Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Penyatuan yang indah


__ADS_3

Arga dengan sigap membawa Nindi ke kamarnya kembali, Tubuhnya yang lelah tidak ia hiraukan, Sampai Anin membawakan segelas jamu rempah rempah untuknya pula.


"Kelihatanya kamu capek ga? nih mama bawain jamu buat kamu..." Ucap Anin sambil memberikan segelas jamu pada calon menantunya.


"Mah ini....sama kayak yang di minum Nindi ya mah?"


Tanya Arga yang penasaran, Dimana Anin malah tertawa cekikik di buatnya.


"Ya nggak lah ga...mana ada jamu Nindi yang mama buat khusus untuknya sama jamu ini...cobain gih...papa juga suka mama buatin...dan lumayan ampuh lo..." Ucap Anin dengan nada senangnya. Lalu Arga pun meminum jamu pahit yang sedikit manis dari rasa madu, Di tambah sedikit kecut segar dari perasan lemon, Plus rasa pedas hangat kuat dari jahe menguar di tenggorokanya, Semua bercampur di mulut Arga, Dan ada satu tambahan lagi yang Arga sangat asing...namun Arga tidak mau menanyakanya.


"Itu tadi tante tambahin telor ayam kampung ga...biar makin kuat!" Ucap Anin yang membuat mata calon menantunya terbelalak hampir tidak percaya. Namun jamu itu sudah terlanjur habis ia teguk dan susah payah ia telan.


Meski perasaanya seketika mual, Namun sebisanya ia menahan rasa itu.


Setelah Anin keluar dari kamar dan meninggalkan keduanya di dalam kamar Nindi, Arga segera bergegas menuju meja samping tempat tidur Nindi, Ia meraih gelas yang ada disana dan meminum semua air yang ada disana sampai habis.

__ADS_1


"Ga...kamu belum pulang? jangan pulang!" Tanya Nindi dengan tangan yang meraih kemeja Arga dan sedikit menariknya.


"Sayang...aku harus pulang...apa kata mama papa kalau aku nginap disini...kamu cepet sembuh ya...besok aku datang lagi..." Ucap Arga sambil mengecup kening Nindi, Lalu terlihat Nindi memejamkan matanya untuk beristirahat lagi. Setelah Arga beberapa saat menatap Nindi yang makin pulas, Ia lalu mengeluarkan cincin dengan berlian besar dan langka dari kotak nya, Ia mengambilnya dari saku kemejanya, Tanganya membuka kotak tersebut dan mengambil cincinya. Tatapanya menatap sesaat kilauan dari batu permatanya dan mengambil jemari Nindi, Menyematkanya di jari manis bagian kirinya. Lalu mengecup punggung tangan kekasihnya itu sebelum ia benar benar pergi meninggalkan Nindi dan berpamitan pulang.


Di tempat Aditya, Tampak ia dengan sang istri tengah menikmati acara tv dengan tangan yang selalu merangkul pundak sang istri, Seusai makan malam, Keduanya masih kekenyangan dan ingin bersantai sejenak untuk beberapa saat sebelum memutuskan untuk masuk ke dalam kamar.


Sesekali dengan gemasnya jemari Aditya terlihat tak sungkan untuk mengelus pipi lembut sang istri, Ifa pun hanya bisa membiarkanya saja dan menekan perasaan malunya.


"Ouh ya sayang...apa kau tahu...Arga memberi kita dua tiket kapal pesiar untuk honeymoon...empat malam sayang...kamu suka? kamu mau?" Tanya Aditya sembari melirik ke arah ifa yang berada di sampingnya, Kini tangan kekarnya mengapit tubuh istrinya sampai merapat ke pelukanya, Aditya memeluknya hangat.


"Kalau kado dariku...pastilah akan aku ajak honeymoon kemanapun yang kamu mau sayang....kita tunggu waktunya ya...!" Ucap Aditya lagi dengan bisikanya di samping telinga ifa.


Dengan senyum tergambar lucu menurut Aditya itu membuatnya gemas lalu menoel hidung ifa yang tidak terlalu mancung di sampingnya, Kini kedua yanganya sudah mendekap hangat tubuh istrinya di pelukanya.


"Emmmb...apa nggak apa apa kalau kita kembalikan pada Arga? atau mungkin...kita bisa menghabiskan sepanjang waktu hanya berdua saja di dalam kamar kapal nanti? gimana?"

__ADS_1


Ucap Aditya yang mencoba menggoda istrinya.


Dengan wajah merah dan malunya, Ifa mengusap usap lembut wajahnya ke dada sang suami, Begitu manja dengan menghirup sisa sisa sabun bercampur cologne yang selalu di pakai Aditya sehabis mandi, Begitu segar dan wangi, Membuat ifa betah berlama lama disana. Dan saat itu pula Aditya menyadari bahwa dirinya sudah ingin menikmati kelanjutan yang akan keduanya pasti nikmati.


"Apa...kita bisa melakukanya malam ini?" Tanya Aditya di sela sela pelukanya, Dan Ifa hanya terdiam dan masih dalam posisinya,


"Jika kau diam saja berarti kita tidak ada alasan lagi bukan untuk menundanya?" Ucap Aditya yang langsung mengangkat tubuh ifa dan membawanya ke arah kamar, Dengan cepat satu kakinya meraih pintu kamarnya dan menutupnya, Merebahkan tubuh sang istri di atas pembaringan, Aditya begitu terlihat bersemangatnya,


Sampai saat ciuman pertama yang akan ia lancarkan pada bibir sang istri hampir terlaksana. Namun ia sengaja ingin menikmati momen tersebut bersama.


Keduanya saling menatap satu sama lain, Wajahnya terasa dekat dan hembusan nafasnya berbenturan tak beraturan.


Sedetik saja ciuman keduanya akhirnya menyatu, Hingga beberapa saat lamanya keduanya nikmati. Di lanjut dengan Aditya membuka dengan cepat baju handuknya, Dan terlihat dada bidang yang menyilaukan mata ifa.


"Astaga!" Ucap ifa saking kagetnya, Sontak kedua tanganya menutup ke wajahnya, Menangkup rapat di sana. Hingga membuat geli Aditya saat melihatnya, Aditya yang berada di sampingnya dan wajahnya masih berada di atasnya.

__ADS_1


"Sampai kapan kau akan malu melihatku saat seperti ini sayang?" Tanya Aditya dengan jemari yang berusaha mengambil kedua telapak tangan ifa yang menutupi wajahnya, Perlahan ifa pun menggeser telapak tanganya searah yang suaminya inginkan. Dan Aditya tidak ingin memaksakanya jika ifa masih merasa malu atau tak enak.


Segera saja ia mengambil sehelai sapu tangan dari dalam laci samping tempat tidurnya, menekuknya dengan memanjang, Lalu perlahan menutup mata sang istri disana, Dan ifa pun tak mampu menolaknya, Saat sang suami mulai melepas semua yang keduanya kenakan sampai puncaknya malam itu menjadi malam yang sangat panjang dan membahagiakan bagi keduanya. Peluh bercucuran dan sisa sisa air mata kebahagiaan di pelupuk mata sang istri yang tengah terlelap di bawah satu selimut di pelukanya. Kini saputangan itu entah kemana sudah tak terlihat lagi disana. Perasaan yang sudah menyatu menghangat dan intens sudah tercipta bagi keduanya, Dan tak bisa di ungkiri bahwa sepasang pengantin baru tengah manikmati madu dari perjalanan cintanya.


__ADS_2