
masih di meja makan,
"kak aku mau susu di gelas bekasmu juga,"
kata anin mantap yang lagi-lagi membuat suaminya kebingungan.
"makanan sama susu juga dari tempat yang sama,istiku-istriku..."
gumamnya lalu menyerahkan setengah gelas susu yang ada di tangannya,
"apa bedanya sih sayang?"
rendi mencoba ingin tahu kenapa istrinya jadi aneh begini.
"punyamu sepertinya enak kak rend..tapi memang enak kok..."ucap anin mencoba menerangkan,namun tetap saja rendi masih tidak mengerti.
"apa!!"
rendi mengernyitkan dahinya mencoba mengerti apa yang di ucap istrinya.
"sayang habis ini aku ada meeting di perusahaan...jadi aku tidak bisa ngantar kamu pergi kuliah lo nanti...biar kamu di antar sopir aja ya sayang,"kata rendi.
"aku mau ikut!"
sahut anin yang langsung di tanggapi tawa suaminya.
"sejak kapan kamu jadi tak bisa jauh dariku?"
goda rendi pada istrinya,
"jadi gak boleh ni ceritanya?!"kata anin sambil sewot.
"yang bilang nggak boleh ya siapa...cuma nanti nggak tahu meetingnya berapa jam...kamu bisa bosan di kantor..."
sambil mengacak-acak lembut rambut istrinya.
anin pun manggut-manggut membayangkan nanti di kantor kak rendi pasti sendirian di tinggal dia meeting.
pasti bosan...
"baiklah...aku nggak jadi ikut..."kata anin.
yang di sambut senyum heran suaminya.
"tapi...ada tapinya...kamu harus...kirimi aku pesan setiap menitnya..."kata anin yang membuat rendi terkikik,
"istriku tumben manjanya kelewatan,"pikirnya.
__ADS_1
"tidak lupa...kasih aku ucapan i love you di pesannya,"
ucap anin lagi,lalu tawa rendi pecah....
"sejak kapan istrinya jadi gokil,"
kata hati rendi dengan senyum anehnya.
"apa aku makin tampan?"
tawa bangga dalam hati rendi.
"kok ketawa....sih kak...ini beneran..."
kata anin tak suka di anggap bercanda suaminya.
"oke-oke..."
sahut rendi.sambil berdiri beranjak pergi ke kamarnya,tak lupa mengecup kening istrinya.
rendi menuju kamar dengan perasaan tak tentu...
"istriku begitu manja hari ini,"
ucapnya lagi,sambil meninggalkan anin menikmati sarapannya.
sebelum ia menghabiskan makananya,anin langsung berlari menuju kamarnya,
di dapatinya suaminya sudah usai mandi dengan berbalut handuk di pinggangnya sampai pahanya.
"kok udah usai mandi sih kak?"gerutu anin pada suaminya,
"lah kenapa?"tanya rendi dengan herannya.
rendi tak mengerti hanya bisa mengacak-acak rambut basahnya,dia lebih suka membiarkan rambutnya kering sendirinya.
"lah...terus aku harus gimana dong sayang?"
goda rendi pada istrinya.
tiba-tiba anin langsung memeluknya,anin begitu menyukai aroma tubuh suaminya itu.
"kak wangimu seger bener..."
sambil mengusap usap di dada suaminy.
"hemmmz..."
__ADS_1
balas rendi memeluk erat istrinya.
"tiap hari juga wangiku sama...sabun dan syampo juga sama...tapi baru kali ini kamu bilang wangiku enak,"
kata rendi sambil mencubit hidung istrinya yang tidak terlalu mancung itu.
"cup"...anin mencium pipi suaminya.
rendi pun masih tak mengerti...istrinya dari bangun tidur begitu manja.
"apa cintanya sudah bertambah?"
pikiran konyol rendi.
lalu anin mengambilkan pakaian suaminya,dasi yang senada dengan kemeja suaminya.
dan dengan senang hati rendi memakai kemejanya,
membiarkan anin mengancing kannya,lalu memakaikan dasinya.
setelah selesei...anin menatap lekat wajah suami di depannya itu.
"begitu tampan!"
sambil menggigit kecil bibir bawahnya,yang membuat rendi gemas melihatnya,
namun rendi urungkan niatnya,karena waktunya sudah mepet untuk pergi ke kantor.
lalu anin menarik dasi rendi
"cup..."anin mengecup bibir suaminya.
seketika rendi merogoh ponsel di saku celananya mencari nomor sekertarisnya memanggilnya,
"halo presdir..."ucap suara seseorang di dalam ponselnya,
"halo ta...kamu pending sejam meetingnya,"
ucap rendi tegas.
"tapi pak..."
sebelum sekertarisnya melanjutkan ucapannya,
di matikannya panggilan itu lalu di buang nya ponselnya asal asalan.
lalu rendi membuka dasinya,melemparnya,membuka kancing kemeja atasnya hanya tiga baris paling atas saja yang langsung melepas ke atas kemejanya,menaruhnya asal asalan.
__ADS_1
dan kemuduan menggendong tubuh istrinya ke tempat tidur.