Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
manis


__ADS_3

anin masih terdiam di pelukan suaminya,ia tidak menyahut sama sekali,


malah ia menikmati bau khas kringat yg hanya di miliki suaminya,


"aku akan sangat merindukanmu kak rend..."


bisik nya lirih di sela pelukan suaminya.


"aku yakin...aku yg malah akan merindukanmu sayang..."


balas rendi.


lalu bi ani datang dengan membawakan susu segar hangat untu anin dan kopi hitam murni untuk rendi,


dengan sepiring biskuit dan cemilan berat lainnya.


anin melepas pelukan suaminya,


lalu duduk di kursi dekatnya tersebut.


rendi pun menemani istrinya bersantai di pagi hari dan hanya mengobrol dan bercanda saja,tapi sudah jam sudah menunjukkan hampir pukul 7pagi.


rendi melihat jam yg melingkar di tangannya berkali2,.


ia benar2 tidak tega meninggalkan istrinya.


"hmmmmz...sayang...aku mau siap2...apa kau mau ikut?"


tanya rendi pada istrinya.


"baiklah ayuk aku temani kak rend..."


kata anin.


lalu mereka berdiri dari duduknya,


berjalan bersama masuk ke dalam rumah,


anin bergelayut manja di tangan suaminya,


mereka menaiki anak tangga berjalan bersama menuju kamarnya,


sampai di depan pintu kamarnya,


rendi membukakan pintu istrinya mengajaknya masuk.


"sayang...istirahatlah...aku akan ke kamar mandi dulu,"

__ADS_1


ucap rendi.


namun tiba2 anin memeluk nya dari belakang.


"kak rend...biarkan sejenak aku seperti ini"


kata anin,


lalu di biarkannya oleh suaminya.


beberapa saat kemudian.


rendi membalikkan tubuhnya lalu memeluk istrinya ganti.


"sudah...??"


ucap rendi yg di ikuti anin melepas pelukannya.


sejenak rendi menatap mata istrinya,


menatap lekat ke dalam titik hitam di dalam mata anin.


sejenak saling terdiam,


lalu rendi mengambil wajah istrinya dengan ke2 tangannya,


kemudian saling mengecup,berpagut hingga tangan anin mengalung di leher suaminya,


suaminya pun memeluk tubuh istrinya,


sejenak...untuk melepas perasaan gundah keduanya.


lembut...satu kata untuk keduanya.


lalu keduanya menyudahinya,


kini perasaannya pun sedikit mereda,


"apa aku sudah bisa mandi sekarang?"


ucap rendi pada istrinya.


"baiklah...aku akan menyiapkan pakaian untukmu kak..."


ucap anin pada suaminya.


lalu rendi pun berlalu pergi meninggalkan istrinya dan masuk ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


anin pun langsung menuju lemari pakaian,membukanya,mengulak alik pakaian suaminya,


melihat mana yg bagus di kenakan suaminya,


lagi2 pilihan anin tertuju pada baju kemeja suaminya yg berwarna putih dan setelan jas biru petangnya.


dengan dasi biru corak nya.


"baiklah aku pilih yg ini saja,"


ucap anin dengan membawa pakaian nya ke atas tempat tidur,


"sayang...papamu pasti tampan dengan pakaian ini"


kata anin pada anak dalam kandungannya,dan tangannya sambil mengelus2 perutnya,


pintu kamar mandi pun terbuka,


rendi berdiri di tengahnya,melihat istrinya yg masih asik mengacak2 baju2 nya yg lain mencari yg benar2 pas untuknya.


tiba2 bibirnya tersenyum melihat tingkah istrinya.


di dekatinya anin lalu di peluknya dari belakang dengan gemas nya.


"sayang kamu lagi ngapain?"


kata anin yg melihat suaminya agak manja


"biarkan sebentar saja...aku akan merindukanmu...sangat2 merindukanmu dan anak kita tentunya,"


kata rendi sambil menikmati hangatan pelukan.


"baiklah kak rend...uda waktunya berangkat sayang..."


kata anin pada suaminya,


namun rendi tak menghiraukannya,


ia terus mencumbu istrinya hingga terjerembab ke tempat tidurnya,


"sayang...apa kau tak akan membekaliku dengan sesuatu yg akan membuatku terbayang dan ketagihan?"


kata nakal suaminya.


"apa masih ada waktu??"


tanya anin pada suaminya.

__ADS_1


__ADS_2