Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Masih dalam acara pesta


__ADS_3

Semua para tamu undangan terlihat tengah menikmati acara besar yang Arga dan Nindi adakan, Hingga beberapa pasangan nampak masih menikmati dansa dengan pasangan atau sekedar teman yang menemani datang ke acara.


"Sayang...kita nggak usah pulang sampai lusa sekalian ya?" Ucap Yura pada sang suami, Di sela sela dansanya.


"Hemmmz...boleh...tapi setelah itu...kita bakal repot...jangan ngulur ngulur waktu untuk balik ya..." Ucap Satria pada sang istri.


"Lalu...apakah kita akan memberi tahu semuanya? kalau kita sudah menikah sayang? pasti mereka bakalan kaget...kamu sih...nggak kira kira," Ucap Yura yang terlihat menggerutu di sela sela alunan suara nada biola yang terdengar.


"Akh...mau gimana lagi...namanya juga khilaf...kamu juga ngajakin khilafkan? masak iya aku khilaf sendirian?" Ucap Satria saat menyadari ke khilafanya.


"Mana ada! aku nggak ngajakin khilaf...cuma kebablasan aja dikit...kamu yang nerusin..." Ucap Yura dengan entengnya, Dan seketika tatapan keduanya bertemu, Tawa keduanya tiba tiba tersungging dari bibir masing masing.


"Akh...sudah sudah...maaf maaf sayang...maaf...meski khilaf...aku menyukainya...aku bersyukur karenanya...dan aku janji nggak akan khilaf dengan yang lain..." Ucap Satria dengan jujurnya, Karena hanya Yura yang mampu membuatnya bertekuk lutut di sisinya.

__ADS_1


Meski sebelumnya, Sampai bertahun tahun lamanya, Bahkan jarak memisahkanya, Satria tetap setia dengan hatinya yang menyukai Nindi, Meski ia tahu rasa miliknya hanya bertepuk sebelah tangan, Dan dengan hadirnya Yura dari kecelakaan di cafe hotel yang tidak sengaja, Membuat Satria mampu perlahan lahan menggeser tempat Nindi dalam hatinya dan membuka hati untuknya, Hingga ia dapatkan rasa saling suka saat bersama Yura.


"Emmmb....sayang...ntar aja deh bilangnya ya...jangan disini...bisa bisa Nindi pingsan kalau tahu aku sedang hamil muda..." Ucap Yura lagi yang membuat Satria tersenyum sambil mengangguk.


"Sayang...apa perutku sudah kelihatan gembul?" Tanya Yura pada sang suami, Saat tangan Satria ada di pinggangnya.


"Nggak sayang...belum kelihatan...masih ramping dan rata...kenapa? apa kamu nggak percaya diri saat perutmu nanti menggembul?" Tanya Satria balik pada sang istri.


"Kenapa tanya? harusnya kamu tahu...cintaku nggak bakal berubah meski kamu berukuran tiga kali lipat sayang...kan dokter bilang...kalau hamil emang harus naik berat badanya...itu yang normal...kalau kamu ngga naik berat badanya ya...itu malah nggak normal sayang...lagian kayak aku pernah lirik cewek lain aja sih sayang? nggak pernah tahu...di hati aku itu...kalau udah ada satu...ya udah...itu yang aku pertahanin...yang aku perjuangin...masak iya nggak percaya sih?" Ucap Satria yang tengah terbawa suasana hatinya.


"Kan aku cuma tanya reaksi kamu...kok malah kamu jabarin kayak rumus mate matika aja sih sayang...jangan bilang kamu baper ya?" Ucap Yura dengan nada sedikit meningginya, Hingga samar samar Arga dan Nindi yang tidak jauh dari tempatnya pun sedikit ikut mendengarkan.


"Hei...kenapa kalian malah sibuk bahas rumus mate matika? pelajaranya udah lewat jauh tuh...sekarang yang ada pelajaran hidup!" Ucap Arga yang ikut nimbrung dan menimpali perdebatan sahabatnya.

__ADS_1


"Apaan sih Ga...nguping aja kamu...! ini kan perdebatan antara sua...eh...antara aku dan dia...udah sana..." Ucap Satria yang akan keceplosan saat bicara.


"Yeeee....siapa yang nguping...kita jelas dengar...ya kan sayang?" Ucap Arga yang tengah bertanya pada sang istri, Dan Nindi pun manggut manggut mengiyakan perkataan suaminya, Nindi terkesan jelas membelanya.


"Yaudah...lanjutin gih bahas rumusnya...aku juga mau bahas rumus lain sama istri yang belum terpecahkan sampai sekarang!" Ucap Arga yang ingin sekali membahas kisah malam pertama yang menegangkanya, Dimana ia harus lari larian mencari pembalut dan juga celana dalam sang istri, Padahal itu pun kali pertama Arga menyentuh celana dalam wanita seumur hidupnya apa lagi pembalut, Dan dalam situasi dan kondisi yang menyedihkan pula.


Kisah malam pertamanya.


Kemudian Arga serta Nindi pun dengan senyumanya sedikit menjauh dari pasangan yang paling manis itu...meninggalkan keduanya yang masih terlihat berbincang bincang.


"Sayang...kenapa kamu ngajak bahas rumus juga denganku? emang rumus apaan? kamu kan tahu aku nggak sepintar kamu...bisa bisanya mau bahas rumus!" Dengus Nindi yang membuat sang suami kikuk di buatnya.


"Akh...aku cuma biar terlihat sok keren aja kok sayang..." Ucap Arga yang sengaja menghindar dari pertanyaan sang istri, Arga tahu...kalau harus di ulas dan di jabarkan...rumus mate matika atau rumus tetsulit pun tak akan mampu mengalahkanya.

__ADS_1


__ADS_2