
"kak...kok malah tiduran si...kok nggak mandi...kakak usai mandi aku usai dandanya."kata anin pada suaminya.
"kan kamu suka keringatku sayang...masak tega aku hapus keringat??"canda rendi pada istrinya.yang membuat anin mengerucutkan bibirnya.
"ayowlah...kak...jangan bercanda....nanti kesorean...aku juga mau nyalon...mau potong rambut,"
kata anin menerangkan jadwal nya...karena acara nyalonnya mungkin butuh waktu dua sampai tiga jam.
rendi berdiri dari duduknya,menghampiri istrinya.
ditarik paksanya dagu anin dan "cuuup,"
di ciumnya bibir istrinya sekilas.
"buat teman mandi sayang...mumpung belum di poles tu,"
ucap nakal rendi sambil ngeloyor begitu saja berjalan masuk ke dalam kamar mandi.
anin hanya tertegun biasa aja karena ia sudah hafal gimana suaminya.
beberapa hari ini udah jadi rekor terbaru kayaknya,suaminya tak begitu mesum seperti biasanya.
(anin nggak tahu aja gimana berusahanya rendi menahan)
seperti biasa rendi keluar memakai celana piamanya dengan telanjang dada dan handuk yang melingkar di lehernya,rambutnya basah acak acakan.
rendi tak suka pakai pengering rambut.ia suka mengeringkannya pakai handuk atau alami dengan bantuan udara.
anin melihat suaminya masih dengan rambut yang basah duduk di pinggir ranjang.
dan seketika ia bangun lalu menghampiri rendi.
mengambil handuk di lehernya dan mulai mengusap uasap rambut suaminya.
dalam hati rendi begitu senang atas perhatian istrinya,
namun dalam hati anin beda,
__ADS_1
ia tak mau tempat tidur nya jadi basah.
(tega amat yak)
rendi menempelkan keningnya di perut istrinya.
"nak...tumben kamu nggak minta yang aneh aneh.."
bisiknya bicara sendiri,seolah olah anknya mendengarkannya.lalu mengelus elus perut istrinya.
"kak rend bicara sama aku??"kata anin tiba tiba.
"aku bicara sendiri kok...bicara sama si mungil,"
ucapnya lagi.
setelah usai dengan ngeringin ramburnya,
"makasi sayang",
ucap rendi sambil berdiri menuju cermin,tak lupa mencium pinggir kepala istrinya
rendi tidak memakai minyak rambutnya,karena baginya minyak rambut hanya untuk ke kantor,ke kampus dan ke tempat tempat tertentu yang acaranya khusus.
namun anin malah suka suaminya yang seperti ini,terkesan lebih muda,ramah dan tidak menakutkan.
dengan pakaian santai nya,namun mewah.
kemeja lengan panjang yang terlingkis sampai lengan,dan celana jeans nya.
serta jam tangan kesukaannya yang salalu setia menemaninya.
"kak aku ke kamar mandi dulu...akhir akhir ini aku sering ke kamar mandi kak...rasanya nggak bisa nahan hajat kecil."
kata anin saat rendi mengajaknya turun.
"aku tunggu sambil ngabisin kopi ya sayang,"
__ADS_1
ucap rendi sambil keluar dari kamar.
"apa aku lupa minum vitamin??kenapa aku masih mual..."
gumam anin karena di wastafel dalam kamar mandinya tadi ia sempat mual mual berasa ingin muntah.
ia lalu keluar kamar mandinya menyusuri anak tangga menuju tempat dimana suami dan kakek sedang duduk berada.
di depannya kakek ada teh susu kocok kesukaannya,atau teh tarik.
sedangkan di depan suaminya,
kopi hitam murni tanpa gula sedikitpun.
tapi rendi benar benar menyukainya.
"yuk kak rend kita berangkat,"
kata anin menghampirinya
lalu mereka berpamitan pada kakek dan menuju mobilnya yang sudah di siapkan pak totok di depan pintu keluar.
rendi membukakan pintu untuk istrinya,lalu duduk di sebelah anin.
"kita ke butik mana kak rend?"
tanya anin.
"ke butiik yang dulu kita datangi untuk beli kebaya pengantin",sahut rendi.
"kamu suka kan model baju disana??"tanya rendi lagi.
anin hanya tersenyum tak menjawab.
(gimana nggak suka...wong anin biasanya aja malah belanja baju di pasar murah atau pasar diskon).
"atau kita ke butik lain aja kalau kamu nggak suka",tanya rendi lagi.
__ADS_1
"aku terlalu suka kak...aku baru kali ini memakai baju butik dari perancang ternama kak...aku nggak bisa berkata kata."
kata anin dengan genangan air mata yang hampir meleleh.