
"mama.............."
teriakan nindi memekakkan telinga semua orang yang mendengarnya.
"mama gimana sih...kok nggak bangunin aku...kan aku jadi terlambat kerja ma..."
ucap nindi sambil mencak-mencak keluar dari kamar dengan pakaian tidur yang berbentuk kucing berbulu itu.
"sayang....duduk!"ucap mama anin seketika,
dan rendi yang sedang duduk di teras samping pun hanya bisa menguping saja,
sejak nindi ada di rumah ini,keceriaan dan kebahagiaan keluarga ini makin lengkap...makin meriah...terutama setiap pagi saat istrinya ikut teriak-tetiak membalas puterinya.
"mama...kok tega sih...nindi kan nggak salah...nindi cuma semalam begadang video call an sama satria ma...disana sama disini kan beda...disana sore...disini malam..."
ucap nindi menerangkan pada mama anin.
"terus tadi teriak-teriak kenapa nak?"tanya mama anin.
"aku kan jadi telat kerja...sudah kesiangan...sekarang malah di wawancarai..."dengus nindi kesal.
"perusahaan mana yang hari minggu masuk sayang?"
tanya anin pada puterinya itu.
"ada juga ma...buktinya....."ucap nindi yang tidak berlanjut,
"apaaaaaa!!!!mama gimana sih...dari tadi nindi sudah pusing takut telat...eh...mama nggak bilang hari ini hari minggu..."
ucap nindi seketika sambil berjalan mendrkat ke arah mama nya dan menggelayut di lengan mamanya,
dengan sangat manjanya.
"sudah gede lo nak kamu itu...manja sama pacar sono gih..."ucap canda mama.
"mama...pacar apaan sih...biarin dong ma..."
ucap nindi.
"tuh kan...suka teriak-teriak tiap pagi sih kamu ini nak,"
ucap anin.
"ma...anterin aku ke mall ma...belanja baju buat kerja besok...bajuku semua nggak ada yang pas buat kerja ma..."ucap nindi dengan manjanya.
"sayang...tanya papa gih...di teras samping...mau nganterin nggak...kita bisa belanja nanti biar papa yang bawain..."
kata anin pada puterinya sambil terkiki geli.
"ehemmm...."deheman rendi seketika membuat kikuk keduanya.
"baiklah...hari ini papa seutuhnya jadi bodyguard kalian berdua..."ucap papa rendi yang baru masuk ke dalam rumah dan menuju meja makan.
"dan kamu...jika kejadian dulu terulang lagi...ngilang nggak tahu kemana...awas ya...hukumannya berlipat,"
ucap rendi sedikit berbisik di telinga istrinya.
"memangnya...mama pernah hilang di mall pah?"
tanya nindi yang mendengar sedikit candaan papanya itu.
"iya sayang...mama mu ngilang hampir sejam lalu balik-balik nyuap papa pakai burger dan pepsi biar papa nggak marah,"terang rendi pada puterinya itu.
lalu papa dan anak gadisnya itu pun tertawa bersamaan.
__ADS_1
"trus aja ya ketawa...lucu...itu lucu..."
ucap anin pada keduanya.
"dan untukmu suamiku...jangan sok baik...awas...nanti malam nggak dapat jatah!"
ancam anin pada suaminya sambil berbisik juga.
"gluk..."suara rendi menelan ludahnya.
"tuh kan nindi...gara-gara kamu sih...mama jadi ngambek tu.."
ucap papa lalu menyusul mama dan mengekor di belakangnya.
"kapan ya kira-kira aku dapat suami yang seperti papa gitu?"gumam nindi dalam hatinya yang menatap harmonis papa mamanya.
tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi,nindi sudah siap dengan pakaian santai nya yang rapi,tidak lupa ponsel dan juga tas kece nya,lengkap lah mulai ujung rambut sampai ujung kaki.
"papa...mama....cepet dong...lama amat ya..."
ucap nindi sambik sedikit teriak.
"heh...ini anak gadis kok suka teriak-teriak sih..."
canda mama pada nindi.
"pah...ayo dong...nunggu apa lagi sih?"tanya anin pada suaminya.dan berjalan menuju ke arah puteri cantiknya.
"eh...udah ngumpul semua ya...kirain papa nggak jadi di ajak nih,"canda papa.
dengan mengajak istri dan puterinya menuju mobil yang sudah siap terparkir di halaman depan.
"sayang...masak iya rendi wijaya jadi supir?"canda rendi saat istri dan puterinya nyelonong masuk di jok penumpang di belakang kemudi.
"eh...lupa kak rend.. habisnya nindi tu ngajak ngobrol terus sih...lupa begini ini jadinya..."
setengah jam rendi mengemudi membawa mobilnya menuju mall terbesar di pusat kota,
tentu mall itu adalah milik keluarga sanjaya,
mobil memasuki tempat parkir di dalam tanah,lalu rendi pun memarkirkan mobilnya,dan ketiganya turun dari dalam mobil.
tiba-tiba...
"pah...mah...nindi kebelet nih...nindi ke toilet dulu ya..."
ucap nindi dan berlalu pergi.
anin dan rendi pun bergegas masuk...nanti pasti kalau nindi mencarinya kan bisa telephone,pikir keduanya.
anin merangkul lengan suaminya sambil masuk kedalam mall,
"sayang...kamu mau belanja apa?"tanya rendi pada istrinya.
"hmmz...kayaknya celana dalam mu deh sayang..."ucap anin tiba-tuba,
"heh...jangan bercanda...nindi ikut itu lo...bisa-bisa pingsan ntar lihat baju dalaman cowok,"ucap papa rendi yang begitu pengertian.
"iya juga ya kak...si nindi kok kayak kamu sih...nggak bisa dapetin cowok ya...sudah gede juga lo kak..."
ucap anin tiba-tiba dan terdapat sedikit rasa khawatir nya.
"tenang sayang...kalau dia nurun papa nya...pasti sekali dapat langsung berbobot,kalau nurun kamu...sekali dapat ya...bisa seperti papa nya ini,"
canda rendi pada istrinya.
__ADS_1
"benar-benar itu kak..."balas anin ,
"dan semoga saja ya kak...,"ucap nya lagi.
lalu rendi melihat sosok tinggi gagah dan tampan ber pakaian biasa saja hanya ber kemeja yang di masukkan ke dalam celana panjangnya tanpa dasi dan tanpa jas.
"halo om...tante..."sapa laki-laki itu terlebih dahulu sambil melangkah mendekat ke arah keduanya.
seketika rendi pun tahu siapa itu,namun anin belum tahu.
"arga...."ucap rendi sambil menerima uluran tangan laki-laki tampan itu dan memeluknya,
"halo nak...ini istri om,tante anin kenalin..."ucap rendi mengenalkan anin pada arga.
"tante...senang bertemu denganmu..."ucap arga ramah.
"sedang belanja ya om?tante?"tanya nya lagi.
"iya...ini om lagi ngantar tante dan puteri om...besok ia masuk kerja,oh ya...katanya ia kerja di tempatmu lo ga..."
ucap rendi dengan jujurnya.
"oh ya om...maaf arga tidak tahu staf baru om.."
ucap jujur arga.
"nak...kamu ganteng sekali...pasti bahagia kalau di rumah ada dua pemandangan indah yang sama seperti ini,"
ucap jujur anin sambil menoleh ke arah suaminya.
dan arga yang diam-diam tersipu malu,
"eheemz..."deheman rendi seketika.
"baiklah nak...kami pergi dulu ya..."ucap rendi dan berlalu pergi dengan tangan yang menggandeng istrinya.
tiba-tiba dari arah belakang,,nindi memyusul kedua orang tuanya namun tidak terlihat.
"hey...si cowok belel..."kata nindi saat bertamu dengan arga yang sedang berkacak pinggang mengawasi ke seluruh arah.
"sepertinya kenal suara cempreng ini nih,tapi di mana ya?"
guman arga sambil menoleh ke arah sumber suara.
"tuh kan bener...si cewek seratus lima puluh,"ucap arga begitu saja.
"kamu...ngapain di sini?pakaian kamu juga berkelas?"
tanya nindi keheranan.
"kamu juga ngapain kesini?pakaian kamu juga berkelas,"
ucap arga yang menirukan perkataan nindi barusan.
"aku jelas lah belanja...kamu ngapain?"
tanya nindi ingin tahu.
"kepo banget sih,aku di bayar disini..."ucap arga.
"oh...satpam...baiklah...pak satpam...bye bye...aku pergi dulu..."ucap nindi lalu pergi berlalu begitu saja,
"satpam-satpam...baru pertama kali ini aku punya teman cewek yang agak songong,tapi ia kelihatannya baik luar dalam...seperti nggak ada maunya."
ucap arga begitu saja.
__ADS_1
"hueeeeeiii...aku bukan satpam ya...enak saja..."
teriak arga begitu saja saat sadar wanita cantik tadi mengatai nya satpam mall.