
"kak rend...kita kemana lagi ni?kayaknya ini sudah cukup belanjanya untuk di bawa ke kakek..."
ucap anin sambil duduk di samping suaminya.
rendi yg masih mengunyah sisa burger di mulutnya pun seakan hanya itu tenaga yg tersisa,andai istri tercintanya tau...tenaganya habis...tersedot hawatir dan yg pasti...lari2 muter2(ibaratnya).
rendi masih mengatur nafasnya.
saat suara lantang istrinya mengagetkanya.
"sayaaang...kok gak jawab si?"
kata anin dengan nada agak tinggi.
"uhuuuuk"!,
rendi sedikit tersedak...
buru2 anin memberikan es cola nya.
"hati2 dong kak rend"...
sambil menepuk2 punggung istrinya.
rendi melirik istrinya yg cemas di sampingnya.
"apa kau mencemaskanku?"
tanya rendi.
"tentu...aku sangat mencemaskanmu kak rend..."
ucap anin.
"kalau cemas kenapa kau meninggalkanku sayang?"
protes rendi dengan nafas masih belum pulih seperti semula.
"lhoooh aku tidak meninggalkan kak...aku cuma beli di lantai 3 terus kembali kan...nih aku disini sekarang",
kata istrinya tak mau kalah...
"lah aku udah muter2 kayak orang hilang sayang...hampir sejam...bayangkan...gimana....coba",
ucap rendi lagi.
__ADS_1
"kak rendi kan bisa telfon aku...aku pasti angkat lah...kak rendi gak telfon ya aku kira kak rendi gak nyari lah..."
jawab anin.
"heelllooow....hp mana hp sayang?"
kata rendi sambil menunjuk tas istrinya.
seketika anin melirik suaminya,sambil tangannya membuka tas nya,
mata anin melotot lebar...sangat lebar saking terkejutnya,bibirnya menganga.tak percaya.
di dalam tas nya itu ia merasalan 2 hp yg ia sentuh.
namun rendi hanya membalas istrinya dengan senyuman sambil jemari rendi membantu mengatupkan rahang anin yg mlongo.
"gimana sayang?ketemu?"
tanya rendi.
anin pun mengambil hp suaminya,lalu menyerahkannya pada rendi.
"maaf sayang....maaf....oke deh...aku akan menghapus hukuman untukmu...jadi kita impas",
sahut anin dengan wajah memelasnya,ia tahu kesalahannya.
kata rendi dengan senyum puas nya.
"maaf kak rend..."
lagi2 terucap dari mulut anin.
"sekali lagi kamu minta maaf...aku tak peduli ini di mana...akan aku cium kamu",
goda rendi.
anin hanya mendelik menelan ludah,dan menikmati es nya yg sudah agak mencair.
rendi memanggil pak totok dengan isyarat tangan,
lalu pak totok yg sedari tadi duduk di sebrang pun mendekat,
"ia tuan..."
kata pak totok saat sudah sampai di dekat rendi dan anin.
__ADS_1
"kamu pulanglah dulu...bawa belanjaannya sekalian...",
ucap rendi pada pak totok.
"baik tuan..."
ucap pak totok lalu undur diri.
rendi melihat jam tangan yg melingkar di tangannya,
menunjukkan pukul setengah 8malam.
"tapi kita habis mengganjal perut...rasanya belum terlalu lapar",
fikir rendi.
"sayang...gimana kalau kita jalan2 dulu di sini...biar burgernya tadi mlorot...baru makan malam"
ucap rendi asal2an.
"katanya tadi kak rendi sudah muter2 hampir sejam...masak masih mau jalan2...disini pula."
sahut anin sewot.
"benar juga ya...kalau di fikir2 aku sudah puas lari2an...kenapa harus di tambah jalan lagi",
gumamnya.
"lalu kita mau kemana?masak ia bengong di sini aja sayang?"
kata rendi.
"la trus...mau ngapain kalo gak bengong disini?"
tanya anin.
"mau nonton juga waktunya mepet kak...kita belum pernah kencan ya kak...nonton...jalan...kaya anak muda gitu lo..."
kata anin tiba2.
"aku tu tiap hari nganggepnya slalu kencan sayang...kamu aja yg nganggepnya tidak...kaya sekarang nie...kalau di buat judul ftv...(kencan berlari)."
sahut rendi.
tanpa sadar anin pun tersenyum...suasana hatinya mulai membaik karena lelucon suaminya,
__ADS_1
padahal dia tadi merasa kehilangan moment mengerjai kak rendi...karena kesalahan anin...jadi di barter lah tu hukuman dengan kesalahan anin.
impas deh jadinya...yg membuat anin sedikit dongkol...tapi sekarang sudah mencair."