu akan menjaga nindi untuk om dn tante..."ucap rendi yang menghargai kejujuran arga,dan mempercayai nya,rendi tidak ada pilihan lain karena puterinya sendiri lah yang datang menemui arga.rendi mau tidak mau harus mempercayai keduanya,lalu rendi memutus panggilan telephone nya.


"tok tok tok..."suara ketukan dari luar pintu kamar arga,arga langsung saja berdiri dari duduk nya dan berjalan mendekat ke arah pintu.ia membuka pintu tersebut,dan ternyata adalah yura dan satria yang datang.padahal arga sedang menunggu orang suruhannya datang.


"kalian pasti lapar kan...aku yakin kalian belum makan,nih aku bawakan makan malam untuk kalian."ucap satria yang dari tadi berdiri mematung di depan pintu arga,tangannya mengulur memberikan box makanan ke arah arga.


"tapi aku tadi sudah suruh anak buah ku untuk beli makanan sat..."ucap arga menerangkan,kemudian pandangannya menatap ke arah pintu lift yang terlihat baru terbuka dan seseorang baru keluar dari sana.

__ADS_1


"nah...itu orang suruhanku datang,kalian makan sendiri saja gih,"ucap arga sambil meraih bungkusan yang di bawa orang suruhannya tersebut saat sudah sampai di dekatnya.


"tapi ga...ini makanan kesukaan nindi..."ucap satria menerangkan,sontak membuat arga tak suka dan melotot ke arah satria yang berada di depannya.


"jangan cemburu seperti itu padaku ga...aku sudah merelakan nindi kok...aku punya yura sekarang...aku hanya berniat memberi ini untuk kalian..."ucap satria dengan nada sungguh sungguh nya.


"oke baiklah...aku terima dengan senang hati sat...atau...sebaiknya kita makan sama sama saja...agar lebih ramai...nindi sepertinya tadi ketakutan gara gara petir.ini aku pesan banyak mkanan,jadi bantu aku menghabiskan nya sat..."ucap arga dengan nada baik nya.karena ia tahu niat baik dan tulus satria serta yura.


"kau mau sayang?"tanya satria pada yura yang sedari tadi bergelayut di lengannya.


dan di sambut anggukan oleh gadis cantik itu.


"baik lah...kami ikut masuk ga..."ucap satria pada arga,


yang membuat satria dan yura keheranan dan saling menatap satu sama lain.


"kalian...bawakan meja pendek dan tikar kemari,taruh di ujung koridor sana ya...paling pojok."perintah arga pada dua orang pengawal yang berdiri di kanan kiri pintu kamar nya,dan langsung saja di laksakan oleh keduanya.di koridor paling pojok terdapat tempat nyaman untuk melihat pemandangan dengan kaca lebar tembus pandang,tempat bersantai sejenak menatap keindahan kota dari ketinggian.


tak butuh waktu lama saat semua sudah beres di tempat yang arga maksud,


"ga...kau nggak takut ada yang tahu atau yang sengaja mengambil foto mungkin?"tanya satria pada arga,satria lebih berhati hati dari arga,


"nggak sat...seluruh lantai di deretan ini aku pesan semua..."ucap enteng arga,dan satria hanya terbengong di barengi kepalanya yang mengangguk angguk.

__ADS_1


terlihat nindi baru keluar dari kamar,berjalan mendekat ke arah arga dan satria serta yura yang sudah terlebih dahulu duduk lesehan di bawah,dengan senyum yang tersungging cantik di bibir nindi ia,arga menyambutnya dan mempersilakan nindi untuk duduk di samping nya,lalu...terlihat ifa keluar dari kamar yang berderat di deretan itu pula,membuat ke empat mata orang yang duduk di bawah lesehan itu menatap sejurus ke arah nya.


hingga...aditya keluar dari kamar depan ifa,ternyata ifa menunggu aditya.


aditya kemudian mengajaknya bersama dan menuju ke tempat empat orang yang sejurus menatap ke arah nya.


lalu tanpa aba aba aditya mengajak ifa duduk di sana,ikut nimbrung dengan ke empat orang tersebut meski ifa dan aditya hanya terdiam dan sesekali ifa yang menyunggingkan senyum.


"kamu...."tanya nindi yang ia tujukan pada gadis cantik di sebelah aditya.


"saya ifa..."ucap ifa memperkenalkan diri di berengi dengan senyumnya yang manis.


"kalian....saling kenal?bukannya kalian musuhan ya?"celetuk yura tiba tiba dengangan mata menatap pada arga dan aditya yang terlihat biasa bahkan baik baik saja satu sama lain.dan membuat nindi malah kebingungan dengan perkataan yura barusan.


"masak iya kalian benaran musuhan sih?kok bisa?karena apa coba?"tanya nindi seketika,karena di antara mereka ber enam hanya nindi yura dan ifa yang tidak mengetahui apa apa,namun ifa memilih untuk diam saja tanpa bertanya karen memang di posisinya ia tidak bisa mengajukan pertanyaan apapun pada siapapun di sana.


ia datang ke tempat itu pun karena paksaan aditya,jika bukan karena aditya yang menanggung biaya pengobatan ibu nya,ifa jelas tidak akan mau menerima ajakan aditya.


"apa kami terlihat seperti itu?"tanya arga balik pada kekasihnya,dan nindi hanya menggeleng mencoba memahami keadaan yang di hadapannya itu,dan yura...ia hanya menatap ke arah satria yang di balas laki laki itu dengan gelengannya.dan itu sudah membuat yura mengerti.


terlihat arga mengambil kan makanan ke mangkuk nindi,satria pun sama,ia mengambilkan makanan ke mangkuk yura.


namun berbeda dari ifa,ia hanya terdiam saja tanpa mengambil apapun bahkan terlihat aditya sudah mulai menyuap makanan ke mulut nya.tanpa sadar ke empat orang pun menatap ke arah pasangan yang terlihat sedang perang dingin di seberangnya itu.

__ADS_1


ifa terlalu sungkan untuk mengambil makanan tanpa di suruh terlebih dahulu,bisa di bilang ia terlalu polos.sedangkan aditya yang menganggapnya cuma mainannya saja,mana mungkin ia mau mengambilkan makanan untuk nya.


__ADS_2