
"kak ayo pulang..."
ucap sewot anin pada suaminya.
lalu rendi pun melirik terus menatap istrinya itu dengan keheranan,
"mangkuk kamu masih banyak isinya sayang...kenapa buru-buru mau ngajak pulang sayang?habiskan dulu ya sayang...baru kita pulang...kan kasihan bakso nya tidak kamu habiskan..."ucap rendi dengan nada lembutnya.
"kak...bisa duduk dekat aku sini nggak?"
tanya anin pada suaminya itu.
dengan keheranan rendi pun menuruti keinginan istrinya,
"kak rend...bisa nggak makannya sambil natap aku aja?"
pinta anin pada suaminya,
rendi yang melihat istrinya seperti itu pun tanpa tanya dan pikir-pikir lagi...lalu menurutinya.
lalu tanpa sadar ia pun melirik ke arah meja-meja yang lain,terlihat sesekali lirikan rendi di balas para gadis itu,
"heeemzzz begini ni...kalau lagi di tempat umum...mau nggak mau ya harus mau,"gerutu rendi.
lalu tanpa sadar...lirikan rendi tertuju pada pucuk bibir istrinya yang terdapat daun seledri di sana,
dan dengan cepat tangan rendi terangkat dengan ibu jari rendi menyapu mengusap lembut hingga daun seledri itu pun hilang jatuh,
dan anin hanya membalasnya dengan senyum cantik sekilasnya,
"ehem..."
terdengar deheman di seberang bangku anin dan rendi.
dan tanpa sadar rendi pun menoleh,
lalu terlintas senyum dari wanita cantik itu menatap suaminya,
namun rendi tidak menggubris dan berlalu menatap mangkuknya lagi yang masih tersisa sedikit bakso di sana.
dan dengan lega anin yang melihatnya dari tadi pun lega seketika,
lalu tanpa berhenti disitu ternyata wanita itu memanfaatkan kesempatan penuhnya pengunjung itu,
"maaf ya...aku ikut duduk disini...habisnya penuh sih tempatnya dan hanya disini yang tersisa bangku kosong.."
ucap wanita itu,namun sebelum di setujui anin dan rendi wanita cantik itu langsung duduk begitu saja di depan anin dan rendi,
"silahkan mbak..."
ucap anin seketika karena ada benarnya juga kalau memang tempat ini ramai pengunjung,
rendi yang melihat istrinya seperti itu pun hanya bisa mengiyakan nya saja dan keduanya berlanjut menikmati makanannya,
__ADS_1
"ada yang salah ya di wajah saya?"tanya rendi saat ia tahu wanita di depannya itu terus menatap ke arahnya,
"emmm...maaf-maaf...habisnya kamu lebih ganteng dari artis sih...kamu foto model ya?"tanya wanita itu seketika,
dan anin yang mengetahui suaminya berbincang itu pun sedikit khawatir dan mengerutkan dahinya,
rendi yang sesekali melirik ke arah istrinya itu pun jadi tahu...istrinya sedang tidak suka atau lebih tepat nya "cemburu."
"sepertinya anda salah...saya adalah bodyguard nyonya muda ini,saya juga satpam duapuluh empat jam,sekaligus asisten pribadinya,jadi saya tidak sempat bekerja atau memikiekan kerjaan lain,"ucap rendi dengan menatap wajah istrinya yang di sambut pula tatapan yang begitu hangat dari anin,
"oh...maaf kalau begitu mengganggu kalian..."ucap gadis cantik itu dan berlalu pergi dari hadapan keduanya.
"terimakasih suamiku..."
ucap anin dengan manja dan menggemaskannya.
"aku harus dapat hadiah bukan sayang?"canda rendi dan langsung di angguki anin dengan senyum masih mengembangnya.
"benar ta...tidak boleh berubah pikiran oke sayang?"
jawab rendi.
dan lagi-lagi anin mengangguk.
dan keduanya pun melanjutkan menikmati makanannya itu.
setelah selasai menghabiskan baksonya...keduanya pun beranjak pergi,rendi yang masih di kasir pun di tunggui anin di pintu keluar,dan sekarang keduanya berjalan keluar menuju mobilnya.
keduanya menaiki mobil dan mobil pun melaju ke arah jalan besar,dan menembus kemacetan di siang itu.
tiba-tiba anin merasa perut nya seperti akan jatuh ke bawah,rasanya sakit seperti di tusuk duri di bagian bawah pusar nya,
"kak rend...perut ku kak...sakit kak..."
ucap anin tiba-tiba dan seketika membuat rendi menjadi panik,
"sayang...sayang...aku harus apa ini?oh bibi...aku harus panggil bibi,tunggu sayang...tunggu di mobil..."
ucap rendi dan dengan segera berlalu pergi masuk ke dalam rumah,
"bi...bibi...sepertinya istriku mau melahirkan...apa yang harus aku lakukan bi?"tanya rendi.
"segera bawa ke rumah sakit tuan...cepat..."kata bibi.
"ayo bi kamu ikut juga..."
kata rendi lalu keduanya berlari menuju mobil,
di dalam mobil,anin masih meringis kesakitan dengan mencengkeram sandaran jok mobilnya.
"kak...sakit kak...sakit..."ucap anin,kemudian rendi pun mengemudikan mobilnya dengan cepat menuju rumah sakit,
di sepanjang perjalanan,anin tidak henti-hentinya merintih kesakitan yang hilang timbul,
__ADS_1
"sayang tahan...sebentar lagi sampai ya sayang..."
ucap rendi pada istrinya itu.
"kak...sakit..."ucap anin lagi.
sesampainya di klinik terdekat itu rendi bergegas turun,rendi terlalu gugup,ia memilih klinik terdekat supaya istrinya cepat mendapatkan penanganan lebih lanjut,
untunglah klinik yang di datangi rendi adalah klinik terbaik...jadi anin langsung di beri obat pereda sakit sebelum melahirkan.
anin di masukkan kedalam satu ruangan dengan dokter spesialis kandungan dan dua orang asisten nya,serta rendi yang selalu siaga mendampingi istrinya itu.menggenggam tangannya dan menyemangatinya selalu,
"bi...telephone kakek...kasih tahu kalau kita sedang ada di klinik ini,"ucap rendi pada bibi,
lalu dengan senang hati pula bibi melakukan apa yang di perintahkan tuan mudanya itu.
setelah satu jam tenaga anin terkuras karena kesakitan akan melahirkan...akhirnya ia kini benar-benar merasakan ingin buang air besar dan juga sakit seperti tertusuk-tusuk,
dokter wanita itu pun mencoba melihat sudah ada bukaan berapa,ternyata sudah bukaan penuh,tanpa aba-aba lagi anin baru mengejan sebentar kepala bayi itu sudah hampir menyembul,
sedangkan rendi dengan genangan bening di matanya yang melihat perjuangan istrinya itu pun hanya bisa berdoa dan menggenggam erat tangan anin,
"sayang...kamu pasti bisa...sebentar lagi anak kita akan melihat dunia...kamu pasti bisa sayang...ayo semangat..."
ucap rendi lalu terdengar aba-aba dari bu dokter,
"nyonya...ayo mengejan sekarang...!"ucapnya lantang,
lalu anin pun mengejan dengan sekuat tenaga,karena makan bakso tadi perutnya pun tetisi dan tenaganya menjadi kuat,
sekali mengejan..."pyak"...cairan darah kental bercampur lendir dan cairan kekuningan keluar membanjiri tubuh anin bagian bawah yang terasa hangat,
"ayo nyonya...sekali lagi...kepalanya sudah kelihatan...ayo..."ucap dokter lagi.
dan sekali lagi pula mengumpulkan kekuatannya dan mengejan sebisanya,
"aaaaaakkkh...."teriak anin yang di ikuti "oweeeeek....oweeeek...oweeek...."suara tangisan bayi,
"sayang...bayi kita lahir....terimakasih sayang..."
bisik rendi dengan kecupan di kening istrinya itu,
bayi mungil putih bersih dengan jenis kelamin perempuan itu masih menangis yang hanya di lihat anin dan rendi.
setelah di bedong hangat,bayi itu di serahkan pada rendi untuk di azan ni lalu di iqomahi,
seketika rendi pun melakukan tugasnya itu,dan bayi itu pun di serahkan kembali ke dokter nya dan di beri imunisasi,
lalu setelah usai...dokter itu menyerahkan bayi anin dan rendi pada keduanya,
doktet menganjurkan untuk inisiasi menyusui dini.
lalu anin pun memberikan asinya di samping bibir putri kecilnya itu,dengan cepat putri kecil itu mengerti dan mencoba meraihnya lalu mengenyotnya seketika dengan kuatnya.
__ADS_1
lengkaplah sudah rumah tangga keduanya sekarang.