
Hingga mentari kian meredup dan hilang, Terlihat sedikit gelap dengan cahaya mega merah yang menyemburat, Nampak ifa yang sudah sehabis mandi dan berganti pakaian, Serta Aditya yang baru saja keluar juga dari dalam kamarnya dan juga terlihat sehabis mandi pula, Sedangkan Arga pun beranjak dari duduknya setelah meletakan perlahan lahan kedua kaki kekasihnya, Dimana Nindi hanya bisa diam saja dan merasa tak nyaman karena keringatnya, Nindi tergolong gadis yang paling nggak suka kalau tubuhnya berkeringat, Karena bisa memicu bau badan, Itu menurutnya dan Karena ia tidak tahu bahwa tadi Arga sempat menyahut satu pakaian untuknya dan meletakanya ke dalam mobil beserta jas yang ia bawa, Sedangkan Arga juga tidak bilang bilang padanya.
"Kak...pinjam kemejanya dong...keringatan nih...ntar Nindi nggak mau dekat dekat aku loh...apa lagi nempel padaku", Ucap Arga dengan bisikanya, Dan Aditya segera saja mengajak Arga berjalan menuju ke arah kamarnya di lantai atas,
"Tunggu disini...kamu nggak boleh masuk ke kamar ku dan kakak iparmu, Mengerti?" Ucap Aditya yang langsung di angguki Arga,
"Siyap bos", Ucap Arga dengan satu tangan yang terlihat hormat pada kakaknya.
"Haiz...kakak...ketat amat sih", Dengus Arga sembari mematung di luar pintu kamar tidur kakanya.
"Nih...buat kamu kaos aja ya ga...kemeja aku mahal semua", Ucap Aditya dengan songongnya, Dimana Arga hanya menyungir saja di bibirnya,
"Astaga...punya kakak satu aja pelitnya minta ampun", Ucap Arga sembari menyahut kaos yang di berikan kakaknya. Dan dengan seketika Arga pun membawanya menuju kamar mandi lantai bawah, Dan mulai mengguyur tubuhnya dengan air disana.
Hingga tidak terlalu lama, Akhirnya Arga pun keluar dengan pakaian yang sudah berganti, Membuat Nindi jadi iri saja pada kekasihnya itu. Dengan lambaianya, Nindi berusaha memanggil Arga agar mendekat duduk di sampingnya, Dan Arga pun seketika menghampiri Nindi yang terlihat tengah memanggilnya.
__ADS_1
"Ada apa sayang? kenapa kelihatan lesu sekali sih? kenapa?" Tanya Arga setelah ia duduk di sofa samping Nindi.
"Akh...ga...ini kaos kakak ya?" Tanya Nindi yang baru lihat kaos yang di kenakan Arga. Dan Arga hanya mengangguk saja, Tanda ia mengiyakan perkataan Nindi.
"Apa aku harus pinjam pakaian kak ifa ga? Aku nggak suka bau keringat sayang...aku harus gimana?" Ucap Nindi yang membuat Arga mengerutkan dahinya, Dimana Nindi memakai pakaian kakak iparnya itu baru semenit saja pasti sudah kegerahan. Hingga tanpa sadar senyum cekikik Arga tersungging di bibirnya, Saat ia membayangkan Nindi mengenakan pakaian kakak iparnya itu.
"Ga...ayo jawab...kenapa malah ketawa gitu sih? akh...kamu ma nggak berperasaan sayang..." Dengus Nindi dengan kesalnya, Dan Arga hanya mengelus beberapa kali puncak kepala Nindi, Lalu Nindi akhirnya mau menatapnya untuk beberapa saat.
"Apa? kenapa?" Tanya Nindi yang keheranan dengan tingkah calon suaminya itu.
"Ini sayang...cepat mandi dan ganti pakaianya ya...aku tungguin disini...baru nyusul kakak dan kakak ipar di taman belakang", Ucap Arga yang langsung di angguki Nindi seketika, Ia pun langsung berjalan menuju ke arah kamar mandi, Hingga beberapa saat terdengar guyuran air yang mengguyur dari shower kamar mandi.
Hingga hampir setengah jam Nindi berada di dalam kamar mandi, Akhirnya ia keluar juga dari sana,
"Ayo sayang..." Ajak Nindi pada Arga, Setelah ia dapati Arga masih dengan setia menungguinya di sofa sambil memainkan ponsel di tanganya.
__ADS_1
"Sudah? Nggak kurang lama sayang?" Ucap Arga yang terasa sudah mengakar di tempatnya menunggu, Ia terlalu senang meledek Nindi, Saat ia dapati calon istrinya begitu cantik rupawan malam itu, Dengan gaun biru tua yang ia pilihkan, Nampak kukit putih bersihnya yang makin bersinar.
"Akh...ngeledek ya ga?" Ucap Nindi dengan gerutunya, Dan Arga hanya mengecup pundak Nindi yang sedikit mengintip disampingnya dengan seketika, Membuat Nindi terdiam dan mendelik merasakan dan menyaksikanya.
"Ga...di lihat orang gimana ntar...?" Ucap Nindi dengan gugupnya, Dan Arga hanya tersenyum sambil menaikan kedua bahunya bersamaan untuk sesaat.
Lalu sampailah keduanya di teras samping, Nampak Aditya dan juga ifa tengah berada disana, Di temani bibi yang menyiapkan bakaranya, Beserta pak supir yang ikut serta.
"Waaah...malam ini sepertinya kita akan makan besar nih!"
Ucap Arga sembari menggenggam jemari Nindi dan berjalan mendekat ke arah kakak dan kakak iparnya,
"Iya lah...kalau nggak aku kenyangin kalian...pasti ngomel...dan besok besok juga kapok nggak mau datang lagi kemari...ya kan?" Ucap balik Aditya yang menimpali ucapan adiknya. Dan Nindi serta Arga hanya membalasnya dengan tawa renyah keduanya.
Sampai malam kian larut, Aneka makanan bakaran mulai dari daging, Sosis, Bakso, dan jamur serta jagung, Terlihat ludes seketika, Di santap bersama sama disana, Dan Nampak suasana kekeluargaan yang kian hangat, Bahkan bibi dan pak supir yang ifa ajak ikut serta. Ikut memeriahkan malam kepindahanya bersama sang suami ke rumah barunya.
__ADS_1
Sesekali aditya melirik sang istri di sampingnya, Nampak bahagia dan juga ceria malam itu, Syukur dan ucapan terimakasih pada sang pencipta ia panjatkan selalu, Karena mempunyai seorang istri seperti ifa, Dimana tanpanya pasti saat ini Aditya masih saja menjadi seseorang yang dingin dan tanpa orang orang yang memgasyikan di sampingnya, Apa lagi sampai mengajak bibi dan pak supir segala untuk ikut nimbrung bersamanya, Baginya hal yang langka dan sangat luarbiasa. Namun sang istri mampu membuatnya biasa saja seperti saat ini. Dan tanpa terasa, Nindi dan Arga pun berpamitan untuk pulang, Karena hari sudah malam, Dan sang bibi pun turut ikut pamit pula yang di antar oleh pak supir yang di suruh Aditya untuk mengantarnya pulang ke rumah.