
waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore,
rendi dan anin masih sibuk dengan belanjaan anin.
kenapa waktu bisa sangat cepat??
karena anin sering beristirahat dan ke toilet,
itu lah mengapa apa yang mereka inginkan belum semua.
setelah apa yang di rasa sudah cukup,
rendi pun sudah memilih setelan jas yang elegan hampir senada dengan milik istrinya.
"sayang aku capek..."
keluh anin sambil memijit mijit kakinya dengan satu tangannya,
"kamu masih harus ke salon sayang",
kata rendi dengan nada kasihan pada sang istri.
"gimana kalau istirahat di salon saja sambil di pijit mungkin..."katanya lagi.
anin hanya menggeleng,
ia lebih nyaman di kursi mall dengan bersandarkan pundak suaminya.
tiba tiba segerombol wanita cantik datang menghampiri ke tempat anin dan rendi yang sedang duduk di tempat duduk yang di sediakan mall,
"pak rend...ini beneran pak rendi??
saya kira bukan..."kata seorang wanita,
rendi hanya tersenyum,dan anin pun tak menghiraukan siapa yang memanggil suaminya,karena ia sudah sangat kelelahan.
"pak rendi kenapa disini??setauku ini pertama kalinya pak rendi di tempat umum dengan......"
sebelum wanita itu melanjutkan,
anin dengan cepat menengadahkan wajahnya sambil tersenyum,namun senyumannya itu palsu,
"kenalin...saya istrinya,"
sahut anin dengan bangganya,
rendi yang melihat tingkah lucu istrinya pun jadi gemas...lalu di rangkulnya pundak anin,
__ADS_1
"kenalin ini istriku,"
jawab rendi dengan tatapan binarnya.
"baiklah...kami lanjut dulu..."
sahut salah seorang.
lalu mereka beriringan untuk pergi meninggalkan tenpat anin dan rendi berada,tanpa peduli keduanya mengiyakan atau tidak pamit mereka.
"mereka siapa kak??"
tanya anin pada suaminya,dengan tatapan penuh tanya di matanya.
"hanya teman",sahut rendi begitu saja.
"mana mungkin hanya teman...uda sampai jauh pun masi ngomongin",gerutu anin,karena samar samar anin mendengar percakapan mereka.
"maksudnya??"
rendi nggak tahu yang di katakan istrinya itu.
"tadi dia eh mereka...bilang...rendinya tampan eh istrinya nggak banget,emang aku nggak banget kenapa si kak?"sahut anin sewot...
"kamu tu alami sayang...nggak bedakan juga cantik...apa lagi di poles dikit...",
kata rendi sambil menggenggam tangan istrinya...
kata anin sambil menatap tajam suaminya.
rendi hanya meneguk air liyurnya karena tatapan membunuh sang istri.
"yee...di bilangin ngeyeeel sih kamu ini sayang...kalau kamu nggak cantik aku nggak mau donk..."ucap rendi dengan perasaan khawatir.
"huuuuuhhh...."balas dengus anin.
"mereka itu iri sama kamu...karena kamu istri aku...mereka ngejar ngejar aku nggak aku anggep",ucap rendi keceplosan.
"kaaan beneeer...."
ucap anin sambil manyun,bibir nya monyong hampir penuh melingkar.
"duuuh mahluk tuhan paling seksi ini pingin aku cium sampai habiiis itu yang monyong",
desah rendi dengan hati nano nano.
namun anin lebih nano nano lagi.
__ADS_1
"baiklah sayang...ayuk sekarang waktunya kita nyalon...udah nggak sempet ntar waktunya,"ucap rendi pada istrinya.
"liat aja ntar...tak bikin mlongo kamu"
sungut anin lalu berlalu meninggalkan suaminya,
"nggak usah dandan juga aku udah mlongo..."
bisik rendi di telinga istrinya.
seketika anin pun jadi tersipu malu.
anin dan rendi menuju deretan salon yang berjejer di mall,
terdapat satu salon kecantikan yang sering di datangi para artis artis ibu kota.
anin masuk dengan suaminya,
di sambut oleh pegawai salon.
"mari....silakan masuk..."
kata pegawai salonnya.
rendi hanya tersenyum dan anin pun sama.
mereka masuk ke salon,rendi dengan setia menunggui istrinya,
mulai di keramas rambutnya...hingga tangan dan kaki anin di cuci di bersihkan dan di pasangi kuteks.yang membuat kuku anin makin cantik dan bercahaya
anin di minta menunjukkan pakaian yang akan di kenakan nanti,
lalu kuku kaki dan tangan anin senada di poles kuteks senada,
mulanya anin di suruh milih warna apa yang ia mau...
namun anin memilih nurut aja apa yang di pakaikan,
anin tak mau saat akan di pakaikan bling bling di kuku kuku nya,karena pasti akan ribet jatoh nya nanti.
warna pink shoft yang di kenakan di kuku kuku nya.membuat kulit anin yang bersih tampak putih..namun tak seputih rendi.
anin sesekali melirik suaminya yang sedang menerima telephone di luar,
"sepertinya penting".gumam anin seketika.
lalu beberapa saat...rendi masuk dan menuju ke arah istrinya berada,
__ADS_1
"sayang aku tinggal sebentar ya...",
ucap rendi sambil berlalu pergi dengan mencium rambut anin.karena anin sudah mengizinkannya.