Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
tiba tiba redup lalu petang


__ADS_3

"ayo ga...cerita kenapa bisa aku menggigit dan melukai tanganmu sayang?"tanya nindi dengan sedikit rengekan pada kekasihnya,ia berharap arga akan iba dan mau memberi tahu nya,


"kalau biasanya orang tiba tiba menggigit itu kenapa sayang?"tanya arga balik pada nindi,yang membuat nindi kebingungan dan penasaran,terlihat nindi menatap wajah arga sambil memikirkan sesuatu,dan itu membuat tegang perasaan arga.


"biasanya...sih kaget ga...atau...karena berontak juga bisa...menolak juga bisa..."ucap nindi seketika sambil masih menatap lekat wajah kekasihnya yang ada di hadapannya.


"kaget apa nya...kamu malah yang nawarin...berontak apa pula...kamu yang meluk aku nggak mau lepas,dan apa itu...menolak?menolak apa nya...kamu yang terlihat menikmatinya."gerutu dalam hati arga dengan mata memicing ke arah nindi,karena disini ia merasa di hakimi nindi seorang diri,padahal ia tidak memaksa sedikitpun,meski sebagian yang atas milik nindi hampir semua ia jamah,dan itu tanpa sepengetahuan nindi.


arga hanya membalas perkataan nindi itu dengan nafas dalam yang ia tarik dan buang.


"kok nggak jawab sayang?"ucap nindi seketika saat ia tahu arga hanya memilih mendengus saja dari tadi.


"kau mau mengulanginya sayang?agar kau tahu kenapa sampai kau refleks menggigit lenganku."ucap arga dengan senyum menakutkannya,yang membuat nindi terpaksa menelan ludahnya dan menatap lekat manik mata milik arga.

__ADS_1


"sayang...kau yakin mau mengulang?aku akan dengan senang hati menunjukkannya secara detail padamu...apa kau mau?"ucap nakal arga yang mulai muncul sifat kelelakiannya.


"apaan sih ga...nggak ah...kalau gitu nggak jadi ingin tahu."ucap nindi seketika dengan perasaan gugup nya,lalu nindi meraih minuman kaleng isotonik dari tangan arga,meminumnya sampai habis.


"aku nggak akan minta...pelan pelan minumnya sayang...kalau kau mau lagi...masih ada banyak sayang...jangan khawatir..."ucap arga yang melihat cairan yang nindi minum sedikit menetes di ujung ujung bibir nya,terpaksa ibu jari arga mengusap usap nya hingga tanpa sadar lidah nindi menyentuhnya,sontak nindi berhenti meminum nya dan melirik ke arah arga yang sudah menyunggingkan senyum menatap nya,


"manis."ucap arga singkat sambil mencicip ibu jarinya yang tadi tersentuh nindi,dengan mata yang saling melirik ke arah nindi.


"uhuk....uhuk....uhuk..."sontak nindi tersedak hingga terbatuk batuk,arga dengan sigap beranjak berdiri berlalu mengambil air kemasan botol dari lemari pendingin dan menyerahkannya pada nindi,


perasaannya campur aduk,arga kali ini terlihat berbeda sangat beda,ia lebih dewasa,tidak celamitan,lebih pengertian...namun kadang sesekali kata katanya lebih ke mesum.


"kau arga ku kan?arga sanjaya ku kan?"

__ADS_1


pertanyaan bodoh nindi yang tiba tiba ia lontarkan begitu saja.


arga hanya mengernyitkan dahi nya dan sedikit menebalkan alisnya,ia tidak mengerti ucapan yang di maksud nindi dengan


"arga ku,"itu apa.


"kenapa malah tanya seperti itu sayang?kamu selama beberapa bulan ini nggak kenal aku kah?atau saking aku yang udah berubah tanpa sadar?"tanya arga yang makin membuat kepala nindi pusing.


"ga...pusing ga..."jawab nindi seketika dengan tangan menyangga kepalanya.


"sial...obat brengsek itu belum hilang sepenuh nya."ucap dalam hati arga,kemudian ia memapah nindi berdiri dari duduknya,berjalan mendekat ke arah ranjang,mendudukkan nindi di sana.


"sayang baring lah...aku akan mengambilkanmu beberapa makanan..."ucap arga yang bermaksud agar nindi mengisi perutnya lalu meminum obat nya lagi,

__ADS_1


"ga...aku takut...aku takut sendirian ga...jangan tinggalkan aku,aku mohon..."ucap nindi yang memeluk lengan tangan arga saat ia akan beranjak berdiri dari duduknya,


karena nindi melihat cahaya bulan yang mulai mredup,bintang yang tadinya gemerlapan jadi hilang,berganti cahaya cahaya kilat yang menyambar nyambar,meski tidak mengeluarkan suara.


__ADS_2