Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Keunikan tersendiri


__ADS_3

Hingga dua jam sudah terlewati, Perjalanan panjang itu pun terlewati dengan mulus, Karena ifa tertidur di sepanjang perjalanan.


Hingga mobil yang di tumpangi keduanya itu pun masuk ke pelataran parkiran luas hotel tempat acara Arga dan Nindi akan berlangsung, Namun sudah terlihat penuh sesak mobil yang parkir.


Nampak hotel sudah begitu ramai dengan pengunjung, Dan kebanyakan sudah terlihat rapi semua, Tepat hampir pukul tiga sore saat itu.


"Sayang bangun...sudah sampai..." Ucap Aditya sembari mengelus pipi mulus sang istri di pelukanya.


"Akh...aku merasa ngantuk banget bby...iya iya aku bangun..." Ucap Ifa sembari membuka matanya, Dan segera turun dari dalam mobilnya, Di susul Aditya setelahnya, Aditya memapah sang istri untuk berjalan masuk menuju hotel, Sedangkan barang bawaanya di bantu pak supirnya yang telah membawanya.


Keduanya sudah memesan kamar hotel sehari sebelumnya, Karena banyaknya kerjaan yang Aditya kerjakan, Maka keduanya hanya menempati kamar yang di pesanya itu hari itu sampai esok saja, Sedangkan lusanya sudah berpindah ke Resort baru Arga, Resort untuk pesta resrpsi pernikahan Arga dan Nindi yang ke tiga kalinya, Dan yang terakhir.


"Kakak...kakak ipar tidak apa apa kan?" Ucap Arga yang tengah menyambut kakaknya, Setelah ia melihat kakaknya itu tengah berjalan sambil memapah kakak iparnya.


"Akh...nggak apa apa ga...maaf ya kakak baru datang...kakak nggak cari alasan loh...nih kakak iparmu teler naik mobil tiba tiba," Ucap Aditya yang tengah menerangkan.


"Iya iya kak...percaya kok...acara juga belum mulai...kakak ajak kakak ipar istirahat gih...nanti aja ke acaranya kalau kakak udah mendingan," Ucap Arga yang membuat lega hati kakak dan kakak iparnya, Dimana ifa merasa dunia seakan berputar putar mengelilinginya, Sedangkan matanya berkunang kunang menatap sekitar.


Segera saja Aditya mengajak sang istri berjalan menuju lift yang akan membawa keduanya ke kamar yang mereka tuju, Setelah pak supirnya mengambilkan kartu kunci kamar yang Aditya dan Ifa tempati.


Nampak bunda pun sudah siap di tempatnya, Sedangkan papa dan mama serta Evan yang sedang di gendong papanya terlihat baru memasuki tempat acara, Semua tamu undangan pun sudah memenuhi tempatnya, Dan terlihat tidak ada satu pun kursi yang kosong disana.


"Ga...pengantinmu mana?" Tanya Satria dan Yura saat baru saja tiba dan melihat sekeliling, Nampak Nindi belum ada disana.


"Akh...Nindi sedang di dandani tadi...pasti sebentar lagi juga keluar..." Ucap Arga dengan hati yang sedikit resah, Dimana ia tahu saat sang istri tengah datang bulan, Pasti manja karena merasakan tak nyaman di perutnya.


Dan benar saja, Seseorang tengah datang mendekat ke arahnya dan menghampirinya.

__ADS_1


"Pak Arga...mempelai wanita memanggil anda sekarang," Ucap orang yang sengaja Nindi mintai tolong untuk memanggil suaminya.


Dengan segera, Arga bergegas menuju ke arah ruangan sang istri berada, Dengan nafas ngos ngosanya, Ia pun tiba disana.


"Ada apa sayang? kamu kenapa? nggak nyaman lagi?" Tanya Arga dengan langkah mendekat ke arah sang istri dan berhenti tepat di depanya, Arga jongkok di hadapan istrinya, Sedangkan Nindi duduk di kursi depan meja riasnya.


Tatapan Arga terpana seketika, Menatap kecantikan sang istri di depanya, Tanpa sadar ia pun mengecup kedua punggung tangan sang istri yang tengah di peganginya.


Hingga Arga tersadar saat Nindi memegang erat kedua tanganya, Dan bahkan terasa seakan Nindi mencengkeram tanganya.


"Sayang...sakit ya?" Tanya Arga lagi, Dan Nindi hanya mengangguk dengan wajah sendunya, Seakan ia sudah sangat menahanya dari tadi.


"Sudah minum obatnya?" Tanya Arga seketika, Dan Nindi hanya menggeleng, Tanda ia belum meminum obatnya, Karena repot dan tidak ada waktu, Nindi melupakan obatnya.


"Yasudah...mana tas kamu sayang? sini aku ambilin obatnya," Ucap Arga yang langsung Nindi tunjukan obat yang ada di dalam tasnya.


"Gimana sayang? apa perlu istirahat? apa aku harus disini menemanimu sayang?" Tanya Arga yang menawari sang istri dalam pengawasanya.


"Sayang...aku akan istirahat duduk disini sebentar...kamu sambut tamu undangan yang datang ya..." Ucap Nindi dengan suara lirihnya.


"Beneran nggak apa apa aku tinggal?" Tanya Arga lagi yang benar benar tak ingin meninggalkan sang istri sendirian, Namun Nindi hanya mengangguk tanda ia akan baik baik saja, Sampai beberapa saat Arga masih mematung di tempatnya.


"Sudah...sana sayang...aku nggak apa apa...kamu di cariin tuh...masak tuan rumah malah nggak ada sih?" Ucap Nindi yang membuat Arga kembali tersenyum.


"Kan tuan rumahnya lagi nungguin istrinya...takut di comot kucing..." Ucap manis Arga dengan godanya.


"Aku bukan ikan asin tahu...udah sana..." Ucap Nindi yang menimpali kata kata sang suami.

__ADS_1


Hingga akhirnya Arga pun meninggalkan Nindi di sana sendirian, Di temani tukang rias pengantin dan beberapa asistenya.


Sedangkan tamu undangan sudah terlihat memenuhi kursi yang telah di siapkan, Nampak ramai dan meriah saat Arga keluar dan menyapa para tamu tamu undangan yang baru saja tiba.


"


"


"


"


"


"


"


"


Halo para pembaca setia...maaf ya kalau dosenku suamiku up nya bab cuma sekali dua kali sehari saja, Jujur saya masih sayang...nih udah mau tamat...saya lama lamain agar masih menikmati nulis disini...tolong pengertianya ya para pembaca...ini karya pertama saya...🙏🏻😥


Dan kemarin yang tanya...gimana cara nyari season 2 nya yang blom ketemu...kalau di pencarian ya ketik aja


The next good boys...atau...klik afatar aku...nama Qolbie itu...pilih tulisan Karya...nah...nanti...akan muncul semua karya aku disana kaka...bagi yang sudah tahu dan sudah membacanya...terimakasih banyak ya...aku bukanlah apa apa tanpa kalian semua...😢😢😢🙏🏻


Dan maaf kalau masih ada kekuranganya, Terus selalu berusaha merevisi agar lebih enak di bacanya, Terimakasih banyak semua...semoga bisa menghibur ya...🙏🏻🙏🏻😊😊

__ADS_1


__ADS_2