
Sesaat Arga mematung, Pikiranya masih di liputi banyak tanda tanya, Dimana kebetulan yang ia rasa benar benar langka, Dan lagi...Arga masih saja tak percaya...kenapa kebetulanya bisa bisanya ber sebelahan dengan Aditya, Meskipun terdapat pagar tinggi yang memagari seluruh area rumah, Namun tetap saja tetanggaan.
"Hei...kok bengong....!" Ucap aditya yang menyadarkan Arga dengan lamunanya, Ia pun lalu mengangguk ngangguk tanda ia mengerti.
"Kenapa Ga? sepertinya kamu tidak suka? kamu jangan salah...harusnya yang sedih tuh aku...secara kamu yang selalu ngrecokin kami selama ini." Ucap Aditya yang makin membuat Arga tak mengerti, Karena perasaan, Arga tidak pernah berniat sekalipun ngerecoki kakaknya tersebut.
Hingga Aditya pun berpamitan dan melanjutkan perjalananya menuju ke rumah barunya. Sedangkan Arga dengan langkah gontainya kembali menuju ke mobilnya, Dimana Nindi sudah menunggunya dengan tenang di dalam mobil seperti apa yang calon suaminya itu katakan tadi.
"Sayang ada apa? kenapa? apa ada yang salah?" Tanya Nindi dengan cemasnya setelah Arga masuk ke dalam mobil kembali, Kedua tanganya langsung mengambil jemari Arga dan menggenggamnya.
"Sepertinya aku butuh pelukan sayang..." Ucap Arga dengan wajah memelas dan suara lemas.
Hingga dengan seketika Nindi pun mendekap tubuh Arga dalam pelukanya, Nindi merasa pasti ada sesuatu disana yang membuat kekasihnya itu menjadi seperti demikian.
Setelah beberapa saat keduanya berpelukan, Meski niat Arga hanya ingin di peluk saja, Namun hati Nindi sudah tidak karuan, Ia khawatir yang bukan bukan. Sampai Nindi membuka percakapan.
"Sayang...sebenarnya ada apa? ada masalah apa sayang?" Tanya Nindi sembari melepaskan pelukanya pelan pelan. Dan Arga hanya mendekatkan wajahnya sembari memanyunkan sedikit bibirnya, Agar Nindi menciumnya, Dan benar saja, Refleks Nindi pun mengecup disana.
__ADS_1
"Ayo sekarang bilang...ada apa?" Tanya Nindi sengan nada halusnya.
"Sayang maaf...sungguh...jujur aku tak ingin kebersamaan kita di ganggu...benar bukan? tapi...Aditya...dia...tinggal di sebelah kita ternyata." Ucap Arga dengan ekspresi wajah yang madih sama. Namun Nindi malah memperlihatkan ekspresi wajah yang ingin menangis, Ia sudah menggenangkan butiran bening itu di pelupuk matanya, Dan...tangisnya pecah seketika, Nindi menangis sejadi jadinya disana, Lelehan air mata begitu deras mengguyur pipi mulusnya. Hingga Arga pun kembali memeluk tubuhnya, Namun Nindi menolaknya, Ia sekuat tenaga menjauhkan kedua lengan Arga yang berusaha mendapatkanya.
"Aku tahu kamu pasti akan marah dan sedih sayang...tapi aku nggak bisa apa apa...papa yang udah ngatur semuanya...kita nggak bisa apa apa sayang..." Ucap Arga lagi dan masih terus mencoba menenangkan sang kekasih,
Namun...tangis Nindi makin kencang dan kencang.
"Aku harus apa sayang? aku tak bisa lihat kamu nangis gini...kamu nangis emangnya salah aku?" Tanya Arga yang sudah hampir ikut menangis pula. Dan anehnya...jawaban Nindi malah mengangguk mengiyakanya.
"Kenapa jadi salah aku sayang? kamu kenapa sih?" Ucap Arga yang sekarang sudah ikut menaikan sedikt pula nada suaranya pada Nindi.
"Aku tahu!" Jawab singkat padat Arga di sela sela kesalnya.
"Kalau kamu tahu...kenapa kamu masih lakuinya?" Ucap Nindi lagi yang membuat Arga menatap Nindi seketika.
"Karena kamu suka bukan? kamu menyukainya...ya aku suka pula..." Ucap Arga yang ia kira ciuman lah yang membuat jantung Nindi hampir meledak dan bersedih. Padahal yang ia maksud adalah sikap Arga yang membuatnya khawatir dan cemas saat menatap wajah sang kekasih memelas seperti tak berdaya barusan, Hingga membuat hatinya sakit. Namun yang bersangkutan malah bermaksud bercanda saja.
__ADS_1
"Kenapa aku harus suka sikap kamu seperti itu?" Ucap Nindi yang baru membuat Arga sedikit mengerti, Bahwa yang nindi maksud bukanlah ciuman. Sampai Nindi membuka pintu mobilnya dan keluar, Segera ia berjalan menyusuri jalan, Meninggalkan Arga yang berada di dalam mobil, Dan saat itu Arga baru sadar, Bahwa sikapnya ternyata sudah keterlaluan, Hingga ia pun dengan segera membuka pintu mobilnya, Sedikit berlari mengejar sang kekasih yang sudah berjalan sedikit lebih jauh dari tempatnya semula.
"Sayang...tunggu...aku minta maaf jika membuatmu khawatir...sungguh nggak ada niat membuatmu bersedih...memang tadi aku nggak tahu jika itu mobil kakak...aku kira orang jahat...yang membuntuti kita...maaf..." Ucap Arga yang sudah menghadang Nindi di depanya dan memegang kedua pundak Nindi disana.
Namun Nindi hanya menatapnya sejenak saja, Pandanganya ia buang ke samping Arga, Ia masih begitu kesal dengan kelakuan Arga barusan, Yang menganggap perasaan khawatirnya main main saja.
"Sayang...maaf...aku janji nggak akan ngulangi lagi...maaf...jangan lanjutkan ya marahnya...sungguh...aku nggak bisa lihat kamu kayak gitu..." Ucap Arga lagi dengan tangan yang menurun perlahan dari pundak Nindi kebawah menuju jemarinya dan menggenggam di kedua sisinya. Hingga membuat Nindi luluh dan memeluknya seketika, Arga pun mengelus punggung kekasihnya lalu mendekapnya erat.
"Baiklah sayang...mari kita lihat rumah kita..." Ucap arga yang kemudian di angguki Nindi seketika. Lalu keduanya pun masuk kembali ke dalam mobil, Hingga sampailah keduanya di tempat yang di tuju.
Nindi tak bisa mengedipkan matanya saat ia dapati rumah yang super mewah menurutnya yang tengah ia pandang.
Rumah tingkat dua dengan desain yang benar benar menarik hati Nindi seketika.
"Mari..." Ucap Arga saat melihat Nindi terbengong menatap ke depan dengan bahagianya, Hampir semua bagian dindingnya terbuat dari kaca,
Hingga Arga menggandeng tangan Nindi untuk mengajaknya masuk kedalam, Dari luar nampak tangga tangga hiasan yang menjadi akses masuk kedalam, Meski hanya beberapa tangga saja tidak terlalu tinggi, Hingga keduanya sampai ke dalam, Dimana ruangan ruanganya nampak cerah dengan ventilasi udara yang begitu memadahi, Dan akses masuk cahaya yang berlimpah dimana mana, Di tambah lagi cat dasar warna putih membuat makin terang kediaman yang akan keduanya tempati tersebut. Sampai...Nindi tiba di area samping rumah, Dimana terdapat kolam renang yang lumayan panjang dan sangat mempesona, Di lengkapi dengan tangga tangga turun yang menghubungkan rumah dengan kolam renang, Serta di tambah taman di samping kolam, Dengan ayunan besar yang persis ada di rumah papanya.
__ADS_1
"Arga..." Panggil Nindi sambil berbalik menatap sang kekasih yang ada di atas di depan teras, Sedangkan Nindi sudah berada di tepian kolam dan hampir jalan jalan ke taman belakangnya. Dan dengan senyuman dan kedua tangan yang terbentang, Arga meminta Nindi untuk datang ke pelukanya. Lalu dengan segera Nindi pun berjalan mendekat, Menaiki beberapa anak tangga yang panjang dari ujung rumah ke ujung rumah. Hingga sampailah Nindi di depan Arga, Segera saja ia masuk kedalam pelukan calon suaminya itu, Memeluknya erat disana, Dan Arga pun membalas dengan dekapan hangatnya. Keduanya nampak begitu bahagianya dengan hadiah dari mama papanya.